Rethink ~ Aplikasi Mobile Untuk Cegah Penyebaran Cyberbullying

Rethink ~ Aplikasi Mobile Untuk Cegah Penyebaran Cyberbullying

ReThink
Image dari Abcnews.go.com

Salah satu masalah yang menghantui para generasi muda di era globalisasi dan teknologi mutakhir seperti saat ini adalah adanya fenomena cyberbullying. Fenomena cyberbullying memang wajib untuk kita beri perhatian khusus karena dampaknya yang luar biasa mengancam masa depan generasi muda kita. Tindakan cyberbullying ini juga layaknya wabah yang bisa menyebar dan menular dari satu pelaku ke pelaku yang lain.

Sudah tugas kita semua untuk mencoba memutus rantai penyebaran cyberbullying yang ada pada generasi muda. Dan langkah nyata untuk mewujudkan impian tersebut telah dilakukan oleh seorang gadis muda bernama Trisha Prabhu. Pelajar baru berusia 15 tahun ini, berhasil menciptakan sebuah #aplikasi mobile bernama ReThink yang bisa mencegah seseorang untuk melakukan cyberbullying.

Dengan prestasinya tersebut, dia sangat berharap tidak ada lagi korban yang harus menderita bahkan kehilangan masa depannya akibat tindakan bully online tersebut.

Konsep Aplikasi ReThink

Pada dasarnya konsep yang diusung oleh aplikasi ReThink adalah dengan memberikan peringatan kepada pengguna perangkat mobile ketika akan mengirimkan pesan atau sesuatu via perangkat yang ia miliki. Peringatan tersebut akan muncul, apabila pesan ataupun konten teks yang akan ia kirim mengandung kata-kata yang disinyalir akan menimbulkan potensi cyberbullying.

Secara sederhana, ketika pesan yang akan kita kirim tersebut berpotensi untuk mengintimidasi calon penerima pesan, maka secara otomatis aplikasi ReThink akan memunculkan sebuah jendela pop-up yang memperingatkan agar kita mempertimbangkan kembali kata-kata yang akan kita kirim. Jendela pop-up tersebut, juga telah terintergrasi dengan sistem yang ada di dalam #smartphone atau perangkat mobile. Jadi prosesnya bisa berjalan dengan sangat lancar serta secara real time.

Artikel lain: NoViolence ~ Aplikasi Mobile Dengan Misi Mendorong Pelaporan Korban Kekerasan

Inilah yang sebenarnya menjadi kekuatan utama dari aplikasi ReThink, di mana kata-kata yang digunakan untuk mengingatkan sebenarnya merupakan pesan bernada perdamaian. Kata-kata tersebut mengajarkan kita bagaimana untuk berkomunikasi dengan lebih baik. Harapannya tentu para pengguna bisa lebih mengontrol diri ketika mungkin secara sengaja atau tidak sengaja melontarkan hal negatif dan berpotensi sebagai cyberbullying.

Awal Mula Ide Mengembangkan Aplikasi ReThink

Trisha mengaku bahwa alasan mengapa awalnya ia ingin mengembangkan aplikasi ReThink adalah setelah ia melihat sebuah acara berita tentang seorang gadis kecil seusianya yang nekat mengakhiri hidup akibat tindak cyberbullying yang ia alami.

“Pada musim gugur tahun 2013, aku pulang sekolah dan membaca berita tentang seorang gadis 11 tahun melompat dari menara air karena mengalami cyberbullying,” ujar pelajar asal Illinois, Amerika Serikat ini.

Dari situlah ia yang memang sudah cukup akrab dengan dunia teknologi, mempunyai ide untuk membuat aplikasi yang bertujuan untuk mengurangi bahkan mencegah terjadinya tindak cyberbullying. Kemudian ia mulai mengembangkan konsep ReThink dan diwujudkan dalam bentuk aplikasi mobile. Untuk platform digunakan, saat ini aplikasi ReThink sudah bisa digunakan para pengguna sistem operasi #Android.

Baca juga: Relieve App ~ Aplikasi Anti Depresi Asli Buatan Anak Negeri

Mendatangkan Beragam Penghargaan

Berkat inovasinya di bidang teknologi dan juga upaya penanggulangan cyber bullying, Trisha Prabhu telah mendapatkan beberapa penghargaan seperti contohnya pada kompetisi Science Fair Google di tahun 2014. Selain itu juga masih ada beberapa penghargaan lain yang berhasil disabet oleh Trisha bersama aplikasi ReThink ciptaannya.

Namun lebih dari penghargaan tersebut, bagi Trisha dapat membantu mengurangi jumlah korban cyberbullying tentu merupakan prestasi yang terbesar. Inilah bentuk langkah nyata generasi muda dalam menyikapi permasalahan yang ada saat ini. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua terutama yang sedang menggeluti dunia teknologi.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan