Bakal Ganti Bos, 3 Kualitas Ini Wajib Dimiliki CEO Twitter yang Baru

Image dari Jasarat.org

Image dari Jasarat.org

Membahas kesuksesan setiap #media sosial dalam menjangkau para penggunanya rasanya tak pernah ada habisnya. Sebagai salah satu media sosial dengan pengguna terbanyak saat ini, Twitter senantiasa menerapkan berbagai langkah inovatif yang mendukung perkembangannya dari hari ke hari. Inovasi ini tentu tak lepas dari sang CEO, Dick Costolo yang aktif mewujudkan ide-ide segar dalam pengembangan Twitter.

Setelah berhasil memimpin Twitter sejak masih menjadi media sosial yang belum dikenal banyak orang, kini Dick Costolo harus merelakan tempatnya diberikan untuk generasi CEO penerus Twitter. Mengelola media sosial dengan total aset lebih dari 23 milyar dollar ni tentu bukan perkara yang mudah. Karena setidaknya harus ada 3 poin penting ini sebagai syarat kualitas sang CEO Twitter berikutnya :

1. CEO Twitter Wajib Lihat Bernegosiasi

Dick Costolo tidak meninggalkan bangku CEO karena keputusan para dewan petinggi #Twitter yang tidak puas. Justru Dick lebih banyak mendapatkan tantangan dari pihak Wll Street. Mengelola sebuah perusahaan media sosial ternyata jauh lebih sulit daripada mengelola startup bisnis. Bahkan di Twitter tidak ada pihak yang memiliki kontrol penuh untuk menentukan arah kebijakn bagi perkembangan Twitter.

CEO Twitter berikutnya harus lebih mahir dari Dick Costolo dalam hal bernegosiasi dengan Wall Street. Memastikan bahwa Wall Street selalu memiliki keuntungan maksimal di setiap kuartal sambil mengembangkan produk-produk Twitter dan kesejahteraan staf akan menjadi sebuah fokus yang sangat kompleks.

Artikel lain: Harapan yang Ingin Diwujudkan Twitter di Tahun 2015

Dalam hal ini, pengalaman mengelola perusahaan publik, memantau laporan keuangan serta memenuhi panggilan triwulan adalah tantangan yang besar bagi sang CEO Twitter selanjutnya.

2. Mahir Membenahi Pendapatan dan Produk Twitter

Dikenal sebagai perusahan publik yang amat besar, Twitter sebenarnya bisa memiliki kestabilan bisnis di bidang teknologi. Namun sayangnya akhir-akhir ini bisnis Twitter malah mengalami kendala yang cukup besar. Sejak sahamnya anjlok drastis karena pendapatan yang menurun, Twitter menunggu langkah perbaikan yang efektif demi mengembalikan kejayaannya di masa mendatang.

Pertumbuhan pengguna Twitter selalu berlangsung dengan pesat. Tetapi pertumbuhan tersebut nyatanya tak diiringi dengan pertumbuhan bisnis. Produk-produk yang diluncurkan Twitter juga terkenal kurang bisa mempertahankan para penggunanya untuk selalu menggunakan Twitter.

Tentu saja Twitter membutuhkan perbaikan visi dan segala komponen di dalamnya supaya bisa beroperasi sebagai media sosial yang kembali prima di masa mendatang. Perbaikan secara berkesinambungan ini menjadi tanggung jawab CEO yang akan segera menggantikan posisi Dick Costolo.

3. Inovasi di Bidang Bakat Baru Serta Ide yang Kreatif

Butuh bakat yang baru dan orisinal dalam menyukseskan perjalanan perusahaan publik. Dan hal ini mulai beranjak dari Twitter sejak ditinggalkan oleh bakat-bakat yang dimiliki Rishi Garg, Jessica Verrilli, Jeff Sandquist dan beberapa orang berbakat lainnya. Bukan tidak memiliki bakat-bakat baru yang segar, namun rasanya akhir-akhir ini Twitter sudah dipenuhi orang-orang berbakat yang punya segudang pengalaman.




Jika dibandingkan dengan #Google dan Facebook, kemampuan Twitter dalam melakukan rekrut pekerja masih tertinggal. Hal ini juga menjadi salah satu tugas berat bagi sang CEO Twitter berikutnya. Bahwa sang CEO penerus tersebut harus memiliki kharisma untuk merekrut bakat-bakat baru di Twitter supaya perkembangan Twitter akan berlangsung lebih dinamis dan menarik.

Baca juga: 7 Agenda Twitter Pasca Memiliki Kantor Resmi di Indonesia

Memperbaiki citra Twitter di kalangan pengguna internet dunia bukanlah sebuah tugas yang mudah. Eksistensi saja tak cukup untuk menggali potensi Twitter sebagai salah satu perusahaan publik yang besar dan kuat.

Ada banyak sekali kandidat besar yang cocok menempati posisi CEO Twitter. Tetapi tampaknya para dewan petinggi Twitter harus bekerja ekstra keras untuk menentukan sosok mana yang paling tepat untuk posisi tersebut. Masih ada kesempatan bagi Twitter untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu jika kini CEO yang memiliki 3 kualitas tersebut berhasil ditemukan. Selamat berjuang menemukan sang pemimpin baru Twitter!



1 comment on this postSubmit yours
  1. Menuju Twitter yang lebih baik..

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud