Tony Fadell ~ Kisah Perjuangan Founder Nest Labs

tony-fadell

Image dari Journaldugeek.com

Lahir dengan nama Anthony Michael Fadell, Tony Fadell merupakan seorang penemu teknologi keturunan Amerika-Libanon, yang telah menginisiasi beberapa produk teknologi seperti iPod serta perangkat thermostat pintar. Pria kelahiran 22 Maret 1969 ini juga dikenal lewat keahliannya di bidang #enterpreneur, desain serta investasi.

Namun yang lebih membanggakan adalah, ia berhasil memanfaatkan pengalamannya di bidang industri teknologi selama bertahun-tahun menjadi kesempatan untuk mendirikan perusahaannya sendiri, Nest Labs yang saat ini bahkan mampu menembus nilai miliaran dollar paska diakuisisi oleh Google.

Seperti apa kisahnya? Rekan-rekan bisa menyimaknya pada artikel ini.

Awal Karir Tony Fadell

Awal karir Tony Fadell dimulai ketika dirinya masih berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Michigan Amerika Serikat. Pada waktu itu, bersama beberapa kawan, ia mendirikan sebuah #startup bernama Constructive Instruments yang kemudian Tony Fadell menduduki posisi sebagai CEO. Startup ini mengembangkan software multimedia bernama MediaText yang dikhususkan untuk pemakai anak-anak.

Dengan bekal pengalaman mengurus sebuah startup teknologi menjadikan Tony yakin untuk meneruskan karirnya selepas masa kuliah. dan yang menjadi perusahaan pertama tempatnya bekerja adalah General Magic, yang merupakan bagian dari perusahaan teknologi besar #Apple. Di perusahaan tersebut, Tony banyak mendapat pengalaman berharga karena bisa bekerja sama langsung dengan sejumlah perusahaan besar lain seperti Sony, Philips, Matsushita, Toshiba dan lainnya untuk pengembangan perangkat teknologi konsumen serta telekomunikasi mobile.

Artikel lain: 6 Profil Inspiratif Ini, Bisa Menjadi Penggedor Semangat Para Animator Indonesia

Pada tahun1992, Tony juga telah dipercaya untuk menjabat posisi diagnostics engineer dan bertanggung jawab dalam pengembangan sejumlah produk seperti Sony Magic Link and Motorola Envoy yang keduanya menggunakan platform Magic Cap besutan General Magic.

Setelah bekerja selama beberapa tahun, akhirnya Tony memutuskan untuk pindah ke perusahaan lain yakni Philips sebagai Chief Technology Officer dan menukangi sebuah proyek mobile computing pertama milik perusahaan tersebut. Dengan kemampaun yang dimilikinya, Tony Fadell mampu mengembangkan teknologi terapan seperti Philips Velo dan Nino PDA. Ini pulalah yang menjadikan Tony Fadell naik jabatan sebagai Vice President of Philips Strategy and Ventures.




Pada saat yang sama, di tahun 1999, Tony Fadell coba keluar dari zona nyaman dengan mendirikan sebuah perusahaan bernama FUSE yang memproduksi perangkat elektronik berbasis sistem Dell. Produk pertama yang dibuat adalah perangkat audio mini berkonsep portable. Namun sayang, perusahaan tersebut gagal berkembang dan tidak mendapatkan tambahan pendanaan. Namun siapa sangka, ini justru menjadi inspirasi kesuksesan untuk masa depan Tony Fadell.

Mengembangkan Apple Ipod

Pada tahun 2001, Tony Fadell mulai bekerja di perusahaan Apple meski masih berstatus sebagai desaigner kontraktor untuk produk terbaru Apple yakni iPod. Bahkan Tony Fadell lah yang mendapatkan kesempatan untuk membuat konsep tampilan awal produk iPod yang pertama kali.

Hal ini tidak terlepas pula dari pengalaman Tony Fadell ketika mengembangkan perangkat audio portable miliknya beberapa tahun sebelumnya. Dengan bekal tersebut, ia kemudian didapuk untuk menjadi pengawal proyek iPod & Special Projects pada April 2001. Di bawah supervisornya, 2 produk Apple yakni iPod dan iSight rampung di ciptakan.

Tak berselang lama, Tony Fadell mampu mendapatkan posisi yang lebih strategis yakni sebagai vice president of iPod engineering di tahun 2004 hingga akhirnya keluar dari Apple pada tahun 2008.

Mengembangkan Nest Labs

Puncak karir sebuah Tony Fadell bisa dibilang justru baru dimulai selepas kepergiaannya dari Apple. Dan bermula dari dari sebuah pengalaman sederhana ketika membeli thermostat (alat pengukur suhu), ia merasa tidak puas karena produk yang tersedia tidak memenuhi ekpektasinya. Akhirnya ia terfikir untuk membuat produk thermostat yang tidak hanya mampu menjalankan fungsi umum namun juga bisa digunakan untuk fungsi lain. Singkatnya ia ingin membuat sebuah thermostat pintar.

Jadilah ia mengajak sebuah mantan rekannya di Apple, Matt Rogers untuk membuat startup baru yang diberi nama Nest Labs. Di perusahaan tersebut nantinya akan mengembangkan berbagai produk teknologi rumah tangga utamanya yang berkaitan dengan smart home.

Baca juga: Udah Cantik Lihai Main Game Pula, Yuk Intip Profil  5 Gamer Wanita Populer Berikut Ini

Dalam beberapa waktu pengembangan, Nest Labs mampu mencapai peningkatan pesat dengan berbagai temuan seperti salah satunya yakni thermostat yang mempunyai kemampuan penggerak sensor, wifi serta produk pengenalan cerdas yang dapat disesuaikan dengan kondisi rumah tempat perangkat ini dipasang.

Puncaknya manakala Google menyatakan ketertarikan dan resmi mengakuisisi Nest Lab dengan mahar $3,2 miliar. Di usia yang terbilang belum terlalu senja, Tony Fadell sudah mampu mengkoleksi tak kurang dari 300 paten teknologi serta mendapatkan belasan penghargaan internasional berkat hasil karyanya.



2 total comments on this postSubmit yours
  1. Menurut kalian yang pasntes disebut Tony Fadellnya Indonesia kira” siapa,..
    hehe

  2. Luar biasa,amazing! Memang udah kelebihannya orang-orang bule kali ya.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2017 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud