Beranda Pemasaran Riset Pasar: Memahami Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contoh Riset Pasar

Riset Pasar: Memahami Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contoh Riset Pasar

Pengertian Riset Pasar

Riset pasar adalah sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di bidang pemasaran. Kegiatan ini dapat memberikan informasi atau gambaran tentang jenis produk dan jasa baru apa yang bisa mendatangkan keuntungan bagi sebuah bisnis.

Sedangkan untuk produk dan jasa yang sudah ada, riset pasar (market research) dapat memberikan informasi dan gambaran tentang tingkat kepuasan para pelangan terhadap sebuah perusahaan.

Nah, dalam artikel ini akan dibahas secara lengkap hal-hal yang berhubungan dengan riset pasar. Adapun beberapa hal yang Anda dapatkan dari artikel ini, antara lain:

  • Pertama, Anda akan memahami apa itu riset pasar dan apa perbedaannya dengan riset pemasaran.
  • Kedua, Anda akan mengetahui jenis-jenis riset pasar.
  • Ketiga, Anda akan mengetahui fungsi dan tujuan market research.
  • Keempat, Anda akan mengetahui beberapa metode dalam melakukan market research.
  • Kelima, Anda akan melihat beberapa contoh riset pasar yang pernah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan ternama.

Baca juga: Pengertian Pemasaran

Pengertian Riset Pasar

Secara sederhana, pengertian riset pasar adalah suatu kegiatan  atau proses penelitian (riset/ research) yang dilakukan dalam bidang pemasaran.

Menurut Wikipedia, definisi riset pasar adalah suatu desain, pengumpulan, analisis, dan pelaporan secara sistematis terhadap data dan segala penemuan yang relevan dengan situasi pemasaran tertentu yang dihadapi perusahaan.

Sedangkan menurut American Marketing Association (AMA), riset pemasaran adalah fungsi yang dapat menghubungkan antara pihak pemasar dengan konsumen dan publik melalui informasi dalam mengidentifikasi peluang maupun masalah dalam pemasaran.

Dari penjelasan definisinya tersebut maka dapat kita pahami bahwa kegiatan market research ini harus dilakukan secara sistematis. Secara garis besar, proses riset pasar adalah sebagai berikut:

  • Perumusan masalah
  • Penentuan tujuan riset
  • Pengumpulan data
  • Pengolahan data
  • Interpretasi hasil riset

Dengan adanya market research maka perusahaan dapat mengetahui produk/ jasa apa yang dibutuhkan konsumen, kualitas produk/ jasa seperti apa yang dibutuhkan konsumen, dan siapa target market yang potensial untuk produk tersebut.

Sebagai catatan, setiap perusahaan atau bisnis pada praktiknya akan melakukan riset pasar dengan cara yang berbeda-beda, sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing.

Perbedaan Riset Pasar dengan Riset Pemasaran

Banyak pihak yang menganggap bahwa riset pasar dan riset pemasaran merupakan dua hal yang sama. Meskipun keduanya sangat berhubungan, pada dasarnya riset pasar dan riset pemasaran memiliki pengertian yang berbeda.

Riset pasar adalah kegiatan penelitian/ riset yang fokus pada kondisi atau keadaan pasar yang telah ditetapkan sebelumnya. Sedangkan riset pemasaran tidak fokus pada variabel pasar maupun produk saja, tetapi mencakup berbagai variabel lainnya dalam kegiatan pemasaran.

Dengan kata lain, riset pemasaran memiliki pengertian yang lebih luas dimana riset pasar masih merupakan bagiannya.

Beberapa Jenis Riset Pasar

Tipe riset pasar dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Riset Primer

Informasi dan data dalam riset primer berasal dari responden atau target riset secara langsung. Adapun tujuan dari penelitian primer adalah untuk mengumpulkan informasi/ data mengenai kondisi pasar saat ini.

Cara melakukan riset primer dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:

  • Melalui wawancara (interview), baik melalui telepon/ videocall/ teleconference, maupun secara langsung dengan bertatap muka.
  • Melalui survei (online atau melalui email).
  • Kuisioner (online atau melalui email)
  • Melalui diskusi kelompok dimana anggotanya terdiri dari sampel konsumen atau customer potensial untuk mendapatkan masukan secara langsung.

2. Riset Sekunder

Informasi dan data yang didapatkan dalam riset sekunder berasal dari publikasi/ laporan/ hal yang pernah diterbitkan secara umum. Jadi, tujuan dari riset sekunder adalah untuk menganalisis data yang telah tersedia yang kemudian dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat strategi pemasaran.

Melalui data sekunder ini, perusahaan dapat mengidentifikasi segmen pasar, kompetitor, dan menetapkan tolak ukur terhadap bisnisnya.

Peran dan Fungsi Riset Pasar

Penelitian pasar memiliki peranan dan fungsi yang sangat penting dalam proses pemasaran. Adapun dua peranan utama market research dalam sistem pemasaran adalah sebagai berikut:

  1. Berperan sebagai bagian dari proses umpan balik intelijen pemasaran yang memberikan berbagai data mengenai efektivitas bauran pemasaran. Selain itu, proses ini juga dapat menjadi rujukan bagi para pengambil keputusan terkait perubahan yang diperlukan.
  2. Berperan sebagai alat utama bagi manajer pemasaran dalam menelusuri peluang baru di pasar, riset segmentasi, dan riset produk baru untuk mengidentifikasi peluang yang paling menguntungkan.

Sedangkan fungsi market research berkaitan dengan bagaimana sebuah perusahaan menggunakan data hasil dari riset, yaitu:

  1. Perencanaan (Planing): dalam perencanaan terdapat beberapa hal, mencakup segmentasi pasar, estimasi permintaan, dan penilaian lingkungan.
  2. Pemecahan Masalah (Problem Solving): informasi dan data dari market research digunakan sebagai acuan untuk membuat keputusan jangka pendek dan jangka panjang terkait produk, harga, tempat, dan promosi.
  3. Pengendalian (Control): informasi dan data dari penelitian pasar juga akan membantu perusahaan untuk menemukan titik masalah dan memonitor proses yang sedang berlangsung.

Tujuan Riset Pasar

Kegiatan di dalam riset ini utamanya bertujuan untuk mengumpulkan semua informasi atau data pasar, baik itu target market, kompetitor, lingkungan bisnis, dan lain-lain.

Menurut Glenn Doman (2002), ada 4 tujuan utama dari market research, yaitu:

1. Menganalisis Pasar: proses analisis pasar akan memberikan informasi penting mengenai potensi pasar untuk sebuah produk atau jasa. Informasi tersebut mencakup konsumen potensial, pasar potensial, lokasi bisnis, dan kompetitor.

2. Menganalisis Tanggapan Pasar Terhadap Produk: riset ini akan memberikan informasi perkiraan potensi sebuah produk/ jasa di pasar. Proses pengkajian dapat dilakukan sebelum produk/ jasa diluncurkan, misalnya dengan melakukan survei.

3. Menganalisis Efektivitas Promosi: Kegiatan riset ini juga dapat membantu perusahaan dalam memilah dan memilih media promosi yang paling efektif.

4. Menyusun Strategi: Pengkajian perencanaan strategis dapat memberikan informasi mengenai tingkat pertumbuhan pasar yang telah ada dan menemukan berbagai produk dan jasa yang sukses di sebuah pasar. Ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang sudah mapan.

Metode Dalam Market Research

Kegiatan penelitian pasar dapat dilakukan dengan beberapa metode. Berikut ini adalah beberapa metode yang umum digunakan dalam market research:

1. Kuisioner

Metode kuisioner dilakukan dengan memakai formulir yang di dalamnya terdapat daftar pertanyaan tentang informasi yang dibutuhkan perusahaan.

Kuisioner ini dapat diberikan secara langsung kepada subyek riset ataupun secara online. Biasanya perusahaan yang ingin mengumpulkan informasi dari subyek riset akan memberikan imbalan berupa suvenir gratis.

2. Wawancara (Interview)

Biasanya metode wawancara dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung. Namun bisa juga dilakukan melalui video call, telepon, dan sarana lainnya.

Contoh metode ini sering dilakukan oleh perusahaan di bidang jasa keuangan, baik Perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Tujuannya tentu saja untuk mendapatkan informasi mengenai tingkat kepuasan para pengguna produk jasa keuangan.

3. Survei

Sebenarnya metode ini hampir sama dengan metode kuisioner. Perbedaannya adalah dalam survei sasaran sampel risetnya lebih banyak sehingga informasi yang didapatkan sifatnya lebih umum.

4. Riset Grup

Metode riset grup ini biasanya dilakukan untuk mengetahui feedback atau masukan dari sampel riset yang merupakan responden potensial atau konsumen utama.

Metode ini bisa dilakukan dengan cara tes produk dan mendapatkan opini para peserta terkait suatu produk/ jasa atau sebuah bisnis.

5. Observasi

Metode observasi dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan data dengan melakukan pengamatan langsung situasi di pasar. Proses observasi dilakukan dengan mendatangi pasar tertentu dan mengamati peristiwa yang ada di sana dengan melakukan analisis sebab-akibat.

Beberapa Contoh Riset Pasar

Pada dasarnya semua perusahaan melakukan market research dalam menjalankan bisnis mereka. Berikut ini adalah contoh riset pasar yang dilakukan oleh beberapa perusahaan:

1. Penelitian Pasar Produk Sabun Mandi

Perusahaan dengan produk sabun mandi ingin beriklan di Televisi dan melakukan riset untuk mengetahui profil target pasar mereka. Mulai dari usia, jenis kelamin, dan informasi lainnya.

Informasi mengenai profil target market tersebut kemudian disesuaikan dengan konsep iklan yang akan dibuat. Misalnya, pemilihan tema iklan, pemilihan warna utama iklan, pemilihan model iklan, dan lain sebagainya.

Jika target market produk sabun mandi tersebut adalah wanita maka model yang digunakan adalah publik figur yang terkenal, cantik, dan elegan. Selain itu, pemilihan tema dan warna juga akan disesuaikan dengan produk yang dipasarkan agar menimbulkan minat calon konsumen untuk membelinya.

2. Penelitian Pasar Produk Mie Instan

Sebelum memproduksi mie instan berukuran jumbo, perusahaan mie instan melakukan penelitian pasar terlebih dahulu untuk mengetahui kebutuhan konsumen.

Melalui riset tersebut perusahaan mie instan mengetahui bahwa ada banyak konsumen yang menginginkan mie instan dengan ukuran yang lebih besar.

Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa ada target pasar yang membutuhkan produk mie instan berukuran besar. Itulah sebabnya saat ini terdapat mie instan dengan ukuran jumbo.

3. Penelitian Pasar Makanan Siap Saji

Perusahaan di bidang makanan cepat saji melakukan riset lokasi usaha sebelum membuka gerai di tempat baru. Beberapa informasi yang dikumpulkan meliputi;

  • Siapa yang sering melintas di lokasi tersebut (usia, gender, profesi, taksiran penghasilan)?
  • Kapan waktu paling ramai lokasi tersebut dilintasi?
  • Bagaimana akses ke lokasi?
  • Apa alat transportasi yang sering digunakan untuk melintasi lokasi?
  • Bagaimana ketersediaan sarana dan prasarana di sekitar lokasi?
  • Dan lain sebagainya.

Dari informasi dan data riset tersebut, maka perusahaan siap saji tersebut dapat menentukan lokasi mana yang potensial untuk membuka gerai baru.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa penelitian terhadap pasar dilakukan sebagai upaya untuk memberikan masukan bagi pihak manajemen sebuah bisnis.

Dengan melakukan riset pasar, maka sebuah perusahaan atau bisnis dapat mengetahui apa saja yang harus diperbaiki dan strategi pemasaran apa yang paling efektif untuk memperoleh keuntungan.

1 KOMENTAR

  1. Riset pasar merupakan bagian penting dari sebuah proses bagaimana produk baru di luncurkan. Kadang banyak usaha tradisional di Indonesia memulai usaha tanpa melakukan proses penting ini. Sebagian ada yang berhasil tetapi sebagian banyak yang gagal.

    Namun, saya rasa riset pasar juga tidak menjadi jaminan 100% terhadap gagal atau tidak suatu produk baru. Masih banyak variabel lain yang kadang tidak masuk dalam perhitungan sebuah riset tersebut. Akan tetapi karena fungsinya sbg riset, maka gunanya adalah meminimalkan resiko kegagalan sebuah produk melalui perencanaan yang matang.

Tinggalkan Balasan