Kepemimpinan: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Gaya Serta Contohnya!

Advertisement-Scroll to Continue

Memahami pengertian kepemimpinan tidak hanya dalam konteks organisasi, tapi lebih luas. Seperti kita ketahui, kepemimpinan adalah salah satu aspek yang tak terpisahkan dalam dunia organisasi dan masyarakat. Kemampuan seseorang untuk memandu, menginspirasi, dan menggerakkan orang lain menuju tujuan bersama merupakan inti dari kepemimpinan.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi apa itu kepemimpinan (leadership), berbagai aspek penting yang terkait dengan kepemimpinan, mulai dari jenis-jenis kepemimpinan hingga kualitas-kualitas yang membuat seorang pemimpin efektif.

Selain itu, kita juga akan membahas peran penting kepemimpinan dalam mencapai keberhasilan dalam berbagai bidang, baik dalam dunia bisnis, pemerintahan, maupun kehidupan sehari-hari. Kita akan menggali lebih dalam tentang apa yang membuat kepemimpinan begitu krusial dalam membentuk masa depan suatu organisasi atau komunitas.

Pengertian Kepemimpinan

Pengertian kepemimpinan

Apa yang dimaksud dengan kepemimpinan? Kepemimpinan adalah suatu proses di mana seseorang atau sekelompok individu memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasikan tindakan orang lain menuju pencapaian tujuan tertentu. Ini melibatkan kemampuan untuk mempengaruhi, menginspirasi, dan memotivasi orang lain untuk bekerja sama dengan efektif dalam mencapai visi atau target yang telah ditetapkan. Kepemimpinan bukan hanya tentang posisi atau jabatan tertentu, tetapi lebih kepada kualitas dan tindakan seseorang.

Jadi secara sederhana, pengertian kepemimpinan adalah sebuah kemampuan atau kekuatan di dalam diri seseorang untuk memimpin dan mempengaruhi orang lain dalam hal bekerja, dimana tujuannya adalah untuk mencapai target (goal) yang telah ditentukan.

Sedangkan pengertian pemimpin adalah seseorang yang diberi kepercayaan sebagai ketua (kepala) dalam sistem di sebuah organisasi/ perusahaan. Dengan begitu, maka seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memandu dan mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang.

Kepemimpinan melibatkan berbagai aspek, seperti pengambilan keputusan, komunikasi yang efektif, kemampuan untuk memecahkan masalah, pemahaman tentang visi dan misi, serta kemampuan untuk memanfaatkan potensi anggota tim atau kelompok. Kepemimpinan juga dapat berbeda-beda dalam gaya dan pendekatannya, dengan beberapa contoh seperti kepemimpinan otoriter, demokratis, transaksional, dan transformasional.

Dalam organisasi atau masyarakat, kepemimpinan memiliki peran penting dalam mengarahkan sumber daya dan energi menuju pencapaian tujuan bersama. Kepemimpinan yang efektif dapat membantu menciptakan budaya kerja yang positif, mengatasi tantangan, dan mendorong inovasi. Kepemimpinan tidak hanya terbatas pada level manajemen tinggi, tetapi bisa muncul di berbagai tingkat dalam struktur organisasi, seperti kepemimpinan tim atau kepemimpinan dalam kelompok sukarelawan.

Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli

Dalam berbagai aspek, memahami pengertian kepemimpinan dalam organisasi menjadi sesuatu yang krusial. Beberapa ahli, menjelaskan mengenai definisi kepemimpinan, diantaranya adalah:

1. Wahjosumidjo

Menurut Wahjosumidjo, pengertian kepemimpinan adalah kemampuan yang ada pada diri seorang leader yang berupa sifat-sifat tertentu, seperti; kepribadian (personality), kemampuan (ability), kesanggupan (capability).

Kepemimpinan merupakan rangkaian aktivitas pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan, gaya dan perilaku pemimpin tersebut, serta interaksi antara pemimpin, pengikut dan situasi.

2. Sutarto Wijono

Menurut Sutarto, arti kepemimpinan adalah rangkaian aktivitas penataan berupa kemampuan seseorang dalam mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentu agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

3. S. P. Siagian

Menurut S. P. Siagian, pengertian kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan seseorang ketika menjabat sebagai pimpinan dalam suatu organisasi untuk mempengaruhi perilaku orang lain, khususnya bawahannya agar berpikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga dapat memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi.

4. Imam Moejiono

Menurut Imam Moedjiono, pengertian kepemimpinan adalah kemampuan dalam memberikan pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki beberapa kualitas tertentu yang membuatnya berbeda dengan pengikutnya.

5. George R. Terry

Menurut George R. Terry, pengertian leadership adalah kegiatan mempengaruhi orang lain untuk diarahkan mewujudkan tujuan organisasi.

Baca juga: Manajemen Perusahaan: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Tingkatannya

6. James A.F. Stoner

Menurut Stoner, pengertian leadership adalah sebuah proses mengarahkan dan usaha dalam mempengaruhi kegiatan yang berkaitan dengan anggota kelompok atau organisasi.

7. Jacobs dan Jacques

Menurut Jacobs dan Jacques arti kepemimpinan adalah suatu proses memberi arti terhadap usaha kolektif, sehingga ada kesediaan untuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai tujuan.

8. Hemhiel dan Coons

Menurut Hemhiel dan Coons, pengertian kepemimpinan adalah perilaku seseorang individu dalam memimpin berbagai aktivitas sebuah organisasi atau kelompok dalam mencapai tujuan bersama (shared goal).

9. Ralph M. Stogdill

Menurut Ralph M. Stogdill, defenisi kepemimpinan adalah suatu proses memberikan pengaruh terhadap berbagai kegiatan sekelompok orang yang terorganisasi dalam usaha mereka menetapkan dan mencapai target.

10. Charles F. Rauch dan Orlando Behling

Menurut Rauch dan Behling, arti kepemimpinan adalah proses mempengaruhi berbagai aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasikan ke arah pencapaian tujuan.

11. Kenneth N. Wexley dan Gary Yukl

Menurut Wexley dan Yukl, pengertian kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain untuk lebih berupaya dalam mengarahkan tenaga dalam tugasnya, atau mengubah perilaku mereka.

Tujuan Kepemimpinan dalam Organisasi

Tujuan dari kepemimpinan adalah mengarahkan, mengelola, dan mempengaruhi orang-orang atau kelompok dalam mencapai tujuan atau visi yang telah ditetapkan. Berikut adalah beberapa tujuan utama dari kepemimpinan:

1. Mencapai Tujuan Bersama

Salah satu tujuan utama kepemimpinan adalah memastikan bahwa anggota tim atau kelompok bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pemimpin bertanggung jawab untuk membimbing, mengkoordinasikan, dan menggerakkan orang-orang menuju pencapaian tujuan tersebut.

2. Menginspirasi dan Motivasi

Seorang pemimpin bertugas untuk menginspirasi dan memotivasi anggota tim atau kelompok. Ini mencakup membangkitkan semangat, memberikan arahan yang jelas, dan memberikan dukungan kepada mereka agar tetap fokus dan berkinerja tinggi.

3. Pengambilan Keputusan

Pemimpin sering kali harus mengambil keputusan yang signifikan dalam konteks organisasi atau kelompok. Tujuan dari kepemimpinan dalam hal ini adalah memastikan bahwa keputusan yang diambil mendukung pencapaian tujuan dan kepentingan bersama.

4. Membangun Budaya Organisasi

Pemimpin memiliki peran penting dalam membentuk budaya organisasi atau kelompok. Mereka dapat mempromosikan nilai-nilai, norma, dan etika yang sesuai dengan visi dan misi yang diinginkan.

5. Pengembangan Anggota Tim

Kepemimpinan juga melibatkan pengembangan dan pembinaan anggota tim. Pemimpin bertanggung jawab untuk membantu anggota tim mengembangkan keterampilan dan potensi mereka sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar.

6. Koordinasi dan Pengelolaan Sumber Daya

Pemimpin harus memastikan penggunaan sumber daya, seperti waktu, tenaga kerja, dan anggaran, secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.

7. Menyediakan Orientasi dan Visi

Pemimpin harus memberikan arahan yang jelas dan menyediakan visi yang menginspirasi untuk mengarahkan orang-orang menuju masa depan yang diinginkan.

8. Menjaga Keharmonisan dan Kepuasan Anggota Tim

Kepemimpinan juga berhubungan dengan memelihara hubungan yang baik di antara anggota tim, memecahkan konflik, dan memastikan kepuasan dan kesejahteraan mereka.

9. Pengembangan Diri

Kepemimpinan juga mencakup pengembangan diri pemimpin itu sendiri. Pemimpin harus terus belajar, berkembang, dan memperbaiki keterampilan kepemimpinan mereka untuk menjadi lebih efektif dalam peran mereka.

Dengan demikian, tujuan dari kepemimpinan adalah menciptakan arah, mengelola sumber daya, memotivasi, dan memastikan bahwa organisasi atau kelompok mencapai tingkat kinerja tertinggi dan mencapai visi atau tujuan yang telah ditetapkan.

Fungsi Kepemimpinan dalam Organisasi

Fungsi Kepemimpinan

Setelah memahami tujuan kepemimpinan, kita juga harus mengerti apa fungsi kepemimpinan di dalam sebuah organisasi. Pemimpin memiliki fungsi yang sangat penting dalam sebuah organisasi, baik untuk keberadaan dan juga kemajuan organisasi tersebut.

Pada dasarnya, fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu:

1. Fungsi Administratif

Fungsi administratif dalam kepemimpinan mencakup tugas-tugas seperti perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengawasan. Pemimpin harus merencanakan aktivitas dan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi, mengorganisasi struktur dan proses kerja, mengendalikan pelaksanaan rencana, dan melakukan pengawasan untuk memastikan bahwa segala sesuatu berjalan sesuai rencana. Fungsi administratif ini penting dalam menjalankan operasi sehari-hari dan mencapai efisiensi dalam organisasi.

Jadi, fungsi administratif adalah pengadaan formula kebijakan administrasi di dalam suatu organisasi dan menyediakan segala fasilitasnya.

2. Fungsi Sebagai Top Manajemen

Pemimpin sering kali merupakan bagian dari manajemen puncak atau top manajemen dalam organisasi. Fungsi ini melibatkan pengambilan keputusan strategis, penentuan visi dan arah organisasi, serta pembuatan kebijakan yang berdampak jangka panjang.

Top manajemen memainkan peran penting dalam menentukan rencana jangka panjang dan mengarahkan organisasi menuju tujuan-tujuan strategisnya. Ini termasuk membuat keputusan penting tentang alokasi sumber daya dan fokus strategis organisasi.

Fungsi Kepemimpinan Menurut Hadari Nawawi

Dalam bukunya “Kepemimpinan yang Efektif”, Hadari Nawawi menyebutkan beberapa fungsi kepemimpinan, yaitu:

1. Fungsi Instruktif

Fungsi ini mencakup peran pemimpin dalam memberikan petunjuk, arahan, dan panduan kepada anggota tim atau karyawan. Pemimpin yang berfungsi secara instruktif akan memberikan arahan yang jelas tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan.

Pemimpin berperan sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah), bagaimana (cara melakukan), bilamana (waktu pelaksanaan), dan di mana (tempat mengerjakan) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Dengan kata lain, fungsi orang yang dipimpin hanyalah untuk melaksanakan perintah pemimpin.

2. Fungsi Konsultatif

Fungsi ini melibatkan pemimpin dalam berkonsultasi dengan anggota tim atau karyawan sebelum mengambil keputusan. Pemimpin dapat meminta masukan, saran, atau pandangan dari individu atau kelompok yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Pemimpin menggunakan fungsi konsultatif sebagai cara berkomunikasi dua arah dalam upaya menetapkan sebuah keputusan yang membutuhkan pertimbangan dan konsultasi dari orang yang dipimpinnya.

3. Fungsi Partisipasi

Pemimpin yang berfungsi secara partisipatif mendorong partisipasi aktif anggota tim atau karyawan dalam pengambilan keputusan. Mereka mendengarkan ide dan pendapat orang lain, dan kolaborasi dalam proses pengambilan keputusan.

Pemimpin bisa melibatkan anggotanya dalam proses pengambilan keptusan maupun dalam melaksanakannya.

4. Fungsi Delegasi

Fungsi delegasi mencakup kemampuan pemimpin untuk mendelegasikan tanggung jawab dan tugas kepada anggota tim atau karyawan. Pemimpin mempercayakan sebagian tanggung jawab kepada orang lain untuk mengelola tugas atau proyek tertentu.

Pemimpin dapat melimpahkan wewenangnya kepada orang lain, misalnya membuat dan menetapkan keputusan. Fungsi delegasi adalah bentuk kepercayaan seorang pemimpin kepada seseorang yang diberikan pelimpahan wewenang untuk bertanggung jawab.

5. Fungsi Pengendalian

Fungsi ini melibatkan pemimpin dalam mengendalikan dan memantau pelaksanaan rencana serta kinerja anggota tim atau karyawan. Pemimpin bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tujuan dan standar yang telah ditetapkan tercapai.

Pemimpin bisa melakukan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan, terhadapa kegiatan para anggotanya.

Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi

Gaya Kepemimpinan Dalam Organisasi

Dalam organisasi, terdapat berbagai gaya kepemimpinan yang dapat digunakan oleh pemimpin, tergantung pada situasi, tujuan, dan karakteristik anggota tim atau karyawan. Berikut adalah beberapa gaya kepemimpinan yang umum:

1. Kepemimpinan Otoriter

Pemimpin otoriter mengambil keputusan secara mandiri dan memberikan arahan yang jelas kepada anggota tim atau karyawan. Mereka mengharapkan kepatuhan dan pelaksanaan tugas sesuai instruksi.

2. Kepemimpinan Demokratis

Pemimpin demokratis mendorong partisipasi anggota tim atau karyawan dalam pengambilan keputusan. Mereka menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan memperhitungkan masukan dari berbagai sumber sebelum membuat keputusan.

3. Kepemimpinan Transformasional

Pemimpin transformasional memiliki visi yang kuat dan mampu menginspirasi dan memotivasi anggota tim atau karyawan untuk mencapai tujuan yang ambisius. Mereka mendorong perubahan, inovasi, dan pertumbuhan pribadi.

4. Kepemimpinan Laissez-Faire

Pemimpin dengan gaya ini memberikan tingkat otonomi yang tinggi kepada anggota tim atau karyawan. Mereka membiarkan individu atau tim mengambil keputusan dan mengelola tugas mereka sendiri dengan sedikit campur tangan.

5. Kepemimpinan Servant (Pelayan)

Pemimpin pelayan mengutamakan pelayanan kepada orang lain di atas kepentingan diri sendiri. Mereka berfokus pada kebutuhan dan perkembangan anggota tim atau karyawan.

6. Kepemimpinan Transaksional

Pemimpin transaksional menggunakan sistem penghargaan dan hukuman untuk mengelola anggota tim atau karyawan. Mereka menetapkan aturan dan ekspektasi yang jelas dan memberikan penghargaan atau sanksi sesuai dengan kinerja.

7. Kepemimpinan Situasional

Pemimpin situasional menyesuaikan gaya kepemimpinan mereka dengan situasi yang ada. Mereka menggunakan pendekatan yang berbeda-beda tergantung pada tugas atau tantangan yang dihadapi.

8. Kepemimpinan Karismatik

Pemimpin karismatik memiliki daya tarik pribadi yang kuat dan mampu mempengaruhi orang lain melalui kepribadian mereka. Mereka seringkali memiliki pengikut yang kuat karena kemampuan mereka untuk memotivasi dan menginspirasi.

Setiap gaya kepemimpinan memiliki kelebihan dan kelemahan sendiri serta situasi di mana mereka lebih cocok digunakan. Pemimpin yang efektif seringkali dapat mengadaptasi gaya kepemimpinan mereka sesuai dengan kebutuhan dan dinamika organisasi yang mereka pimpin.

Contoh Skill Kepemimpinan Dalam Organisasi

Skill Kepemimpinan Dalam Organisasi

Jack Zenger dan Joseph Folkman menanyakan ke lebih dari 330,000 bos, rekan, dan juga bawahan. Mereka akhirnya mengklasifikasikan 10 skill utama yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin, antara lain:

1. Menginspirasi dan Memotivasi

Pemimpin yang hebat menciptakan proyeksi masa depan. Ia akan memberikan gambaran masa depan yang jelas dan menarik juga memotivasi orang lain agar mampu meraihnya.

Nah, jika Anda sedang memegang jabatan sebagai manejer, memotivasi dan mendorong rekan tim menjadi tugas utama Anda suapaya tujuan perusahaan tercapai. Ini juga termasuk bisnis yang baru berkembang.

2. Memiliki Integritas dan Kejujuran Tinggi

Pengertian kepemimpinan juga mencakup integritas dan kejujuran yang tinggi. Lakukan apa yang pernah Anda katakan dan mereka akan melakukan hal yang sama. Dalam beberapa kasus, bawahan atau tim akan menanyakan beberapa pertanyaan krusial.

Penting sekali untuk menjawabnya dengan jujur. Meskipun mereka pada akhirnya tidak menyukai jawaban Anda, namun mereka pasti bisa menerima dan melaluinya dengan baik asal Anda tetap bekerja bersama mereka.

3. Mempelajari dan Menyelesaikan Masalah

Seorang pemimpin direkrut, dilatih, dan dipilih untuk menyelesaikan masalah dan mencari peluang pasar. Tidak hanya kecerdasan yang dibutuhkan, tapi juga kemampuan menganalisa yang baik dan skill lain yang tidak dimiliki oleh rekanan lainnya.

4. Bekerja Agar Hasilnya Tercapai

Beberapa orang biasanya hanya menonon di belakang dan melihat prosesnya. Namun seorang leader yang baik akan terjun bersama timnya agar tujuan organisasi tercapai dengan baik. Seorang leader memiliki ketekunan, patuh dan dorongan yang tinggi agar targetnya tercapai di waktu yang tepat.

5. Komunikasi yang Bagus

Ada banyak cara berkomunikasi seorang leader dengan timya. Ada yang menggunakan skype, telepon, meeting, email, blog dan media lainnya. Nah, dalam hal ini menjadi tidak penting sering-sering bertemu tapi tugas tidak segera dijalankan.

Hal yang paling penting bagi pemimpin adalah tugas selesai dengan baik dan targetnya tercapai. Apa pun media komunikasinya. Tidak lupa ia memberikan detail job yang jelas dan terus berkomunikasi dengan tim agar pekerjaan berjalan di jalan yang benar.

6. Memiliki Hubungan Erat

Pengertian kepemimpinan juga harus mengikutsertan hubungan yang erat antar anggota. Ia percaya pada bawahan dan begitu sebaliknya. Seorang pemimpin memikul tanggung jawab yang besar atas pekerjaan timnya. Itu artinya hubungan yang baik di lingkaran mereka harus tercipta dengan baik.

7. Bersikap Profesional

Seorang pemimpin juga harus memiliki keahlian yang khusus. Tentu saja untuk membimbing timnya.

8. Memberikan Strategi

Pemimpin tentu saja memiliki visi jangka panjang. Ia tahu bagaimana menghindari kesalahan fatal yang berakibat pada perkembangan bisnis. Mereka kadang dituntut menjadi orang yang taktis dalam menghadapi persaingan pasar.

9. Bersifat Membangun

Pengertian kepemimpinan menurut temuan Jack Zenger dan Joseph Folkman ini juga mengikutkan aspek pembangunan. Maksudnya, pemimpin yang baik hendaknya terus belajar mengembangkan skill teknis dan profesionalitasnya. Mereka mencari karyawan yang paling menjanjikan dan memberikan training yang baik sehingga bisa menjadi generasi penerus perusahaan.

10. Melakukan Inovasi

Dalam bidang bisnis, inovasi bukan lagi barang baru. Bahkan secara langsung pasar menggeret pelaku bisnis dan perusahaan untuk terus berinovasi agar bisa bertahan di tengah kompetisi yang ketat.

Baca juga: Manajemen Komunikasi: Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Contohnya

Pada dasarnya setiap orang memiliki jiwa kepemimpinan di dalam dirinya, meskipun beberapa orang memang lebih dominan. Dalam penerapannya, setiap orang memiliki gaya kepemimpinan yang unik sesuai dengan karakter dan situasi tertentu.

Seharusnya memahami kepemimpinan tidak hanya sebagai wacana saja, tetapi dapat diterapkan di lingkungan kerja demi membentuk budaya organisasi yang baik. Dan yang pasti, para anggota akan mengikuti langkah seorang pemimpin yang menginspirasi.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian kepemimpinan, tujuan, fungsi, serta gaya dan contoh kemampuan kepemimpinan dalam organisasi. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.

Advertisement
Asep Irwan

Asep Irwan adalah content writer di Maxmanroe.com. Memiliki minat besar di dunia kepenulisan, blogging, dan media online.

Leave a Comment