Tabel Periodik SEO (1): Faktor Sukses Konten Pada Sebuah Website

Faktor Sukses Konten

Image dari Protofuse.com

Sebagai salah satu faktor terpenting dalam upaya marketing onlain, konten tentu wajib mendapat prioritas tinggi ketika kita berurusan dengan mesin pencari. Oleh karena itu tidak mengejutkan bila, konten dijadikan elemen pertama dalam tabel periodik #SEO yang telah dibahas sebelumnya.

Dalam lajur elemen ini ada 6 elemen turunan yang akan dibahas sesuai dengan fungsi serta tingkat kepentingannya.

Cq – Content Quality (Kualitas Konten)

Tidak bisa diperdebatkan lagi bahwa kualitas dari konten menjadi tolak ukur penting sukses atau tidaknya upaya SEO yang kita lakukan. Bisa dibayangkan sendiri, mesin pencari diisi jutaan bahkan miliaran informasi dari berbagai bidang. Ketika kita coba masuk dalam persaingan ketat tersebut, namun tidak mempunyai konten yang berkualitas untuk disajikan, tentu pengunjung juga tidak mempunyai alasan untuk memperhatikan situs kita.

Dari sinilah kita harus berpikir value atau nilai lebih apa yang bisa kita tawarkan pada pengunjung. Value tersebut bisa dalam bentuk keunikan konten, konten yang berbeda, kebermanfaatan serta kompleksitas yang menjadikan konten milik kita lebih unggul dari konten lain.

Berada di bagian pojok kanan atas, faktor Cq atau kualitas konten, memiliki tingkat skala +3 yang artinya sangat penting dan harus diterapkan.

Cr – Content Research (Riset Konten)

Setelah menyajikan konten yang berkualitas langkah berikutnya adalah menjalankan riset konten atau dalam hal ini bisa juga disebut dengan keyword research. Bagi rekan-rekan yang sudah lama mendalami dunia internet marketing tentu tidak asing lagi dengan istilah keyword research.

Untuk melakukannya pun, kini sudah tersedia cukup banyak tools yang bisa dimanfaatkan baik itu yang gratis maupun tools premium dengan berbagai tambahan kelebihan. Namun untuk para pemula, tools gratis seperti Google Keyword Planner pun bisa sangat membantu jika dimanfaatkan secara maksimal.

Artikel lain: Panduan Lengkap Manfaatkan Google Keyword Planner (+Trik Sederhana Atasi Masalah Avarage Monthly Search)

Yang terpenting dari elemen ini adalah, bagaimana kita menemukan keyword atau kata kunci yang tepat untuk konten milik kita. Karena kita ingin memenangkan persaingan di #mesin pencari lewat upaya SEO, tentu yang harus dilakukan adalah menemukan kata kunci yang diketikkan oleh pengunjung lewat mesin pencari.

Memiliki tingkat urgensi yang sama penting, faktor Cr juga dilabeli dengan skala +3 yang artinya sangat penting.

Cw – Content Words (Penggunaan Kata Kunci)

Setelah melakukan riset keywords, pertanyaan selanjutnya adalah apakah kita sudah menerapkan keyword tersebut dengan baik pada konten kita. Karena faktanya, meskipun konten yang kita buat sangat menarik, unik dan dilengkapi dengan tambahan data faktual, tetap saja tidak akan bisa mendatangkan banyak pengunjung jika kita gagal mengeksekusi penerapan keywords.

Inilah waktu untuk melakukan editing!

Yang cukup menarik adalah, perkembangan teknik SEO tentu tidak akan stagnan dan terus berubah setiap saat. Beberapa tahun lalu, salah satu pemikiran terhadap penggunaan keyword yang dirasa memberikan efek positif adalah menggunakan teknik keyword density atau seberapa banyak keyword tersebut muncul dalam sebuah konten, sebagian orang menyebut angka 2,45% merupakan ukuran yang pas, sebagian lainnya mempunyai ukuran keyword density yang berbeda lagi, dan masih banyak ukuran lain.

Namun kini tidak lagi, karena ukuran keyword density sudah sangat ambigu dalam penerapan SEO. Oleh karena itu ketika kita ingin bersaing untuk sebuah keyword tertentu, langkah yang terbaik adalah menerapkan keyword tersebut secara natural dan tidak terkesan dipaksakan.

Tidak kalah penting pula, kita bisa menambahkan semantik keyword atau keyword yang masih berhubungan dengan keyword utama. Pembahasannya mungkin akan kita bicarakan pada artikel lain.

Untuk faktor Cw, tingkat kepentingannya adalah +2 sehingga juga patut diperhitungkan meskipun masih di bawah dua faktor sebelumnya.

Cf – Content Freshness (Konten yang “Fresh”)

Mesin pencari selalu menyukai konten baru. Kata baru inilah yang merepresentasikan istilah freshness dalam faktor Content Freshness.

Khusus untuk mengukur faktor yang satu ini, mesin pencari Google bahkan mempunyai algoritma khusus yang diberi nama Query Deserved Freshness (QDF). Mungkin istilah ini masih jarang didengar namun efeknya sebenarnya sudah banyak dirasakan oleh para internet marketer.

Secara singkat, QDF akan digunakan ketika ada kata kunci yang tiba-tiba mengalami tingkat pencarian yang sangat drastis. Hal semacam ini umum ditemukan ketika sedang terjadi sesuatu yang kemudian menjadi viral, baik itu orang, event atau fenomena khusus.

Di sinilah QDF mulai bekerja untuk menyeleksi nantinya konten mana yang akan ditampilkan lebih dulu dalam hasil pencarian dari keyword yang sedang menjadi trending. Sistemnya, QDF akan menampilkan konten mana yang dinilai paling baru atau fresh dari konten-konten yang ada.

Sebagai contoh, ketika pada hari biasa hasil pencarian untuk kata kunci “badai”, mungkin akan merujuk pada situs-situs besar atau milik pemerintah. Namun ketika terjadi bencana badai, semisal badai catrina, dan tingkat pencarian kata kunci tersebut meningkat drastis, maka QDF akan langsung menyeleksi situs mana yang menyajikan konten yang lebih baru.

Bagi yang beruntung, tentu akan mendapat guyuran traffic dalam jumlah besar selama beberapa hari atau mungkin beberapa minggu ke depan. Setelah efek dari QDF habis, maka traffic yang masuk pun juga akan kembali normal.

Namun yang perlu diperhatikan, QDF bukan satu-satunya sistem yang digunakan untuk menentukan hasil pencarian, mesin pencari juga tetap mengutamakan beberapa faktor lain dalam perankingan situs.

Untuk faktor Cf, besar skalanya adalah +2.

Cv – Vertical Search (Pencarian Vertikal)

Faktor kesuksesan SEO berikutnya adalah pencarian vertikal atau vertikal search. Apa itu vertical search? Jadi secara mudahnya, pencarian vertikal adalah hasil pencarian yang dibagi lagi menjadi hasil pencarian lain dalam konten yang berbeda.

Sebagai contoh, ketika kita mencari di mesin pencari menggunakan sebuah kata kunci tertentu, kita akan mendapati hasil pencarian yang berisi daftar situs. Ini disebut dengan horizontal search.

Lalu kita perhatikan hasil pencarian lain yang berada di sebelah kanan daftar cari, yakni bentuk konten lain seperti gambar, video, berita dan lain sebagainya. Nah inilah yang disebut dengan vertical search.

Dalam penerapan upaya SEO, yang harus kita lakukan adalah membuat konten dalam bentuk lain selain artikel saja. Kita bisa membuat gambar pendukung atau video yang masih berhubungan dengan keyword tertarget. Jika nantinya, konten gambar atau video milik kita masuk dalam hasil pencarian, tentu akan memberikan efek positif tambahan untuk situs kita, yang artinya posisi situs kita di mesin pencari akan ikut naik juga.

Karena dampak yang diberikan juga cukup besar, faktor pencarian vertikal mempunyai nilai skala +2.

Ca – Direct Answers

Dalam beberapa waktu belakangan, kurang lebih memasuki akhir tahun 2015, Google mempunyai fitur baru yakni Direct Answers. Sesuai dengan namanya, fitur ini berfungsi untuk menjawab secara langsung pertanyaan yang diajukan melalui kolom pencarian.

Pertanyaan tersebut misalnya “siapa presiden indonesia”, “mengapa bumi bulat”, dan lain sebagainya.

Ketika pengguna mengetikkan kata kunci dalam bentuk pertanyaan seperti itu, nantinya pengguna bisa langsung mengetahui jawabannya. Jawaban ini, bisa dalam beberapa bentuk.

Bentuk yang pertama adalah, box khusus yang hanya berisi jawaban (seperti contoh “siapa presiden indonesia”), namun bisa juga berbentuk ulasan singkat yang diambil dari situs tertentu, ulasan tersebut nanti juga akan memberikan link kredit untuk situs yang telah dicantumkan (seperti contoh “mengapa bumi bulat”).

Baca juga: 6 Cara Untuk Membuat Konten Blog Lebih SEO

Yang menarik adalah, hingga saat ini masih terjadi perdebatan apakah ketika sebuah situs dijadikan referensi Direct Answers, situs itu akan diuntungkan atau justru akan dirugikan?

Memang diuntungkan karena akan mendapat link kredit langsung dari Google, namun bisa jadi dirugikan karena jawaban yang dibutuhkan oleh pengguna bisa langsung terjawab tanpa harus masuk ke situs tersebut.

Namun, kabarnya situs yang masuk dan menjadi referensi Direct Answer tetap diuntungkan. Alasan yang pertama, adalah sinyal kepercayaan dari Google kepada situs tersebut. Kepercayaan ini bukan tidak mungkin akan menguntungkan untuk hasil pencarian keyword lain di situs kita.  Alasan yang kedua, kabarnya situs yang masuk direct answer juga tetap akan mendapatkan traffic pengunjung karena pengunjung ingin mengetahui informasi yang lebih lengkap.

Karena cukup penting, faktor Ca mendapat nilai skala +1.

Pembukaan: Tabel Periodik SEO



2 total comments on this postSubmit yours
  1. berarti setiap membuat konten yang berkuakitas alangkah baik nya disisipkan image dan video supaya dapat terindeks google dengan cepat ya

  2. Pertanyaan pemula, sudah menerapkan ilmu-ilmu SEO namun visitor belum juga datang. Datang namun hanya belasan – puluhan.

    Butuh berapa lama kira-kira untuk mendatangkan pengunjung dari SE?

    Makasih.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2017 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud