Beranda Bisnis 3 Page Builder WordPress Terbaik untuk Membuat Website Toko Online

3 Page Builder WordPress Terbaik untuk Membuat Website Toko Online

Page Builder WordPress

Page Builder WordPress – Saat ini, mengembangkan usaha yang telah dijalankan selama beberapa tahun dengan merambah ke dunia bisnis online bukanlah sesuatu yang baru. Bisnis online sudah menjadi sesuatu yang lumrah dimiliki oleh para pengusaha. Mereka bisa dengan mudah memanfaatkan promo Black Friday untuk membeli layanan hosting dan membuat website bisnisnya sendiri.

Maka, tak heran jika dengan kemudahan ini terdapat makin banyak website toko online bermunculan dari waktu ke waktu. Pembuatan website dengan domain gratis selamanya pun kerap dilakukan. Tentunya sebagai langkah awal sebuah usaha yang ingin go online. Tujuannya sudah pasti  untuk mendapatkan revenue atau menghasilkan omset yang lebih tinggi.

Selain hosting dan domain, masih ada beberapa elemen lain yang tidak kalah penting untuk dikelola. Salah satu tools yang paling kerap digunakan untuk membuat website adalah page builder. Tools ini merupakan plugin yang membantu para pemula dalam membangun sebuah website secara mudah, tanpa harus melakukan coding atau belajar bahasa pemrograman.

Baca juga: Makin Mudah Mengelola Website Bisnis Online dengan 3 Plugin WordPress Ini

Saat ini, plugin page builder masih banyak digunakan, terutama oleh para user CMS seperti WordPress. Tanpa menggunakan page builder, user masih harus melakukan coding untuk memodifikasi layoutnya dan bisa dikatakan langkah ini masih belum sepenuhnya user friendly.

Akan jadi cerita yang berbeda apabila memanfaatkan plugin page builder. Anda hanya perlu melakukan drag-and-drop setiap item yang ingin ditambahkan pada website. Para user pemula yang masih awam pun tidak perlu lagi mengutak-atik bahasa pemrograman yang sering dirasa terlalu menyulitkan.

Mengapa Perlu Menggunakan Page Builder WordPress?

Selain kemudahan bagi para user pemula yang belum begitu paham tentang coding untuk membangung website, ada beberapa kelebihan lain yang bisa dimanfaatkan jika Anda menggunakan WordPress page builder. Beberapa di antaranya adalah:

  • Tampilan yang lebih profesional; Tidak seperti website dengan layout yang terkesan membosankan, dengan page builder Anda bisa lebih bebas dalam mendesain website. Tidak perlu terlalu banyak waktu, tenaga, dan biaya tambahan terlalu banyak untuk membuatnya terlihat profesional.
  • Plugin tambahan tidak diperlukan; Jika memiliki layanan premium di WordPress, Anda tidak perlu lagi melakukan instalasi plugin untuk bisa menikmati fitur seperti yang diakomodir oleh page builder. Walau terkesan mahal, tapi nilai yang dibayarkan bisa jadi investasi yang kembali memudahkan Anda di waktu mendatang.
  • Preview yang langsung terlihat secara real time; Saat Anda hanya menggunakan WordPress, hasil dari modifikasi Anda tidak akan langsung terlihat. Anda masih harus melakukan load ulang dan kembali lagi ke halaman customize. Namun, dengan page builder Anda bisa langsung melihat perubahan yang terjadi bersamaan dengan modifikasi yang sedang dilakukan.

Maka dari itu, jika Anda mencari referensi WordPress page builder, berikut beberapa plugin page builder yang layak dicoba.

1. Beaver Builder

Beaver Builder
Beaver Builder

Untuk sebuah ukuran page builder WordPress, Beaver Builder termasuk yang tergolong “mumpuni” dan cukup banyak dikenal oleh para pengguna WordPress. Hingga saat ini, terhitung ada lebih dari 500.000 website yang sudah menggunakannya. Bisa dibilang, page builder ini bukan pemain baru di industri pembuatan website.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Bisnis Anda Harus Memiliki Website Sendiri

Jika Anda ingin membuat website menggunakan Beaver Builder, terdapat 2 versi yang bisa dimanfaatkan. Pilihan pertama, ada versi lite yang merupakan versi gratis dari plugin ini. Dengan pilihan fitur yang cuma-cuma ini, Anda sudah bisa mendapatkan beberapa fitur yang cukup fungsional.

Fitur-fitur yang fungsional tersebut di antaranya seperti text editor, galeri foto, video, elemen HTML, dan sidebar. Selain itu, Beaver Builder lite juga memungkinkan Anda untuk menambahkan widget WordPress dengan shortcode. Sayangnya, versi gratis ini tidak menyediakan template apapun yang bisa Anda modifikasi.

Baca juga: 5 Kesalahan Pemasaran Online yang Sering Dilakukan Marketer Pemula

Merasa kurang puas dengan fitur yang tersedia pada versi lite? Anda bisa purchase versi premium atau berbayar dari plugin ini. Ada 3 pilihan paket berbayar yang bisa diperbarui setiap tahunnya, berupa paket Standard (99 USD), Pro (199 USD), dan Agency (399 USD). Ketiganya dapat mengakomodir penambahan website sebanyak yang Anda inginkan di Beaver Builder.

Saat Anda menggunakan versi berbayar, Anda bisa memanfaatkan fitur multi-site dari paket Pro atau mengatur jaringan multi-site dan menggunakan fitur white label dari paket Agency. Anda pun bisa memaksimalkan pembuatan website dengan puluhan widget dan template tambahan lain untuk memodifikasi tampilannya menjadi semenerik mungkin.

2. Elementor

Elementor

Page builder WordPress yang satu ini bisa dibilang sebagai page builder paling populer di antara deretan nama page builder lain. Walaupun belum lama dirilis, yaitu pada tahun 2016, tapi plugin ini sudah diinstall hingga berjuta-juta kali dalam jangka waktu 3 tahun. Sama seperti Beaver Builder, plugin ini juga menyediakan versi gratis dan berbayar.

Melalui versi gratis dari plugin ini, Anda sudah bisa memanfaatkan puluhan macam template dan widget basic yang dilengkapi dengan custom elemen HTML. Walau begitu, elemen media sosial seperti Facebook, navigasi menu, dan daftar harga tidak tersedia di dalamnya. Sehingga akan terasa kurang apabila Anda membuat website toko online menggunakan versi gratis ini.

Baca juga: 3 Cara Memanfaatkan Blog untuk Mendapatkan Uang dari Internet

Namun, jika Anda berkenan menyisihkan budget lebih banyak untuk versi berbayar, Anda bisa mendapatkan tambahan widget profesional hingga 22 macam. Di samping itu, Anda juga mendapatkan 18 widget WooCommerce dan free access ke berbagai fitur marketing lain yang terintegrasi dengan Elementor, seperti HubSpot dan Mailchimp.

Maka, apabila Anda ingin membuat toko online yang mampu mengakomodir kemudahan akses para pelanggan, Anda bisa memanfaatkan paket premium Elementor, mulai dari Personal (49 USD), Business (99 USD), maupun Unlimited (199 USD). Layanan ini dapat diperbarui setiap tahun dan di-non-aktifkan sewaktu-waktu tanpa meninggalkan shortcodes apapun.

3. Page Builder by Site Origin

Page Builder by Site Origin

Dibandingkan dengan kedua page builder sebelumnya, page builder dari SiteOrigin bisa dikatakan cukup sederhana dan mudah untuk digunakan. Dengan banyaknya user aktif yang menggunakan plugin ini, SiteOrigin menjadi salah satu yang banyak diminati oleh para pemula untuk membangun website idamannya.

Bagi Anda yang merasa on budget, tidak ada salahnya untuk mencoba berbagai widget dan template yang tersedia pada versi gratis dari plugin ini. Ada lebih dari 20 pilihan widget dan template yang bisa digunakan, termasuk slider gambar/video dan tabel harga untuk memperjelas visual display produk yang dijual melalui website toko online Anda.

Baca juga: 5 Referensi Website untuk Belajar Coding Secara Online

Ingin menginvestasikan modal lebih banyak pada layanan premium? Tidak ada salahnya, kok. Dengan melakukan satu kali pembayaran sebesar 29 USD di awal, Anda bisa memaksimalkan pembuatan website dengan 17 widget tambahan, bantuan melalui email dan update secara cuma-cuma.  

Dalam penggunaannya, Anda akan lebih diuntungkan lagi jika memahami bahasa pemrograman, seperti CSS, untuk mengganti tampilan HTML. Namun apabila Anda masih merasa amatir, plugin ini juga tetap dimaksimalkan tanpa harus memahami bahasa pemrograman yang terlalu rumit.

Kesimpulan

Bagi para pengguna yang masih tergolong pemula di dunia pembuatan website, adanya page builder akan sangat memudahkan mereka yang masih awam. Baik dengan versi gratis maupun berbayar, Anda bisa memanfaatkan beberapa page builder di atas untuk memaksimalkan kebutuhan fitur yang diperlukan website toko online Anda.

Selamat mencoba!

1 KOMENTAR

  1. Saat ini masih pakai Elementor sih. Tapi ada kemungkinan pakai siteorigin karena “sederhananya” juga gak berat untuk dijalankan.

Tinggalkan Balasan