Rizal Fadillah ~ Inilah Pebisnis 12 Tahun Yang Ingin Kalahkan McDonald!

Rizal Fadillah ~ Inilah Pebisnis 12 Tahun Yang Ingin Kalahkan McDonald!

Image dari Kompas.com
Image dari Kompas.com

Menjalani karir sebagai seorang pebisnis memang tidak terpaku oleh umur. Selama kita mau dan mampu, maka itulah waktu terbaik untuk memulai bisnis. Keadaan ini tampaknya sangat sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Rizal Fadillah. Seorang bocah yang masih berusia 11 tahun yang mampu menjalankan bisnis di tengah-tengah kesibukannya sebagai seorang siswa SD. Di saat anak-anak seusia dengannya disibukkan dengan bermacam-macam permainan dan #gadget, justru ia mampu menjadi seorang pengusaha kecil dengan omzet yang sangat besar.

Meskipun berlatar belakang dari keluarga yang terbilang cukup, tidak membuat Rizal Fadillah berpangku tangan dan bersenang-senang menghabiskan uang orang tuanya. Ia justru bisa mampu membantu orang tuanya dengan bisnis yang ia kelola. Lalu apa dan bagaimana sebenarnya bisnis yang ia kelola ini, yuk kita simak kisah nya di bawah ini.

Berdagang Adalah Hobi Bagi Rizal Fadillah 

Rizal Fadillah yang sehari-hari aktif sebagai salah satu siswa di SD Minomartani 1 ini sangat menginspirasi bagi kita semua. Orang tua Rizal bukanlah orang yang kekurangan, Ayahnya memiliki usaha penjualan gas dan air mineral serta katering yang dikelola oleh ibunya.

Awal mula keinginan Rizal berjualan selain karena memang sudah hobi, ia berkeinginan juga untuk membantu Ibunya. Bukan karena disuruh atau dipaksa berjualan oleh Ibunya, niat itu muncul memang dari dalam hati Rizal sendiri.

“Saya jualan memang karena hobby. Juga untuk bantu bapa dan ibu,” begitu ungkap Rizal.

Bahkan salah satu mimpinya yakni ingin menyaingi brand waralaba besar McDonald, “Saya bercita- cita menjadi pengusaha. Mau ngalahin pemilik McDonald,” ujarnya polos.

Namun demikian, keinginan Rizal untuk membantu ibunya berjualan tidak berjalan mulus. Ibu nya justru menentang niat tersebut, mungkin karena khawatir pendidikan Rizal terganggu. Namun dengan tekad yang sudah bulat, akhirnya membuat hati Ibu nya luluh juga.

Artikel lain: Inspirasi Usaha – Pengusaha Muda Kuliner Unik Yang Mendunia

Meski akhirnya mendapat restu dari Ibunya untuk berjualan, namun tetap dengan syarat tertentu. Ibunya memberikan izin berjualan asalkan aktifitas sekolah tidak terganggu, nilai tetap bagus dan tidak boleh lupa ngaji, dan Rizal pun menyanggupinya.

Pentingnya Mengatur Waktu Bagi Siswa yang Berbisnis

Dengan aktifitas wajib sebagai seorang siswa, tentu Rizal harus pandai mengatur waktu dan jadwal dalam berjualan. Selain itu, ia juga harus disiplin dalam menjalankan setiap kegiatan baik berjualan maupun belajar nya. Agar aktifitas bisnis nya tidak mengganggu kegiatan belajar dan sekolahnya.

“Saya jualan sesudah pulang sekolah. Lalu sore ngaji dulu. Lalu lanjut jualan lagi sampai Magrib. Lalu saya belajar,” kata Rizal Fadillah.

Jadi intinya adalah, ia tetap mengutamakan kegiatan sekolahnya. Sebisa mungkin jangan sampai kegiatan berjualannya mengganggu kegiatan sekolah dan mengajinya. Dengan mengatur jadwal seperti ini, ia masih mampu menjaga prestasi di sekolah. Selain belajar sendiri, ternyata Rizal juga masih sempat belajar kelompok yang diadakan di Masjid Al Falah yang lokasinya berdekatan dengan rumahnya. Dengan nilai yang rata-rata 80, tergolong bagus dengan kegiatan yang sepadat itu.

Uang Hasil Jualan Untuk Ibu, Infaq dan Ditabung

Omzet yang dihasilkan dari jualan ini ternyata tidak kecil. Rata-rata Rizal mampu menghasilkan Rp. 150 sampai Rp. 200 ribu tiap harinya. Makanan yang dijualnya pun juga beraneka ragam, seperti roti, jus buah, pisang coklat, nugget, roti pizza dan lain-lain. Dengan rata-rata harian penghasilannya mencapai angka seratus sampai 200 ribu, maka dalam satu bulan Rizal bisa meraup omzet antara 3 sampai 6 juta rupiah, penghasilan yang luar bisa untuk anak seusia Rizal.

Hebatnya lagi, ia akan memberikan penghasilannya tersebut kepada Ibunya dan untuk infaq. Ia menuturkan bahwa uang hasil jualan tiap hari selalu diberikan kepada Ibunya, kemudian dalam setiap bulan ia menyisihkan Rp. 50.000 untuk ditabung, untuk berjaga-jaga katanya.

Baca juga: Abdul Rahman Tukiman ~ Pemuda Desa Suksesor Bisnis Kuliner Bakso Kota Cak Man

“Dari hasil jualan, saya kasih ke ibu uangnya. Lalu tiap bulan saya tabung uangnya Rp 50. 000 buat jaga-jaga. Kadang saya pakai beli jajan buat adik,” kata Rizal.

Yang patut kita jadikan pelajaran lagi adalah dalam menjual makanannya Rizal selalu tidak mau jika diberi uang lebih. Kadang ada orang yang merasa iba dengan apa yang dilakukan oleh Rizal, sehingga memberi uang lebih padanya. Namun Rizal selalu menolak karena Ayahnya selalu mengajarkan lebih baik menutup tangan dari pada membuka tangan.

1 KOMENTAR

  1. Kalau banyak anak sekecil itu sudah bisa jadi pengusaha, maka masa depan negara kita bakal maju dan semoga anak-anaka lain mau belajar dari rizal untuk bisa menjadi pengusaha muda yg bisa membantu orang tua dan sekitarnya. Sukses buat Rizal yg mampu menginspirasi banyak orang.

    terima kasih

Tinggalkan Balasan