Tawarkan Fitur Canggih, Inilah Senjata TeknoJek Masuki Industri Ojek Online Lokal

TeknoJek

Image dari Google.com

Tentunya kita sudah mengenal beberapa layanan pesan ojek online seperti #Gojek, Uber ataupun beberapa startup lainnya. Semua penyedia layanan tersebut tentu mempunyai kelebihannya masing-masing sehingga yakin untuk memasuki persaingan industri pesan ojek online yang sudah semakin ketat.

Namun meskipun telah melahirkan banyak pemain, nyatanya industri digital yang satu ini tetap terus menebar aroma manis yang mengundang banyak pihak lain untuk terjun ke dalamnya. Salah satunya yang terbaru yakni sebuah startup pesan ojek online bernama TeknoJek.

Menurut CEO sekaligus founder TeknoJek, Robert SD pihaknya sangat yakin untuk mulai bersaing dengan para pemain lama karena memiliki keunggulan yakni dalam penerapan fitur yang lebih canggih. Selain itu kelebihan lain dari layanan yang satu ini adalah, menerapkan sistem Multi Level Marketing untuk para pengendara yang tentunya akan semakin menguntungkan para mitra pemilik kendaraan bermotor.

Hadir Dengan Membawa Teknologi Baru

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, untuk memasuki sebuah industri tentu dibutuhkan inovasi yang unik agar mampu bersaing dengan para pemain lama yang sudah cukup kokoh menjalankan bisnisnya. Dan untuk industri pesan ojek online, sekali lagi muncul startup teknologi bernama TeknoJek, yang diklaim hadir dengan membawa pembaruan lewat adaptasi teknologi yang lebih canggih.

Dalam sebuah kesempatan, CEO dan founder TeknoJek, Robert SD, menyatakan bahwa saat ini memang telah banyak perusahaan digital yang terjun dalam industri ini. Namun dirinya yakin dengan memasukkan teknologi baru yang tidak ditemukan pada penyedia layanan lainnya, akan menjadi daya tarik tersendiri tidak hanya bagi konsumen namun juga bagi para mitra pengendara ojek.




Artikel lain: Terapkan Metode Crowdsourcing, Inilah Kekuatan Bisnis Layanan Pesan Ojek Online

Teknologi terbaru yang disampaikan oleh Robert tersebut adalah, diterapkannya pemindai quick respon code atau QR Code, yang dapat mempermudah para pelanggan ketika akan memesan ojek online. Secara sederhana, nantinya di setiap armada TeknoJek, akan dipasangi QR Code yang dapat berfungsi sebagai konfirmasi pemesanan.

Dan ketika seorang pelanggan melihat armada TeknoJek sedang lewat dan tidak membawa penumpang, maka pelanggan tersebut bisa langsung melakukan scanning QR Code dan melakukan pemesanan di tempat itu juga. Teknologi semacam ini memang tidak ditemukan pada penyedia pesan ojek online yang lain. Karena pada umumnya layanan lain mengharuskan pelanggan melakukan pemesanan melalui aplikasi.

Menawarkan Konsep MLM Bagi Pengendara Teknojek

Ketika dikonfirmasi mengenai fitur lain apa yang ditawarkan oleh Teknojek, Robert justru berkelakar dan menyatakan bahwa fitur tersebut masih akan disembunyikan hingga masa rilisnya. Namun ia yakin, beragam kelebihan yang dipadu dalam teknologi canggih, akan menjadi daya tarik yang lebih untuk para konsumen.

Yang pasti, hal unik lain yang tidak ditemui pada perusahaan pesan ojek online yang lain adalah Teknojek menerapkan sistem Multi Level Marketing atau #MLM bagi para pengendaranya. Sistem ini pada dasarnya hampir sama seperti MLM yang lain, nantinya setiap pengendara yang mendaftar dan membawa pengendara lain masuk maka akan mendapatkan sebagian omzet bulanan yang akan berlaku seumur hidup.




Inilah uniknya, ketika membangun sebuah bisnis tidak hanya dari perusahaan sendiri, namun juga para pengendara bisa menjadi layaknya pengusaha ojek. Karena semakin banyak pengendara lain yang dibawa masuk ke dalam sistem Teknojek, maka akan semakin besar pula penghasilan tambahan yang akan mereka dapatkan.

“Di TeknoJek yang berbeda adalah, kalau seorang rider mau jadi pengusaha ojek, simpel sekali. Dia tinggal join ke kita, lalu dia ajak temennya. Temennya itu langsung jadi armada dia. Ada bagian omzet bulanan setiap bulan sepanjang seumur hidupnya. Itu yang akan kita berikan (sebagai, red.) komisi ke orang ini. Temen yang ngajak temennya lagi, itu masuk dalam armadanya dia juga, dan seterusnya,” tutur Robert.

Baca juga: Projek ~ Aplikasi untuk Menjual Properti dengan Konsep Ojek Online

Menanggapi Potensi Konflik Horizontal

Ketika ditanya perihal adanya potensi konflik horizontal yang terjadi antara pengendara ojek online dan juga ojek pangkalan, Robert menilai bahwa hal ini tidak terlepas dari adanya subsidi tarif yang diberlakukan beberapa penyedia layanan ojek online. Ketika tarif yang diberikan kepada pelanggan telah dikenai dengan subsidi tertentu, tentu harganya akan sangat sulit bersaing dengan tarif yang ditawarkan para pemilik ojek konvensional.

Di sinilah awal mula permasalahan tersebut. Oleh karena itu ia menyatakan bahwa, pihaknya tidak akan memberikan subsidi sejenis dalam layanannya nanti. Karena ia yakin, dengan kelebihan beragam kemudahan yang ditawarkan melalui adaptasi teknologi, sudah cukup menarik bagi pelanggan untuk menggunakan jasa TeknoJek nantinya.




Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud