Waspadalah, Ini Tanda-tanda Co-Founder Startup Anda Bermasalah

co-founder startup bermasalah

Image dari bbb.org

Bagi sebuah perusahaan rintisan, peran co-founder startup sangatlah vital. Memiliki co-founder yang tepat adalah sebuah keuntungan yang luar biasa bagi sebuah startup. Namun sebaliknya, ketika Anda salah dalam memilih seorang co-founder, maka perkembangan bisnis yang sedang Anda kerjakan menjadi taruhannya. Untuk menghindari lebih dini kemunduran #startup karena co-founder Anda bermasalah, sebaiknya Anda mengetahui beberapa tanda yang nampak pada seorang co-founder yang bermasalah.

Setidaknya Anda bisa segera mengambil tindakan ketika Anda melihat tanda-tanda yang ada pada seorang co-founder yang sedang bermasalah tersebut. Tindakan yang Anda ambil bisa dengan melakukan pembinaan, atau bisa juga Anda menggantinya dengan orang lain. Perhatikan beberapa poin di bawah ini.

1. Tidak Memprioritaskan Perusahaan

Sebagai seorang co-founder, tentunya tugas utamanya adalah memastikan bagaimana perusahaan bisa berjalan dan berkembang dengan baik. Perusahaan yang sedang Anda kembangkan, harus menjadi prioritas utama bagi seorang co-founder.



Tidak bisa seorang yang menjadi co-founder Anda kemudian dia justru mengutamakan perusahaan lain dalam berbagai jalan. Ini bisa jadi sebagai tanda-tanda bahwa co-founder Anda sedang bermasalah. Atau setidaknya co-founder yang Anda miliki kurang berkontribusi baik pada perusahaan yang sedang Anda kembangkan.

Artikel lain: 5 Tips Yakinkan Partner Bisnis Dalam Membangun Startup 

2. Mereka Terlalu Banyak Bicara

Berbicara atau berdiskusi dengan co-founder startup dalam membicarakan perkembangan ke depan bisnis yang sedang Anda bangun adalah sesuatu yang sangat bagus. Saling mendengarkan apa yang dibicarakan adalah salah satu pintu untuk mendapatkan ide untuk sebuah inovasi. Namun perlu juga Anda sadari bahwa andalah foundernya, jadi ketika co-founder mulai banyak bicara dan justru melebihi Anda, apalagi mulai mengatur beberapa poin yang bukan domainnya, maka Anda patut waspada.

Bagaimanapun juga Founder adalah tetap yang utama dalam sebuah bisnis startup. Anda sebagai Founder lah yang menentukan kebijakan untuk startup yang sedang dikembangkan. Meski juga harus melalui diskusi dengan co-founder, namun Anda adalah sebagai penentu kebijakan.

3. Co-Founder Startup Gemar Name-Dropping

Name-Dropping? ya, name-dropping atau suka membawa-bawa nama orang-orang populer bisa jadi merupakan salah satu tanda bahwa seseorang tengah bermasalah. Itu seperti sedang menunjukkan eksistensi diri, yang sama artinya bahwa seseorang tersebut belum eksis. Sama halnya dengan seorang co-founder, ketika mereka sering membawa atau mencatut nama orang populer untuk mengasosiasikan diri, maka Anda patut mempertanyakan kapasitas mereka.

Anda perlu melakukan evaluasi lebih mendalam lagi terkait co-founder semacam ini. Orang yang selalu membawa nama orang populer untuk mencitrakan dirinya, adalah orang yang sejatinya memiliki krisis kepercayaan diri. Sehingga mereka selalu membawa nama lain untuk mengangkat namanya, dan itu adalah sesuatu yang buruk.

4. Kurang Pemahaman Terhadap Detail Perusahaan

Sangat sentral sekali peran seorang co-founder terhadap pengembangan sebuah startup. Maka dari itu, seorang co-founder dituntut untuk mengetahui lebih dalam mengenai hal-hal detail di dalam perusahaan. Terlalu besar risikonya jika Anda mempercayakan tugas berat ini pada seseorang yang sama sekali tidak tahu secara detail pada masalah-masalah perusahaan.

Setidaknya seorang co-founder selalu meng-update pengetahuannya mengenai masalah yang sedang dihadapi perusahaan setiap hari. Karena bagaimanapun juga masalah akan selalu muncul dalam pengembangan sebuah startup. Maka dari itu, pemilihan co-founder yang tepat harus dilakukan di awal saat pendirian sebuah startup agar tidak terjadi masalah di tengah jalan.

Baca juga: 5 Ahli Yang Mutlak Anda Butuhkan Dalam Membangun Sebuah Startup

5. Tidak Menghargai Satu Sama Lain

Anda sebagai Founder harus bisa memilih co-founder yang baik untuk startup Anda. Pastikan Anda memilih orang yang bisa menjalin kerjasama dengan Anda, bisa berkomunikasi dengan baik dan terutama bisa saling menghargai dan menghormati satu dengan yang lain.

Jika ternyata Anda sulit berteman, sulit menjalin komunikasi yang sehat dan tidak bisa banyak bercerita mengenai masa depan perusahaan pada co-founder startup Anda, maka mungkin co-founder yang Anda miliki saat ini tidak bagus untuk masa depan startup Anda. Maka Anda harus segera melakukan sesuatu, bisa dengan merubah sikapnya, atau tindakan ekstrem, Anda bisa menggantinya.





1 comment on this postSubmit yours
  1. Mencari tanda-tanda musuh dalam selimut tidak semudah yang kita bayangkan. Mereka tertawa, tersenyum dan bercanda bareng.. eh ternyata semua itu adalah racun.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud