Rumah Diaspora, Aplikasi Pencari Tempat Tinggal Di Luar Negeri

Rumah Diaspora

Tuntut lah ilmu sampai ke negeri Cina, sepertinya peribahasa ini sangat dipakai oleh para generasi muda di Indonesia. Banyak dari mereka yang dengan sengaja pergi ke luar negeri atau mengikuti program beasiswa demi untuk mendapatkan pendidikan di luar Indonesia.

Namun bersekolah di luar negeri tentu saja tidak pernah menjadi hal yang mudah bukan? Pasalnya selain bahasa mencari tempat tinggal di luar negeri juga merupakan hambatan tersendiri. Dengan latar belakang problem tersebut Rumah Diaspora hadir untuk memberikan solusi bagi para pelajar yang menempuh #pendidikan di luar negeri. Rumah Diaspora ini di buat oleh pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, Irzan Raditya namanya.

Profile Rumah Diaspora

Apa itu Rumah Diaspora (rumahdiaspora.co)? Rumah Diaspora adalah aplikasi mobile yang dikhususkan bagi para pelajar Indonesia yang berada di luar negeri untuk mendapatkan tempat tinggal yang dikembangkan oleh Irzan dan rekannya. Daftar tempat tinggal yang ada pada aplikasi ini berasal dari orang Indonesia yang berada di luar negeri.

Artikel lain: PhotoMath ~ Aplikasi Canggih Untuk Selesaikan Soal Matematika

Latar Belakang Berdirinya Rumah Diaspora

Berawal dari pengalaman Irzan Raditya, orang Indonesia yang pernah merasakan bingungnya mencari tempat tinggal saat mengenyam pendidikan di Berlin, Jerman. Irzan menyadari betul bahwa tempat tinggal adalah faktor penting untuk orang-orang pendatang terutama pelajar seperti dirinya. Maka dari itu ia pun memutuskan melakukan riset sederhana untuk menyelesaikan masalah ini.




Setelah melakukan riset pada beberapa pelajar Indonesia di luar negeri, Irzan menyimpulkan bahwa banyak pelajar pendatang diluar sana yang mengalami masalah sama seperti dirinya, yaitu sulit mendapatkan rumah. Dan yang lebih menarik adalah para pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan disana  sebagian besar dari mereka lebih memilih untuk tinggal dengan orang Indonesia daripada orang asing mungkin hal tersebut disebabkan untuk mempermudah komunikasi dan rasa kebersamaan karena berasal dari negara yang sama. Di saat bersamaan, belum ada #aplikasi yang menyediakan informasi tentang tempat tinggal khusus orang Indonesia di luar negeri.

Aplikasi Rumah diaspora ini masih dalam tahap pengembangan (beta) jadi Rumah Diaspora memang baru tersedia untuk seluruh wilayah Jerman saja. Akan tetapi Irzan mengungkapkan bahwa ia akan melakukan kerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) untuk mensosialisasikan aplikasi ini dan terus mengembangkan aplikasi ini supaya dapat dirasakan oleh seluruh pelajar Indonesia di negara lain selain Jerman.

Monetisasi Rumah Diaspora

Disinggung mengenai monetisasi, Rumah Diaspora menjelaskan bahwa dari setiap daftar rumah yang di sewakan, pihak Rumah Diaspora akan mengambil komisi tergantung dari lama sewa rumah tersebut. Sebagai contoh apabila hanya menyewa tempat tinggal selama 1 hari, maka Rumah Diaspora mengambli komisi sebesar 10 persen.

Sedangkan apabila menetap selama 8 hari, maka startup ini mengambil komisi sebesar 5 persen setiap hari. Namun untuk pelajar yang tentu akan tinggal dalam jangka waktu yang lama, Irzan mengatakan akan mengenakan biaya sekitar EUR5 (Rp 72.000) per hari ke pemilik rumah dengan lama sewa minimum 30 hari.

Baca juga: Aplikasi Paktor ~ Lebih Mudah Temukan Teman Baru Hingga Pasangan




Pendiri Rumah Diaspora

Irzan tidak bekerja sendiri untuk mengembangkan aplikasi Rumah Diaspora ini, ia di temani oleh tim pengembang aplikasi yang terdiri dari Gilang Agustian sebagai CTO; Luky Primadani sebagai Head of Marketing yang memiliki pengalaman bekerja di Carmudi; Wahyu Wrehasnaya sebagai CFO, dan Sugih Abraham sebagai COO yang kini sedang bekerja bersama dengan Irzan di Lieferando.

Sampai dengan saat ini Rumah Diaspora masih berstatus sebagai #startup yang dikerjakan paruh waktu. Namun Irzan mengungkapkan bahwa timnya baru akan membangun Rumah Diaspora secara serius jika mereka sudah mendapatkan pendanaan tahap awal (seed funding). Tim Diaspora Menjelaskan bahwa mereka akan segera menambah fitur pencarian layanan atau tempat khusus yang berhubungan dengan orang Indonesia. Harapannya adalah Rumah Diaspora bisa menjadi “Rumah” bagi orang Indonesia walau mereka tidak berada di rumah mereka sendiri.

Aplikasi Rumah Diaspora yang menyediakan daftar tempat tinggal seperti ini harus bersaing dengan aplikasi sejenis yang telah memiliki valuasi miliaran dollar seperti Airbnb. Namun tentu saja karena mengkhususkan diri sebagai aplikasi untuk orang Indonesia, aplikasi ini mungkin saja bisa menarik minat para pelajar dan wisatawan Indonesia ke luar negeri yang sudah pasti jumlahnya akan meningkat setiap tahun. Ini adalah tantangan tersendiri bagi rumah diaspora, namun melihat perkembangan saat ini tentu saja tim Rumah Diaspora wajib untuk optimis dalam mengembangkan aplikasi ini.




Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud