Beranda Umum Pendidikan Formal: Pengertian, Tujuan dan Fungsi, serta Contohnya

Pendidikan Formal: Pengertian, Tujuan dan Fungsi, serta Contohnya

pendidikan formal

Pengertian Pendidikan Formal

Apa yang dimaksud dengan pendidikan formal? Pendidikan formal adalah jenis pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang dilaksanakan di sekolah dengan syarat-syarat tertentu yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dengan tujuan memberikan pelayanan pendidikan kepada generasi muda bangsa dan warga negara Indonesia.

Dalam pendidikan formal terdapat jenjang pendidikan yang jelas dan berjenjang, mulai dari pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi. Adapun beberapa karakteristiknya adalah sebagai berikut:

  • Memiliki kurikulum yang jelas.
  • Memberlakukan syarat tertentu bagi peserta didik.
  • Materi pembelajaran yang dipakai bersifat akademis.
  • Proses pendidikannya cukup lama.
  • Tenaga pengajar harus memenuhi klasifikasi tertentu.
  • Penyelenggaran pendidikan berasal dari pihak pemerintah maupun swasta.
  • Peserta didik mengikuti ujian formal.
  • Adanya pemberlakukan administrasi yang seragam.

Baca juga: Pengertian Pendidikan

Tujuan dan Fungsi Pendidikan Formal

Tujuan dan Fungsi Pendidikan Formal

Secara umum, tujuan pendidikan adalah untuk membentuk insan yang memiliki kedewasaan jasmani dan rohani. Adapun beberapa tujuan dan fungsi pendidikan formal adalah sebagai berikut:

1. Melatih Kemampuan Akademis

Kemampuan akademis ini meliputi kemampuan analisis, menghafal, logika, memecahkan masalah, dan lain sebagainya. Seseorang yang memiliki kemampuan akademis yang baik pada umumnya lebih mampu memecahkan masalah dan memiliki kehidupan yang lebih baik.

2. Melatih Mental, Fisik, dan Disiplin

Jalur pendidikan ini mengharuskan peserta didik untuk tiba di sekolah pada jam tertentu, dan pulang pada jam tertentu. Hal ini secara tidak langsung dapat melatih kedisiplinan peserta didik.

Selain itu, proses belajar di sekolah secara terus menerus akan membentuk mental dan fisik para peserta didik menjadi lebih baik.

3. Melatih Tanggungjawab

Di sekolah, para peserta didik juga diajarkan tentang tanggungjawab. Misalnya tanggungjawab mengerjakan tugas, menjaga kebersihan, dan lain sebagainya.

5. Mengembangkan Diri dan Kreativitas

Program esktrakurikuler di sekolah merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan diri dan kreativitas peserta didik. Seseorang yang memiliki kemampuan dan kreativitas tertentu tentunya akan membentuk pribadi yang lebih berkualitas.

6. Membangun Jiwa Sosial

Sekolah juga dapat membantu membangun jiwa sosial seorang peserta didik. Interaksi sosial di sekolah juga akan memperluas hubungan sosial seorang siswa.

4. Membentuk Identitas Diri

Identitas diri merupakan salah satu hal penting yang dibutuhkan oleh individu di dalam kehidupan bermasyarakat, misalnya dalam dunia kerja dan di masyarakat. Umumnya, mereka yang memiliki pendidikan formal lebih berpeluang untuk mendapatkan suatu pekerjaan.

Baca juga: Pengertian Informasi

Contoh Pendidikan Formal

Contoh Pendidikan Formal
Ilustrasi Sekolah Dasar

Jalur pendidikan ini terdiri dari beberapa satuan pendidikan penyelenggara. Adapun satuan pendidikan penyelenggara pendidikan formal adalah sebagai berikut:

  • Taman Kanak-kanak (TK)
  • Raudatul Athfal (RA)
  • Sekolah Dasar (SD)
  • Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  • Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  • Sekolah Menengah Atas (SMA)
  • Madrasah Aliyah (MA)
  • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
  • Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)
  • Perguruan tinggi (Akademi, Politeknik, Sekolah Tinggi, Institut, Unversitas)

Baca juga: Pengertian Sosialisasi

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai pengertian pendidikan formal, tujuan, fungsi, serta beberapa contoh satuan penyelenggaranya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu.