Pramuditaya Dyan Prabaswara ~ Juarai Lomba IT Internasional Meski Penglihatannya Bermasalah

Pramuditaya Dyan Prabaswara ~ Juarai Lomba IT Internasional Meski Penglihatannya Bermasalah

Pramuditaya Dyan Prabaswara
Image dari Timlo.net

Keterbatasan fisik sering kali menjadi sebuah alasan bagi sebagian orang untuk berkembang. Kebanyakan dari mereka menyerah begitu saja dan tidak pernah berkarya karena kondisi fisik mereka yang tidak sama dengan orang lain. Padahal sebenarnya banyak sekali contoh orang yang memiliki keterbatasan fisik namun tetap mampu berkarya dan bahkan berprestasi di tingkat internasional.

Setiap manusia sebenarnya pasti memiliki kekurangan baik secara fisik maupun mental. Tapi dengan keyakinan dan tekad yang kuat, di balik kekurangan itu pasti ada banyak kelebihan yang juga tidak dimiliki oleh orang lain.

Ada banyak cerita inspirasi yang bisa dijadikan sebuah motivasi untuk teman-teman yang mungkin dalam keadaan yang kurang sempurna. Contohnya adalah cerita kesuksesan Pramuditaya Dyan Prabaswara, seorang yang memiliki kekurangan pada penglihatannya namun tetap bisa menorehkan #prestasi tingkat internasional. Bagaimana kisah selengkapnya, simak ulasannya di bawah ini.

Keterbatasan Fisik Tak Membuat Dyan Patah Semangat

Pramuditaya Dyan Prabaswara adalah seorang pemuda yang memiliki kekurangan pada penglihatannya. Namun kekurangan yang ia miliki tidak membuatnya menjadi orang yang lemah dan mudah menyerah. Ketertarikannya pada bidang IT, tidak bisa dihentikan begitu saja oleh kondisi fisiknya. Padahal bisa dikatakan bidang IT adalah bidang yang sulit meski untuk orang yang memiliki penglihatan normal.

Tekad kuat untuk menjadi serang yang ahli dalam bidang IT membuatnya terus belajar tak kenal lelah pada bidang tersebut. Ia terus mengasah kemampuannya di bidang IT setiap saat tanpa kenal lelah. Keinginan dan motivasi Dyan sendiri ke depan adalah ingin menjadi seorang pakar di bidang IT.

Tekad bulatnya untuk menggeluti bidang IT kemudian membawa Dyan pada sebuah prestasi yang luar biasa, bukan di kancah nasional, namun prestasi yang berhasil ia ukir adalah kelas internasional. Sebuah kesungguhan yang membanggakan bukan saja untuknya namun juga untuk seluruh bangsa Indonesia.

Artikel lain: Taufiq Effendi ~ Tuna Netra Berprestasi Yang Dapatkan Beasiswa di 8 Negara

Menjuarai Ajang IT Internasional

Seakan menjadi pembuktian bagi kemampuan Dyan di bidang IT, ia mampu tampil di ajang Global IT Challenge for Youth with Disabilities (GITC) 2015. Dan tidak saja turut ambil bagian di kejuaraan IT internasional tersebut, namun Dyan juga berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menjadi juara pada beberapa kategori dalam ajang tersebut. Pria asal Kebumen tersebut mampu menyabet tiga gelar sekaligus dalam perlombaan untuk para penyandang disabilitas dengan skala internasional tersebut. Dengan tiga gelar yang mampu diraih Dyan, tentu itu merupakan pencapaian yang sangat luar biasa.

Tak main-main, peserta dalam lomba itu berasal dari 15 negara berbeda di seluruh dunia. Kategori e-Tools dan e-Life Map menjadi 2 kategori yang berhasil ia peroleh. Dengan gelar yang ia peroleh tersebut, membuat Dyan kemudian menyandang gelar Global IT Leader sekaligus kemudian menjadi juara umum pada ajang tersebut.

Global IT Challenge for Youth with Disabilities (GITC) 2015 ini digelar oleh Korean Society for the Rehabilitation of Persons with Disabilities (KSRPD), sebuah organisasi nirlaba asal Korea. Organisasi ini memang selama ini bergerak pada bidang pemenuhan kebutuhan bagi para penyandang cacat. Pada tahun ini, lomba yang diselenggarakan diikuti oleh 250 peserta yang berasal dari sekitar 15 negara di wilayah Asia Pasifik.

Baca juga: Angkie Yudistia, Wanita Tuna Rungu Inspiratif Pendobrak Keterbatasan

Harapan Pramuditaya Dyan Prabaswara Di Masa Depan

Kemenangan yang ia dapatkan ini dipersembahkan khusus untuk ibunya yang setia mendampinginya. Selain untuk ibunya, kemenangan yang ia peroleh juga ia persembahkan kepada teman-temannya sesama penyandang disabilitas. Setelah mendapat gelar internasional tersebut, Dyan berharap pencapaian itu sebagai pintu pembuka baginya untuk semakin mendekatkan cita-citanya menjadi seorang pakar IT baik pada skala nasional maupun skala internasional.

Lebih dari itu, Dyan juga berharap kepada rekan-rekan disabilitas yang lain agar tidak minder dan patah semangat. Ia berharap bahwa seorang disabilitas jangan sampai justru terjebak dalam batasan fisik yang mereka sandang. Seharusnya yang dilakukan adalah lebih giat belajar dan berusaha agar bisa selalu lebih baik dalam peningkatan skill dan kemampuan agar bisa mencetak prestasi setinggi-tingginya.

1 KOMENTAR

  1. Juhdi Al Farhan

    Sangat luar biasa semangat Anak muda ini. Yang ada kekurangan saja bisa, apa lagi yang tidak?

Tinggalkan Balasan