Street Gourmet ~ Resto Unik, Jalan Jalan Sambil Kulineran di Bumi Parahyangan

Image dari Telusurindonesia.com

Image dari Telusurindonesia.com

Sebuah bisnis memang membutuhkan inovasi agar bisa lebih mendapatkan respon konsumen. Dari sini maka seorang pengusaha memang dituntut untuk bisa berpikir kreatif untuk menjadikan usahanya menjadi lebih bernilai dan menghasilkan. Bandung sebagai salah satu kota kreatif memang akan membuat kita tak akan kesulitan untuk menemukan usaha kreatif. Dan salah satu usaha kreatif yang bisa kita temui di kota kembang tersebut adalah Street Gourmet.

Street Gourmet adalah #bisnis kuliner berkonsep resto yang dijalankan di atas sebuah kendaraan roda empat yang berjalan mengelilingi kota Bandung. Lalu seperti apakah kisah usaha Street Gourmet yang dijalankan oleh Tito Afrianto dan teman-temannya ini? Berkut ulasannya.

Pendirian Usaha Street Gourmet

Street Gourmet sendiri didirikan pada bulan Desember tahun 2015 oleh Tito bersama 6 rekannya yang dua di antaranya adalah pemain sepak bola nasional yaitu Airlangga Sucipto (Semen Padang) dan Tony Sucipto (Persib Bandung). Pada saat itu Tito menggelontorkan dana hingga Rp 1,2 miliar untuk memodali bisnis patungannya tersebut. Dengan dana yang terkumpul Tito kemudian membelanjakannya untuk berbagai keperluan seperti membeli bus dan memodifikasi interior bus layaknya restoran premium.

Street Gourmet sendiri adalah salah satu badan usaha yang berada di naungan PT Trinity di mana saham terbesarnya dipegang oleh Tito. Menurut Tito, bisnis kuliner miliknya ini adalah usaha yang berkonsep dua hal yaitu pariwisata dan kuliner. Hal ini dikarenakan saat konsumen membeli jasanya, maka mereka akan mendapatkan dua layanan sekaligus yaitu sajian kuliner dan tur keliling kota Bandung. Jadi hal inilah yang menjadi daya tarik serta kelebihan dari Street Gournet.

Artikel lain: Sunda Sambara dan Bumbu Raozen ~ Kesuksesan Bisnis Restoran Berpadu Bumbu Instan




Ide dan Inspirasi Usaha

Ide dan inspirasi usaha Street Gourmet sendiri diperoleh Tito dari pengalamannya mengarungi bisnis kuliner dan jasa menyewakan bus pariwisata. Selain Street Gourmet, dibawah PT Trinity Tito memang memiliki sejumlah anak usaha seperti Trinity Promotion & Advertising, MR Komot Cafe & Cake Shop, dan Surya Gemilang Tour & Travel.

Nah dari bisnis-bisnis inilah kemudian Tito menginovasikannya dengan hal lain seperti kuliner sehingga jadilah Street Gourmet. Selain dari pengalaman binsisnya di bidang transportasi, Tito juga mendapatkan ide ini dari beberapa referensi ide bisnis di internet (#YouTube) seperti di Perancis atau Spanyol.

Tur Wisata dan Sajian Menu Street Gourmet

Dalam tur wisata yang ditawarkan Street Gournet sendiri dimulai pada pukul 09.00 WIB setiap harinya. Dengan durasi perjalanan 1,5 sampai 2 jam setiap satu perjalanannya, maka bus Street Gourmet ini bisa melakukan tur sebanyak 4-5 trip per harinya. Bus tersebut berangkat setiap tiga jam sekali. Dengan kecepatan 30 km/jam, konsumen akan dibawa mengelilingi kota Bandung dengan suasana yang nyaman. Bus ini sendiri dilengkapi dengan 24 tempat duduk serta Wi-Fi, pemandu wisata dan mesin pendingin ruangan yang akan memanjakan para tamu.

Untuk urusan menu atau sajian, Street Gourmet menawarkan dua paket menu yaitu paket pertama dengan tarif Rp 300 ribu untuk dua orang dan paket kedua dengan harga Rp 600 ribu untuk empat orang pengunjung. Sajian yang akan didapatkan oleh konsumen terdiri dari menu pembuka, utama dan penutup.

Baca juga: Warung Kencana ~ Bermisi Kepedulian Lingkungan, Menu Makanan Bisa Dibayar Sampah




Omset dan Keuntungan Usaha Street Gourmet

Setelah beberapa bulan usaha berjalan ternyata Street Gourmet mendapatkan respon yang positif dari publik. Hal ini bisa terlihat dari rata-rata konsumen yang datang setiap bulannya yang mencapai 970 orang. Dari sini maka pendapatan Street Gourmet pun sangat menggiurkan dengan angka mencapai Rp 7 juta per hari atau Rp 210 juta per bulan. Sampai saat ini Tito, dkk telah mempekerjakan 15 pegawai yang memiliki tugas untuk mengoperasikan Street Gourmet.

Meski sudah terbilang sukses namun Tito masih belum merasa puas. Alih-alih tetap mempertahankan bisnis, Tito malah berencana untuk terus mengembangkan usahanya dengan cara menambah armada busnya dan membuka cabang di kota lain. Namun untuk saat ini, Tito masih berfokus pada evaluasi bus yang sudah dioperasikannya di kota Bandung.




1 comment on this postSubmit yours
  1. saya juga pernah nonton ulasan bisnis restoran dalam bis ini di Kompas TV. keren karena memadukan 2 pengalaman dalam 1 waktu, yaitu kuliner dan keliling kota Bandung. bisnis kuliner sepertinya tidak ada matinya ya. :)

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud