Yeni Mulyani Hidayat ~ Sempat Dikira Gila, Pengrajin Daur Ulang Ini Hasilkan Uang Puluhan Juta Per Bulan

Yeni Mulyani Hidayat

Image dari Tribunnews.com

Sampah memang tak melulu menjadi sesuatu atau hal kotor dan harus dibuang. Jika kita kreatif dan mau serius menjadikan sampah lebih bernilai maka bisa saja produk-produk menarik akan tercipta. Inilah sebuah terobosan yang juga dilakukan oleh Yeni Mulyani Hidayat (Yeni). Dengan kreativitas yang dimiliki dan didorong oleh kekesalan pada banyaknya sampah, Yeni kemudian mengolah sampah-sampah yang ada ini menjadi sesuatu yang berarti dan bahkan menjadi sumber uang yang melimpah.

Meski begitu kesuksesan yang diraih Yeni tidaklah mudah, saat ia mengumpulkan sampah disetiap jalan yang dilaluinya, kerap kali dirinya dianggap orang gila atau seorang pemulung. Namun dengan keseriusannya untuk membersihkan lingkungan dari sampah maka kemudian Yeni sukses menjadi entrepreneur dengan sukses dengan sejuta karya dan tentunya pendapatan. Lalu seperti apakah usaha yang dilakoni wanita asal Cianjur, Jawa Barat ini? Berikut ulasannya.

Hasilkan Barang Seni Bermutu Tinggi

Dari sampah yang dikumpulkannya seperti botol plastik, bungkus kopi, botol minuman ringan, koran bekas, hingga kaleng bekas, Yeni Mulyani Hidayat kemudian melakukan daur ulang. Dari kreativitas yang dimilikinya, lahirlah kemudian barang-barang kerajinan tangan yang menarik seperti mulai dari tas wanita, jam dinding, kotak tisu, toples permen, hingga piring koran.




Mesti pada awalnya barang-barang yang dihasilkan Yeni belum ada yang melirik. Tapi dengan segala usaha dan ketekunannya akhirnya perlahan lahan barangnya mulai dibeli konsumen. Dan seiring perjalanan usahanya, pesanan dari pembeli pun terus berdatangan terus-menerus.

Artikel lain: Bijaksana Junerosano ~ Peduli Lingkungan Plus Semangat Entrepreneur Tinggi, Kini Sukses Berbisnis Sampah

Dirikan Bank Sampah My Darling

Dari pertumbuhan usahanya ini Yeni pun mengajak 4 rekan lainnya untuk bergabung bersamanya. Dengan kolaborasi bersama empat temannya ini kemudian Yeni mendirikan “Bank Sampah My Darling” pada tahun 2013 yang berlokasi awal di daerah Halimun, Setiabudi, Jakarta Selatan.




Nama “Bank Sampah My Darling” adalah akronim dari Bank Sampah Masyarakat Sadar Lingkungan. Sampah yang didapat Yeni sendiri tidak semua didaur ulang menjadi barang. Karena 20 persen dari sampah yang diperoleh dijual kepada lapak barang bekas.

Ditinggal Teman-temannya

Setelah Bank Sampah My Darling, Yeni Mulyani Hidayat tak merasakan kegembiraan yang terus-menerus. Pasalnya dirinya sedikit demi sedikit harus ditinggal teman-teman karena tidak mau membantu dan juga dianggap bukan orang yang waras.

Walau ditinggalkan oleh teman-temannya, dengan keseriusannya Yeni mampu membuktikan bahwa apa yang diremehkan teman-temannya adalah hal yang salah. Barang-barang yang dibuat Yeni pun sudah menghasilkan uang. Barang-barang kerajinan daur ulang yang dihasilkan Yeni sendiri dijual mulai dari harga Rp 500 sampai Rp 500.000.

Jika dijelaskan lagi maka harga ini terdiri dari harga tas olahan plastik bungkus susu dihargai Rp 350.000 sampai Rp 400.000 per buah, guci dari bungkus rokok Rp 500.000, tikar dari bungkus kopi 1 meter Rp 100.000, piring koran Rp 20.000 per buah.

Baca juga: Irene Holle ~ Sukses Berbisnis Pengolahan Sampah Berkat Kepedulian Tinggi Terhadap Lingkungan

Jadi Mitra PLN hingga Go Internasional

Selain mendapatkan banyak pelanggan, saat ini Yeni pun sudah menjadi mitra wirausaha bersinar binaan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dari kemitraan ini, Yeni pun bisa mengikuti berbagai pameran, seperti Inacraft yang direspon positif oleh para pengunjung. Saat pameran sendiri artis dan penyanyi Memes juga tertarik. Meski tak bawa uang, Yeni memiliki ide untuk menukar (barter) dengan sepatu milik Memes. Karena Memes setuju maka produk kerajinannya pun jadi dimiliki seorang artis.

Tidak hanya itu saat ini Yeni juga sering menjadi tamu untuk memberikan pelatihan tata kelola daur ulang sampah dalam pameran berskala nasional dan internasional. Pelanggannya sendiri berangsur-angsur terus meluas tidak hanya dari pembeli dalam negeri tapi juga dari luar negeri. Ya, karena produknya yang berkualitas, maka tak ayal memang jika produk Yeni kini sudah go international.

Beberapa pembeli luar negeri ini biasanya datang dari Singapura, Malaysia, Inggris, Amerika, Australia, Nigeria. Menurut Yeni umumnya pelanggan dari luar negeri ini datang membeli produknya untuk keperluan oleh-oleh. Untuk omset atau pendapatannya, jangan ditanya lagi. Bank Sampah My Darling saat ini sudah mampu menghasilkan hingga puluhan juta rupiah per bulan.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2017 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud