Talky Pillow ~ Berawal Dari Tugas Kuliah Kini Mampu Cetak Rupiah

Image dari Indonesiayoungentrepreneurs.com

Image dari Indonesiayoungentrepreneurs.com

Dalam situs Maxmanroe, rekan-rekan pembaca setia tentu sudah beberapa kali membaca kisah sukses pebisnis muda yang mulai mengembangkan usahanya sejak masih duduk di bangku perkuliahan. Mengenai jenis bisnis yang dijalankan juga tidak kalah beragam mulai #bisnis online, bisnis kuliner hingga bisnis yang menawarkan layanan jasa tertentu.

Tidak kalah inpiratif, kali ini kita akan membahas kesuksesan seorang mahasiswi cantik bernama Aini Hanifa yang berhasil mendatangkan #peluang bisnis potensial sejak ia masih meniti pendidikan. Berawal dari sebuah tugas kuliah, bisnis pembuatan bantal custom bernama Talky Pillow justru mampu menghasilkan pendapatan yang menggiurkan bagi Aini Hanifa. Semoga kisah berikut ini bisa menginspirasi kita semua, utamanya rekan-rekan yang masih berstatus sebagai mahasiswa namun ingin segera menjalankan bisnis secara mandiri.

Bermula Dari Modal Kecil

Kisah tentang awal mula mengembangkan bisnis Talky Pillow, kalau itu Aini mendapatkan sebuah tugas mata kuliah dari Jurusan Desain Interior di Institut Teknologi Sepuluh November yang ia ampu. Setelah ditentukan, dirinya mulai menjalankan bisnis yang bergerak dalam pembuatan bantal custom. Mendapatkan uang modal sebesar Rp250.000 dari orang tua, aini dengan bersemangat mulai menjalankan bisnis pembuatan bantal tersebut.

Nama Talky Pillow dipilih karena produk custom yang satu ini dapat digunakan untuk mengekspresikan sesuatu pesan atau perasaan tertentu. Dari sinilah nama “Talky” atau yang berarti berbicara disematkan. Pesan yang ingin ditampilkan pada setiap bantal custom dapat berupa tulisan, gambar visual hingga pada desain bantal itu sendiri.

Artikel lain: Ratu Yuliana ~ Perjuangan Dari Waitress Hingga Sukses Berbisnis Aksesoris

Membuka Peluang Usaha Baru

Berbeda dengan kebanyakan produk bantal custom yang sudah ada, produk bantal yang dibuat oleh Aini memiliki keunikan tersendiri yakni menganut konsep custom cushion cover. Yang membedakan antara bantal biasa dengan produk cushion adalah, pada produk cushion pemakai atau konsumen bisa melakukan penyesuaian atau custom yang lebih atraktif, baik dari sisi desain bentuk hingga warna.

Aini cukup optimis menjalankan bisnis Talky Pilow adalah karena jenis produk fashion terbilang masih sepi pesaing. Di kawasan Surabaya saja tempat ya tinggal, produk jenis tersebut masih jarang ditemukan yang berarti bisnis ini masih menjanjikan peluang yang luas.

Tantangan Bisnis Talky Pillow

Selain potensi yang menjanjikan, tentunya selalu ada tantangan atau kendala yang menyertai sebuah bisnis. Dan untuk bisnis yang dijalankan oleh Aini tersebut, tantangan terbesarnya adalah masalah pemenuhan pesanan baik dari sisi waktu dan efektivitas kerja.

Pasalnya setiap produk yang dikeluarkan oleh Talky Pillow semuanya dikerjakan secara satuan. Hal ini membuat waktu pengerjaan pun cukup lama. Terutama jika dirinya mendapatkan keluhan dari konsumen yang ingin mengganti design dari bantal pesanannya.

Selain itu saat ini yang menjadi tenaga designer dari Talky Pillow adalah rekan-rekan kuliah Aini sendiri. Hal ini tentunya juga mempengaruhi kinerja bisnis karena setiap pekerjanya juga membagi waktu antara bisnis dan pendidikan. Inilah yang membuat terkadang dari sisi waktu pemenuhan pesanan jadi sedikit molor dari tenggang waktu yang sudah ditetapkan.




Untuk menghadapi masalah tersebut, ini menerapkan strategi penjualan melalui stokis-stokis Talky Pillow. Selain itu dirinya juga telah menyiapkan beberapa produk dengan desain umum yang telah ready stock dan bisa dibeli kapan saja oleh pelanggan. Karena menurutnya tidak semua konsumen ingin memesan bantal dengan desain khusus. Ada juga beberapa pembeli yang langsung membeli produk yang sudah jadi.

Baca juga: Kandadinda Souvenir ~ Bisnis Aneka Souvenir Unik Khas Yogyakarta

Dalam sebuah kesempatan ini menyampaikan bahwa tantangan bagi para mahasiswa saat menjalankan bisnis mandiri umumnya berhubungan dengan waktu dan konsistensi. Oleh karena itu kita harus jeli mengatur dua hal tersebut jika ingin benar-benar sukses menjalankan bisnis sembari perkuliahan.

Jika hal tersebut bisa diterapkan dengan baik, kita bisa melihat hasilnya seperti yang telah didapatkan oleh Aini Hanifa dengan bisnis talky Pillow miliknya. Saat ini bisnis Talky Pillow telah berjalan dengan cukup lancar serta mendatangkan keuntungan puluhan juta rupiah setiap bulannya. Target ke depan yang ingin diraih adalah mengembangkan #e-commerce khusus produk Talky Pillow, serta melayani pembelian untuk konsumen luar negeri.




Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud