Twitter Pastikan Akan Lakukan PHK Besar-besaran! Ada Apa dan Kenapa?

Twitter Pastikan Akan Lakukan PHK Besar-besaran! Ada Apa dan Kenapa?

Image dari Panamericanworld.com
Image dari Panamericanworld.com

Perusahaan berbasis digital yang menggerakkan #media sosial terbesar kedua di dunia, Twitter membuat kabar yang sangat mengejutkan akhir-akhir ini. Kabar mengejutkan? Ya, bagaimana tidak, perusahaan yang sudah besar dan eksis selama bertahun-tahun ini diberitakan akan melakukan perombakan tim dengan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran.

Awalnya kabar ini memang sekedar isu dan kabar burung belaka yang belum terbukti kebenaranya. Namun sekarang kabar ini sepertinya semakin menunjukkan kenyataan dan kebenarannya. Pasalnya ada sebuah email yang dikirimkan oleh CEO Twitter, Jack Dorsey yang ditulis pada 13 Oktober 2015 kepada semua karyawan #Twitter yang dianggap sebagai awal pemberitahuan atas kebenaran kabar PHK tersebut.

Lalu ada apa dan kenapa perusahaan yang berpusat di California, Amerika Serikat sampai melakukan hal ini? Berikut ulasannya.

Buntut Dari Terpilihnya Kembali Jack Dorsey

Banyak yang berasumsi dan mengatakan bahwa kabar tentang rencana pemutusan hubungan kerja yang akan terjadi dalam waktu kurang dari seminggu  ini disebabkan buntut dari terpilihnya kembali Jack Dorsey sebagai CEO Twitter pada 5 Oktober 2015 kemarin.

Ini karena pada bulan Juni sebelum pemilihan Dorsey pernah menyatakan keinginannya untuk membuat perusahaannya lebih fokus. Saat itu Dorsey mengatakan bahwa proyek-proyek di dalam Twitter mesti diklarifikasi ulang dan dirombak sedemikian rupa untuk mewujudkan keinginan itu.

Artikel lain: Bakal Ganti Bos, 3 Kualitas Ini Wajib Dimiliki CEO Twitter yang Baru

Fakta dan Data Karyawan Twitter

Dari keinginan Jack Dorsey ini sekarang coba kita tengok bagaimana keadaan sebenarnya dari porsi jumlah pekerja di Twitter. Menurut orang-orang yang dekat dengan perusahaan beranggapan bahwa Twitter memang memiliki terlalu banyak pegawai, terutama dalam divisi teknisi. Twitter sendiri sekrang telah memiliki total 4.100 pegawai di seluruh dunia pada kuartal terakhir.

Jumlah ini sendiri merupakan angka yang meningkat dua kali lipat lebih besar dibandingkan jumlah karyawannya pada kuartal kedua 2013, sebelum mengajukan penawaran saham perdana, yaitu sekitar 2.000 orang. Dan sayangnya peningkatan jumlah pekerja twitter ini tidak sebanding dengan peningkatan jumlah pengguna yang hanya tumbuh kurang dari 50 persen.

Latar Belakang dan Tujuan Restrukturisasi

Selidik punya selidik, ada beberapa agenda yang memang sedang dipersiapkan Twitter yang diwakili Jack Dorsey untuk menumbuhkan perusahaan. Dalam kaitannya dengan restrukturisasi dan pemangkasan jumlah pegawai ini Dorsey menyatakan bahwa hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengatur fokus organisasi perusahaan.

Perusahaan yang dipimpinnya saat ini memang sedang berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatan. Selain itu mereka juga sedang berusaha meningkatkan daya tarik layanan di tengah pertumbuhan jumlah pengguna yang mengalami stagnasi.

Dengan jumlah pertumbuhan rata-rata yang melambat pada kuartal dua 2015 ini memang dirasa sangat tidak menguntungkan. Maka dari itu PHK di Twitter terjadi di mana perusahaan sedang melakukan restrukturisasi organisasi agar membuatnya lebih sederhana dan efisien.

PHK di Bagian Engineering atau Teknisi

Sejatinya kabar PHK Massal ini muncul bersamaan saat Twitter dikabarkan tengah merestrukturisasi bagian engineering atau teknisi untuk menjadi lebih sederhana dan efisien. Karena itu, menurut banyak analisa, kemungkinan besar yang akan terkena dampak paling besar adalah para engineer, yang diperkirakan jumlahnya mencapai setengah dari total karyawan.

Meskipun PHK akan lebih banyak terjadi pada bagian teknisi, sumber dalam di Twitter mengatakan bahwa kemungkinan PHK akan berdampak pada banyak departemen lain di dalam perusahaan.

Baca juga: Lolos Beragam Tes, Mahasiswa Fasilkom UI Ditarik Magang Kerja di Twitter

Konfirmasi PHK Lewat Tweet

Kabar mengenai PHK ini semakin terang benderang saat Chief Executive Officer (CEO) Twitter, Jack Dorsey, mengonfirmasi rumor ini. Dorsey sendiri menyampaikannya melalui akun Twitter pribadinya, @jack yang kicaukan pada 14 Oktober 2015.

Dengan adanya Pernyataan Dorsey ini maka hal ini menjadi pembenaran atas laporan yang sebelumnya dipublikasikan laman ReCode. Dalam invetigasi yang lebih dalam lagi didapatkan informasi bahwa Twitter akan merumahkan 336 karyawan atau sekira 8 persen dari total tenaga kerjanya.

“Kami membuat keputusan yang sulit, tapi penting untuk membuat Twitter bergerak dengan fokus yang lebih besar dan berinvestasi kembali dalam pertumbuhan kami,” tulis Dorsey di akun Twitter-nya. Melalui kicauannya tersebut Dorsey juga mencantumkan tautan yang merujuk pada email yang dikirimkannya kepada para karyawan Twitter pada hari yang sama tertanggal 13 Oktober 2015.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan