Mengungkap “Pesan Pilu” Hacker Korban Asap Lampung

hacker PN Palembang

Image dari Kompas.com

Belum lama ini situs resmi dari Pengadilan Negeri wilayah Palembang dengan alamat pn-palembang.go.id, telah diretas dan diubah tampilannya. Terhitung sejak tanggal 2 Januari 2016 lalu, website tersebut sudah terlihat di deface hingga kemarin tanggal 3 Januari. Namun pada saat artikel ini diturunkan, kondisi terkini situs tersebut sudah dikembalikan pada kondisi semula meski masih dalam tahap perbaikan.

Lalu apa yang istimewa dari aksi #hacking yang satu ini? Usut punya usut ternyata hacker yang menyerang situs Pengadilan Negeri Palembang tersebut mempunyai “misi sakit hati” karena pihak Pengadilan Negeri Palembang belum lama ini telah menggugurkan gugatan terhadap salah satu perusahaan yang diduga menjadi dalang dan bertanggung jawab atas kebakaran hutan di wilayah Palembang dan Sumatra.

Tentunya ini merupakan duka tidak hanya bagi warga Palembang, namun bagi seluruh warga Indonesia yang ikut  geram terhadap aksi yang menyebabkan banyak korban tersebut. Lebih lengkap mengenai pembahasan aksi hacker dengan nama samaran Gunz_Berry tersebut, akan kita ulas pada artikel di bawah ini.

Keputusan Pengadilan Negeri Palembang yang Menyesakkan Hati

Dimulai dari pokok permasalahan hingga terjadi aksi hacking tersebut adalah, berapa hari lalu dari hasil persidangan yang digelar oleh Pengadilan Negeri Palembang memutuskan bahwa PT Bumi Mekar Hijau dinyatakan tidak bersalah terkait bencana asap dan pembakaran hutan di kawasan Palembang.

Padahal sebelumnya pemerintah lewat pihak-pihak yang terkait telah mengajukan tuntutan terhadap perusahaan yang masih bernaung di bawah perusahaan besar, PT Sinar Mas tersebut. Jumlah tuntutan yang dibebankan oleh pemerintah lewat Kementerian lingkungan hidup yakni sebesar 2,6 Triliun Rupiah serta tindakan pemulihan lingkungan yang terpapar kebakaran dengan total biaya 5,2 Triliun Rupiah.




Tuntutan tersebut tentu tidak sembarangan. Pasalnya kerugian yang timbul juga termasuk sangat luar biasa. Tak main-main setidaknya 20 ribu hektar lahan terbakarnya, kerugian hayati baik tumbuhan maupun hewan serta adanya ratusan bahkan ribuan orang yang secara langsung ataupun tidak langsung menjadi korban akibat bencana asap tersebut, mungkin masih belum cukup meski diganti dengan nominal denda Sebesar apapun.

Artikel lain: Jim Geovedi ~ Hacker Pengendali Satelit Asal Indonesia Dengan Reputasi Dunia

Namun apa yang terjadi justru sangat menusuk nurani. Majelis hakim yang diketuai oleh Parlas Nababan  memutus kan bahwa PT Bumi Mekar Hijau tidak terbukti terlibat pada semua tuduhan yang disampaikan oleh pemerintah. “Kehilangan keanekaragaman hayati tidak dapat dibuktikan,” putus Parlas Nababan pada persidangan Rabu, 30 Desember 2015.

Menguak Isi Pesan Hacker

Sebelumnya, tampilan situs Pengadilan Negeri Palembang yang awalnya normal diubah oleh seorang hacker dengan tampilan background gelap serta sejumlah kata-kata bernada kekecewaan dan kemarahan. Diiringi oleh musik bernada pilu, kata-kata kekecewaan tersebut nyatanya mengandung beberapa fakta yang bisa kita ulik.

Yang pertama adalah sang hacker merupakan korban langsung dari bencana asap yang menimpa wilayah Sumatera. Hal tersebut terlihat dari kata-kata yang tertulis “Tapi saya mengerti sekali bagaimana deritanya bernafas di dalam kepungan asap”. Meski tidak bisa dipastikan Apakah sang hacker benar-benar tinggal dan menetap di wilayah tersebut, Namun secara tersirat pesan ini mewakili banyak korban lain yang berjatuhan akibat bencana kabut asap tersebut.




Fakta yang kedua adalah, sang hacker mengetahui dengan persis pihak-pihak dari Pengadilan Negeri Palembang yang dirasa paling bertanggung jawab atas keputusan pembebasan PT Bumi Mekar Hijau yang menjadi tertuduh atas kasus pembakaran hutan tersebut. Hal tersebut bisa dilihat dari tulisan yang langsung “menembak” 3 nama yakni Parlas Nababan, Kartidjo dan Eli Warti.

“sungguh kecewa rasanya melihat keputusan bapak hakim yang menolak gugatan perdata pemerintah ke perusahaan yang membakar hutan PT Bumi Mekar Hijau anak perusahaan dari PT Sinar Mas, bapak Parlas Nababan, bapak Kartidjo, dan ibu Eli Warti.”

Fakta yang ketiga adalah, pada dasarnya aksi hacking tersebut bukanlah berniat negatif, seperti merusak #website milik negara. Pasalnya dalam tulisan akhir sang hacker, ia mencantumkan petunjuk bagi pihak pengelola situs bagaimana mengembalikan kondisi situs kembali seperti sedia kala “cukup hapus index.htm websitenya akan kembali normal seperti biasa. Atas perhatiannya saya mengucapkan terima kasih… salam dari korban asap.”

Sosok di Balik Aksi Hacking PN Palembang

Detil lain yang tak kalah menarik untuk disimak adalah tentang sosok  “orator” di balik aksi hacking situs Pengadilan Negeri Palembang. Mengambil nama alias Guns_ berry, seperti kebanyakan hacker lain tentu tidak akan mudah bagi kita untuk mengungkap profil atau sosok di balik nama tersebut.

Namun dari penelusuran tim Maxmanroe, kami sempat menemukan beberapa informasi yang mungkin bisa mengarahkan kepada sosok hacker tersebut. Yang pertama adalah, pada tampilan deface situs Pengadilan Negeri Palembang sang hacker juga mencantumkan sebuah alamat situs bersandingan dengan nama aliasnya. Nama situs tersebut adalah Angel dot id.

Baca juga: Bobol Situs Kencan, “Nyawa” Kelompok Hacker Ini Dihargai 5 Miliyar!

Setelah dibuka, ternyata situs tersebut merupakan sebuah situs yang bergerak di bidang penyedia support untuk bisnis startup berbasis #teknologi meliputi masalah pendanaan mentorship serta strategi partnership. Namun setelah ditelusuri lebih jauh, tidak bisa dipastikan adanya hubungan langsung antara perusahaan yang berbasis di Jakarta dan Bandung tersebut dengan kelompok hacking tertentu.

Fakta yang kedua adalah, setelah kami mencoba untuk sedikit mengutip jejak  hacker Guns_ berry lewat mesin pencarian, nampak bahwa akun “Vendetta” yang satu ini telah pernah melakukan aksi hacking di beberapa situs lain. Selain mencantumkan nama Guns_ berry, terdapat nama alias lain yakni Guntur. Bersama para hacker lain, Gunz_Berry a.k.a Guntur sudah banyak meretas situs mulai situs pemerintahan (go.id) hingga situs personal. Ciri lain yang kerap nampak dari aksi kelompok hacker tersebut adalah pesan dan tema bernada sosial dan nasionalis pada setiap situs yang diretas.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud