10+ Peluang Usaha di Kampung yang Menguntungkan dan Patut Dicoba

Usaha di Desa

Ilustrasi via Kaskus

Memangnya ada peluang usaha di desa yang menguntungkan? Mungkin begitulah pemikiran sebagian orang. Tak sedikit orang yang beranggapan hidup di desa itu sulit dan hidup di kota lebih berpeluang untuk mendapatkan pekerjaan dan uang. Faktanya, untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan atau membangun usaha sendiri bisa dilakukan oleh orang di desa / kampung.

Di kota besar, peluang usaha yang bisa Anda dapatkan mungkin hanya sekitar 50:50. Melihat kenyataan tersebut, Anda yang berdomisili di pedesaan seharusnya sudah mulai berpikir untuk mulai mengembangkan usaha di desa, karena peluang usaha yang dihadirkan terbilang cukup banyak dan menggiurkan.

Namun terkadang, Anda terkendala dengan beberapa hal, diantaranya ide atau tentang bagaimana peluang usaha rumahan di desa yang akan dikerjakan.

Simak dan cermati 10 contoh peluang usaha di desa berikut ini yang mungkin bisa menginspirasi Anda nantinya.

1. Peluang Usaha di Desa dengan Beternak Ayam Kampung

Usaha ternak ayam kampung nampaknya memiliki peluang yang cukup besar untuk dijadikan usaha di kampung Anda. Pasalnya, menurut data yang diambil tahun 2015 hingga 2016 lalu, permintaan ayam kampung yang bisa terpenuhi hanya di kisaran 25-30% saja. Kenyataan ini bisa menjadi salah satu peluang usaha rumahan di desa yang bisa Anda coba.




Namun, bagi pemula tak perlu keburu nafsu dengan membeli ratusan anakan ayam kampung. Anda bisa memulai usaha dengan dua sistem yang sudah umum digunakan. Sistem tersebut yaitu sistem umbaran dan sistem semi intensif. Sistem umbaran sudah banyak digunakan oleh masyarakat pedesaan yang beternak ayam kampung.

Dengan sistem ini, Anda tak perlu repot dengan manajemen pakan dan kandang, sebab ketentuan khusus memang tak berlaku di sistem ini. Anda hanya perlu menyediakan kandang sederhana, yang digunakan untuk berteduh serta istirahat saat malam.

Selebihnya, ayam bisa diumbar (dibiarkan) mencari makanannya sendiri. Sedangkan untuk sistem semi intensif, Anda perlu sedikit modal untuk bisa memulainya. Ada banyak tipe kandang yang biasa diterapkan di sistem ini, diantaranya kandang tipe postal, tipe pekarangan dan tipe baterai.

Kandang dengan tipe pekarangan mungkin bisa menjadi salah satu pilihan terbaik, sebab Anda yang tak banyak memiliki modal bisa memanfaatkannya. Pembuatan kandangnya tak begitu banyak memerlukan modal, yang dibutuhkan justru pekarangan yang luas. Dengan tipe jenis ini Anda akan lebih bisa mengontrol ternak-ternak Anda jika dibandingkan dengan tipe umbaran yang telah dijelaskan sebelumnya.

Baca juga: 6 Kiat Agar Usaha Ternak Ayam Potong Berkembang Pesat

2. Peluang Usaha di Kampung dengan Berbisnis Online

Cakupan internet yang sudah mencapai hingga desa-desa bisa Anda manfaatkan sebagai peluang usaha rumahan di desa selanjutnya. Usaha atau bisnis online bisa Anda coba. Bisnis online atau internet marketing sendiri merupakan usaha potensial di desa yang cukup fleksibel, dimana Anda bisa mengontrol dari mana dan kapan saja Anda mau, selagi Anda masih memiliki akses internet.




Sebelum menjalankan bisnis online, Anda sebaiknya melakukan survei pasar terlebih dahulu, produk apa yang sekiranya dibutuhkan dan sering dicari oleh masyarakat melalui internet. Dalam bisnis ini, Anda bisa membuat sebuah blog atau situs sendiri yang sederhana sebagai tempat jual beli.

Atau mungkin Anda bisa memanfaatkan marketplace atau pihak ketiga, seperti Tokopedia, BukaLapak dan situs sejenisnya untuk menjual barang dagangan Anda tersebut. Walaupun Anda nantinya akan menjalankan bisnis ini dari pedesaan, namun bisnis tersebut masih tetap bisa menjangkau hingga berbagai daerah di Indonesia, tentu dengan bantuan internet. Contohya yang dilakukan oleh Krishna Souvenir.

Bukankah ini contoh peluang yang bagus? Namun begitu, menjalankan bisnis online juga memiliki tantangan yang harus dilalui sebelum akhirnya bisa sukses.

Baca juga: 10+ Peluang Bisnis Online yang Menjanjikan dan Tanpa Modal Besar

3. Bisnis di Desa dengan Berjualan Kuliner Unik

Usaha kuliner atau makanan bisa sukses di manapun dijalankan, termasuk bila usaha ini dibuka desa. Bila Anda punya hobi dan keahlian di bidang memasak makanan, maka tidak ada salahnya bila dijalankan di desa Anda.

Jenis usaha makanan di desa tentunya agak berbeda dengan di kota. Namun, pada dasarnya jenis makanan yang sering dicari itu kurang lebih sama, misalnya bakso, mie ayam, gorengan, dan aneka ragam makanan kecil lainnya.

Modal untuk menjalankan usaha kuliner ini pun terbilang cukup murah, tergantung jenis makanan yang akan dibuat. Tapi yang pasti, Anda harus menyesuaikan jenis makanan yang nantinya dipasarkan di desa Anda.

Baca juga: 25+ Peluang Usaha Makanan yang Menguntungkan di Sekitar Kita

4. Usaha di Desa dengan Berjualan Pulsa Elektrik dan Kuota

Berjualan pulsa elektrik dan kuota internet adalah salah satu jenis usaha yang cocok di desa. Alasannya, karena sekarang ini pengguna handphone dan internet di pedesaan sudah semakin banyak. Para pengguna handphone dan internet inilah target market yang sangat potensial.

Pengguna handphone di Indonesia sudah tak terhitung jumlahnya, bahkan smartphone pun sudah cukup banyak digunakan masyarakat di desa. Hal ini tentu membuka peluang usaha jualan pulsa karena kebutuhan akan pulsa pasti cukup banyak.

Selain pulsa, permintaan akan kuota internet pun sudah cukup tinggi di pedesaan. Tentu saja hal ini bisa dimanfaatkan sebagai ladang bisnis, membuka usaha dengan berjualan kuote internet bagi pengguna smartphone di desa.

Baca artikel: Bisnis Jualan Pulsa Elektrik Wajib Lakukan Strategi Cerdas Ini

5. Peluang Bisnis di Desa dengan Menjual Alat-Alat Pertanian

Menurut saya pribadi, usaha di bidang pertanian adalah jenis usaha paling sukses di desa. Salah satu peluang usaha di desa yang cukup menggiurkan yaitu menjual alat-alat pertanian dan berbagai hal yang berhubungan dengan dunia pertanian, bibit tanaman, dan obat hama misalnya.

Di pedesaan, lahan pertanian masih luas untuk digarap. Ini bisa Anda jadikan peluang bisnis tersebut. Banyak petani yang tentu membutuhkan bibit-bibit tanaman yang berkualitas sebelum musim tanam tiba. Selain itu, para petani tersebut juga membutuhkan alat-alat pertanian untuk menggarap lahan mereka.

Dalam proses perawatan, mereka juga membutuhkan obat hama yang biasanya digunakan saat ada hama yang menyerang tanaman. Dengan usaha rumahan yang Anda dirikan, mereka tak perlu lagi jauh-jauh pergi ke kota atau tempat yang jauh untuk bisa mendapatkan barang-barang yang mereka butuhkan tersebut.

Artikel lain: Startup Sikumis.com Kini Fokus Sebagai Marketplace Agribisnis

6. Usaha di Desa dengan Beternak Jangkrik

Budidaya jangkrik di desa cukup menjanjikan saat ini. Alasannya, selain karena permintaan akan jangkrik cukup besar, untuk menjalankan usaha budidaya jangkrik ternyata modalnya sangat kecil.

Menjalankan usaha ternak jangkrik di desa cukup mudah karena bahan pakan ternak ini biasanya sudah tersedia, misalnya daun singkong dan jenis daun-daunan lainnya.

Modal awal untuk usaha budidaya jangkrik ini adalah kurang lebih Rp500.000,- untuk membeli bibit jangkrik terbaik. Hasil panen ternak jangkrik dari bibit 1 kilogram bisa mendapat untung mencapai Rp2.000.000 – Rp5.000.000,-.

Baca: Usaha Budidaya Ternak Jangkrik Modalnya Kecil Tapi Bisa Bikin Kaya

7. Bisnis di Desa dengan Beternak Kambing

Budidaya ternak kambing merupakan peluang usaha di desa berkembang yang sangat menjanjikan. Banyak orang yang meremehkan usaha budidaya ternak kambing karena tidak tahu potensi bisnisnya.

Memang bisnis ini terkesan ‘ndeso’ tapi faktanya bisnis ini sangat menjanjikan untuk jangka panjang.

Ternak kambing sangat jarang sakit sehingga perawatannya cenderung lebih mudah. Bila dikelola dengan baik, usaha ternak kambing ini cepat balik modal lho.

Baca: Usaha Budidaya Ternak Kambing, Bisnis ‘NDESO’ Tapi Cepat Kaya

8. Usaha di Desa dengan Beternak Kroto

Kroto adalah salah satu pakan burung yang paling banyak dicari oleh para pecinta burung. Kroto atau yang kita kenal dengan semut rangrang ini memang sangat laris karena dianggap sebagai pakan terbaik burung kicau.

Menjalankan usaha ternak kroto ini gampang-gampang susah. Faktor alam sangat berpengaruh, misalnya intesitas cahaya matahari, kelembaban udara, dan lain sebagainya.

Yang pasti budidaya kroto adalah salah satu usaha di desa yang layak dipertimbangkan.

Baca juga: Usaha Budidaya Ternak Kroto Apa Semudah Kedengarannya?

9. Usaha di Desa dengan Beternak Lele

Usaha budidaya ikan sangat cocok bila dijalankan di pedesaan karena alam di pedesaan masih alami. Salah satu jenis ikan yang cukup laris adalah ikan lele, bahkan sampai ada jenis kuliner pecel lele.

Modal awal untuk memulai budidaya ternak lele ini tergantung pada jumlah bibit lele yang akan disebar di kolam. Biasanya harga bibit lele berkisar pada Rp100 – Rp300 per ekor, tergantung ukuran bibit lele yang dibeli.

Sebelum panen, sebaiknya Anda menghubungi beberapa calon konsumen yang membutuhkan ikan lele dalam jumlah besar. Misalnya rumah makan, warung tenda, dan berbagai rumah makan lainnya yang menjual ikan lele dalam menu mereka.

Baca juga: Usaha Budidaya Ternak Lele Teknik Bioflok, Bisa di Lahan Sempit

10. Peluang Usaha di Desa dengan Budidaya Sayuran Organik

Bisnis budidaya sayuran organis adalah jenis usaha yang cocok di desa. Banyak yang meremehkan bisnis sayuran organik, padahal potensi bisnis ini cukup menjanjikan lho. Masyarakat urban saat ini mulai beralih pada makanan yang organik karena kesadaran bahwa makanan organik lebih sehat.

Usaha pertanian sayuran organik ini bisa Anda jalankan di desa dan kemudian menjualnya ke kota. Tentunya Anda harus punya koneksi dengan para penjual sayuran di pinggir kota atau di pusat kota.

Mungkin saat ini hanya orang-orang tertentu yang khusus mencari sayuran organik. Namun, beberapa tahun mendatang dapat dipastikan bahwa sayuran organik akan lebih banyak peminatnya.

Baca juga: Usaha Budidaya Sayuran Organik ala Urban Farming

11. Usaha di Desa dengan Budidaya Buah Naga

Budidaya buah naga adalah salah satu jenis usaha di desa yang menguntungkan dan cukup potensial. Alasannya, buah naga merupakan jenis buah yang banyak diminati karena rasanya yang segar dan manfaatnya bagi kesehatan manusia.

Namun memang untuk menjalankan usaha yang satu ini dibutuhkan modal yang cukup besar dan juga lahan yang cukup luas agar bisa menikmati hasil yang melimpah.

Budidaya buah naga sangat menjanjikan untuk dijalankan, bahkan bisa menjadi pilihan peluang usaha di desa terpencil sekalipun.

Baca juga: Usaha Budidaya Buah Naga, Cara Pembibitan Hingga Perawatan Penting

KESIMPULAN

Di atas tadi adalah 11 contoh peluang usaha di desa yang menjanjikan dan bisa langsung Anda coba dari sekarang. Tentunya sebelum menjalankan usaha tersebut Anda harus melakukan beberapa riset terlebih dahulu.

Riset ini termasuk bagaimana permintaan pasar dan bagaimana peluang usaha di kampung tersebut apabila dijalankan di daerah Anda. Selain itu, Anda juga harus telaten dan ulet dalam bekerja agar usaha Anda dapat berjalan sesuai keinginan. Selamat mencoba!



4 total comments on this postSubmit yours
  1. kalo di tempat saya yang menjanjikan toko bahan sembako

  2. Di desa saya sebenarnya belum banyak yang berpikir ke arah itu, tapi bagus juga saran bang max, mungkin bisa juga memulai bisnis yang sesuai saran bang max, tapi kalau saya sendiri penginnya menanam jahe merah/ kunyit, di tumpangsari dengan pohon albasia juga bagus

  3. Bisnis di kampung saya kebanyakan dikerjakan orang berduit bang Max. Tapi yg bermodal kecil banyak terbantu berkat adanya internet dan media sosial

  4. Klo di tempat kampung saya yang paling banyak di lakukan dan menjanjikan adalah menananm pohon albasia..sengon nama di tempat saya..itu 10 tahun sudah menghasilkan lumayan, tapi sayangnyya nunggunya lama

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud