Hati-Hati!! Beginilah Modus Pembobolan Email yang Terbaru

pembobolan email

Bagi Anda yang sangat akrab dengan ranah digital, membuat email mungkin sudah sangat penting karena menjadi layaknya identitas kita di dunia maya. Bagaimana tidak, kini hampir semua layanan yang disediakan di internet membutuhkan email sebagai salah satu akses vital.

Melihat pentingnya fungsi sebuah email pribadi, sudah pasti kita harus menjaga baik-baik keamanan akses email kita dari pihak tak bertanggung jawab. Anda tidak bisa menutup mata bahwa kini besarnya potensi sebuah email telah menarik para pelaku cybercrime untuk membobol akses masuk dan memanfaatkan email kita untuk berbagai tindak merugikan.

Yang terbaru, dirilis oleh perusahaan sekuritas digital, Symantec, modus pembobolan akun email kini kian beragam dan membayakan. Yang mengejutkan adalah, ternyata teknik hacking yang dipakai para pelaku kini sangatlah mudah dilakukan, bahkan oleh seorang awam sekalipun. Sebagai langkah waspada akan keamaan aktifitas digital, artikel berikut ini tentu jangan sampai Anda lewatkan.

Artikel lain: Ini Cara Mengetahui Akun Palsu di Facebook, Waspada Cybercrime!

Modus Pembobolan Email Makin Sederhana Namun Mematikan

Dalam sebuah laporan daring yang dirilis oleh Symantec, terungkap sebuah modus email hacking yang terbilang baru namun sangat berbahaya. Dikatakan berbahaya karena nyatanya dengan sebuah teknik sederhana, seorang hacker newbie sekalipun bisa menjalankan teknis pembobolan tersebut.

Kini dengan semakin berkembangnya #teknologi, perangkat dan sistem keamanan internet memang secara linier ikut berkembang. Namun apakah dengan peningkatan keamaan tersebut kita sudah bisa merasa aman? Tentu tidak! Kita masih harus terus waspada, karena setiap saat bisa saja kita menjadi korban cybercrime.

Kembali pada teknik pembobolan email tersebut, yang menjadi senjata utama para hacker email adalah teknik sederhana dan fakta bahwa pengguna umumnya sangat patuh dan takut pada pihak berwenang.

Sebagai ilustrasi, ketika kita berada di jalan dan kemudian nampak seseorang berseragam layaknya petugas kemudian memaksa kita untuk berhenti, akankah kita menuruti perintahnya? Tentu kebanyakan dari kita akan patuh bahkan ketika tiba-tiba sang petugas meminta surat atau kunci kendaraan sekalipun, banyak dari kita mungkin akan memilih pasif dan menuruti perintah.

Dari ilustrasi di atas, terlepas dari fakta bahwa orang tersebut benar-benar pihak berwenang atau hanya “petugas” gadungan, yang bisa kita tangkap yakni modus yang digunakan sangatlah sederhana dan yang kedua yakni setiap orang cenderung memilih taat jika melihat sesuai yang dilabeli tanpa otoritas (pihak berwenang, petugas keamanan hingga yang mengatasnamakan sebuah perusahaan).

Hanya berbekal dua fakta ini saja seorang kriminal sudah bisa melancarkan serangan, demikian juga dalam tindak pembobolan email.




Pesan SMS Palsu Sebagai Senjata Utama

Masuk dalam detil teknik hacking email, langkah pertama yang dilakukan oleh para pelaku tersebut adalah dengan mencari tahun alamat email dan nomor ponsel korban. Setelah mendapatkan “umpan” tersebut, lantas pelaku melakukan prosedur pemulihan password email atau yang sering kita lihat dengan kata “lupa password” pada saat akan login pada layanan email.

Setelah prosedur dilakukan, maka si pelaku akan memilih opsi pemulihan akun lewat kode verifikasi pesan singkat. Dengan begitu, nantinya sang korban akan mendapatkan sebuah pesan singkat berisi kode verifikasi dari pihak penyedia layanan email.

Di sinilah sang bandit maya beraksi. Dengan berpura-pura sebagai pihak penyedia email, ia kemudian mengirimkan pesan pada sang korban yang intinya meminta dikirimkan kode verifikasi yang baru masuk tadi. Dan walla.. jika Anda lengah, akses email pun melayang sudah.

Baca juga: 5 Tips Aman Akses Internet Dan Media Sosial Bagi Anak

Bagaimana Mencegah Aksi Pembobolan Email

Selain dengan aktif mengupgrade kekuatan password (infonya ada di sini), untuk menghindarkan kita dari modus pencurian email di atas kita harus memahami betul beberapa hal dasar.

Yang pertama adalah tiap kode verifikasi yang masuk via pesan singkat atau email, merupakan hak pribadi kita yang tidak boleh diketahui orang lain. Anggap saja di samping password email, kode verifikasi ini juga layaknya pin kartu ATM milik Anda yang tidak boleh diketahui orang lain.

Yang kedua adalah umumnya pesan singkat yang dikirimkan oleh pihak penyedia layanan email (Gmail, Yahoo mail, Hotmail), tidak membutuhkan konfirmasi balasan, alias tidak perlu dibalas. Jadi jika ada sebuah pesan dari penyedia layanan email yang meminta balasan, ada baiknya anda mengeceknya terlebih dahulu. Untuk amannya kita bisa mencari infomasi di web resmi seperti contohnya mail.Google.com untuk akun Gmail.

Bagaimana pun pengguna awam seperti kita masih mempunyai kemungkinan menjadi korban pembajakan email. Yang bisa kita lakukan adalah terus bersikap waspada dan senantiasa mengupdate informasi terbaru tentang fitur keamanan di dunia maya. Be save, be smart!



2 total comments on this postSubmit yours
  1. ngeri banget ini, saya hampir pernah kena

  2. Kalau saya mengamankannya dengan cara verifikasi kode pada sms

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud