Irene Holle ~ Sukses Berbisnis Pengolahan Sampah Berkat Kepedulian Tinggi Terhadap Lingkungan

Irene Holle

Image dari Femina.co.id

Sumber inspirasi membangun sebuah bisnis nyatanya bisa datang dari mana saja. Berapa pengusaha sukses berhasil mencapai posisinya saat ini diawali dengan ketertarikan di satu bidang, seberapa pengusaha lain ada juga yang memulai usahanya justru karena adanya tekanan Kondisi kehidupan.

Namun berbeda dengan seorang pengusaha wanita bernama Irene Holle yang berhasil mengembangkan bisnis dalam bidang pengolahan sampah berawal dari keprihatinan. Melihat fenomena masalah sampah yang semakin parah di negeri ini, wanita yang awalnya sama sekali tidak mempunyai background dalam bidang lingkungan tersebut, terbukti malah dapat berhasil lewat upaya keras membangun bisnisnya.

Selengkapnya tentang kisah dan perjuangan Irene Holle membangun perusahaan pengolahan sampah Recyclindo, bisa rekan-rekan simak pada artikel berikut ini.

Berawal Dari Kepedulian Irene Holle Terhadap Kondisi Lingkungan

Saat ini Irene Holle mungkin dikenal sebagai seorang entrepreneur wanita penggiat bisnis pengolahan kembali sampah organik melalui perusahaan yang ia dirikan yakni PT. Recycle Indonesia Utama Mandiri. Namun yang menarik ternyata Irene sama sekali tidak mempunyai background dalam bidang manajemen lingkungan. Karena dulunya pendidikan adalah dalam bidang food and beverage, bahkan jika ditanya tentang cita-cita mungkin yang terbayang dalam benaknya dulu adalah mempunyai usaha kuliner.

Namun Jalan takdir berkata lain, kini wanita 41 tahun tersebut justru berhasil berkarya di bidang bisnis yang mungkin sama sekali tidak pernah terpikir olehnya.




Menengok kembali pada saat awal mengembangkan usaha, keinginan Irene mendalami bisnis pengolahan kembali sampah bermula dari keprihatinan dirinya terhadap kondisi lingkungan yang semakin buruk. Kebiasaan masyarakat dalam membuang serta mengolah sampah nyatanya masih sangat rendah di Indonesia. Dampaknya tentu kita semua tahu, sampah yang menggunung menyebabkan berbagai masalah mulai dari sarang penyakit hingga banjir tahunan yang kerap menyerang kota-kota besar.

Artikel lain: Lea Kusumawijaya ~ Sebarkan Motivasi Wanitapun Bisa Menjadi Pemimpin Bisnis

Luangkan Waktu Mendalami Teknik Pengolahan Sampah

Pada tahun 2002, langkah irene mendalami bisnis pengolahan sampah mulai dijalankan. Kala itu untuk mendapatkan informasi tentang proses dan teknik pengolahan sampah, tempat “berguru” pada BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) lewat sebuah event kursus bertajuk Zero waste. Dalam pembekalan selama tiga hari tersebut, Ia mendapatkan pengalaman yang luar biasa besar tidak hanya dalam hal teknis namun lebih dalam lagi ya ini besarnya potensi bisnis yang terkandung dalam tumpukan sampah.

pengalaman unik terjadi kala ia sempat mengunjungi lokasi tempat pembuangan akhir di Bantar Gebang Bekasi. Waktu itu melihat tumpukan sampah yang menggunung serta bau yang tidak sedap membuat dirinya mabuk akibat tak tahan dengan bau tersebut. Belum lagi ketika mengunjungi lokasi tempat jagal hewan ternak kawasan Cakung,  nyatanya bau di lokasi tersebut jauh lebih “mematikan”.

Baca juga: Novita Tandry ~ Berawal Dari Kecintaan, Hingga Sukses Bangun Bisnis Pendidikan Anak




Mulai Mengembangkan Bisnis Pengolahan Sampah

Setelah menyelesaikan kursus singkat, bahkan sempat sakit selama 3 hari Paskah kunjungan tersebut, tidak membuat Irene gentar. Justru sangat bersemangat untuk segera memulai bisnis pengolahan sampah miliknya sendiri. Bermodal uang padi sebesar 100 juta rupiah, iya mulai menyiapkan segala keperluan mulai dari truk pengangkut sampah, lokasi pengolahan, hingga biaya operasional untuk pegawai. Bertempat di kawasan Cinangka Sawangan Depok, perusahaan Recyclindo milik Irene mulai dijalankan.

Awalnya tentu tidak mudah, Bagaimana mencari pasokan sampah organik yang sesuai dengan kriteria pengolahan, ternyata cukup sulit untuk dilakukan. Namun lambat laun ia mulai mendapatkan agen agen pemasok sampah organik yang bisa memberikan bahan baku sampah secara konsisten.

Hingga setelah beberapa tahun berjalan, perusahaan yang memproduksi pupuk kompos tersebut mulai menampakan hasil yang signifikan. Dalam setiap hari perusahaan tersebut mampu menghasilkan 500 kg pupuk dengan omset pendapatan mencapai 70 juta rupiah setiap bulannya. Bahkan berkat kepedulian tinggi yang ia Tunjukkan terhadap lingkungan, pada tahun 2010 Irene didapuk menjadi pemenang dalam Lomba Wanita Wirausaha BNI-Femina periode 2010-2011 dalam kategori Green Entrepreneur.



1 comment on this postSubmit yours
  1. orangnya sangat peduli… jarang orang sekarang bisnisnya sampah

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud