Mengintip Alasan Mengapa Karyawan Anda Harus Mempunyai Media Sosial

Image dari Phmediaconsulting.com

Aktivitas media sosial sudah menjadi bagian hidup bagi banyak masyarakat modern saat ini. Tidak mengenal batas usia, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang berstatus sebagai pekerja merupakan pengguna aktif beragam layanan media sosial.

Jika dilihat kembali, #media sosial tentu memberikan efek baik itu buruk maupun baik terhadap kinerja seseorang. Untuk pekerja, mungkin mayoritas dari pemilik bisnis atau pimpinan tim, merasa bahwa mengakses media sosial hanya akan memberikan pengaruh buruk kepada para karyawan.

Namun apakah sepenuhnya anggapan tersebut benar? Berikut beberapa alasan mengapa karyawan anda harus mempunyai media sosial.




1. Fasilitas Relaksasi

Mungkin ini menjadi alasan yang cukup klise, ketika seorang karyawan menyatakan bahwa dengan mengakses media sosial mereka bisa merasa lebih rileks dan akhirnya berimbas pada kinerja yang lebih baik.

Namun ternyata hal tersebut ada benarnya, meski perlu ada pembatasan penggunaan media sosial. Faktanya, tubuh manusia bukanlah mesin yang bisa bekerja secara terus menerus. Ada kalanya, manusia membutuhkan waktu tertentu dalam beberapa menit atau jam untuk bersantai dan memulihkan kembali konsentrasi.

Artikel lain: Punya Karyawan Berbakat, Inilah 4 Cara Untuk Merawatnya, Catat!

Media sosial merupakan alternatif yang cukup efektif untuk mengatasi hal tersebut. Membuka laman media sosial selama beberapa menit membuat otak terasa lebih rileks dan mengurangi efek stres. Ketika sudah selesai, karyawan pun bisa bekerja dengan lebih tenang dan segar.

2. Berita Dan Informasi

Perlu dipahami bahwa saat ini platform media sosial seperti Facebook dan Twitter, memiliki fungsi utama untuk menyebarkan berita dan informasi. Dan pada kenyataannya pekerja serta karyawan tentu membutuhkan update informasi terkini untuk beberapa hal.

Semisal untuk content marketer, mereka membutuhkan informasi terbaru untuk menentukan seperti apa yang sedang banyak dibicarakan oleh target demografi kemudian memunculkan ide. Selain itu untuk tenaga penjualan, informasi terkini juga bisa memberikan pandangan tren yang tentunya bermanfaat bagi mereka.




Untuk pekerja kreatif seperti programmer, informasi terkait teknologi terkini serta solusi kreatif yang bertebaran melalui media sosial juga bisa menjadi sumber inspirasi.

3. Membangun Jaringan Komunikasi

Tidak bisa dibantah bahwa media sosial saat ini sudah berperan penting untuk keperluan marketing online. Jika ditilik dari awal pembuatan, kita bisa memahami bahwa media sosial adalah tempat dimana manusia bisa menjalin komunikasi lebih bebas dan luas.

Bisa dibayangkan bagi para karyawan seperti contohnya tenaga penjualan data account manager, tentu membutuhkan jaringan yang luas untuk mengenal orang baru. Bergabung dengan komunitas di media sosial hingga menjalin pertemanan dengan banyak profesional lain yang sebidang, menjadi potensi besar yang bisa diraih ketika karyawan mempunyai akses media sosial.

Selain itu bukan tidak mungkin, setiap kontak yang terjalin dengan para karyawan kita bisa menjadi calon konsumen, klien ataupun partner yang potensial untuk mengembangkan bisnis. Sebagai contoh, jika para karyawan mempunyai jaringan pertemanan yang luas melalui media sosial, dan ketika itu ada kebutuhan akan tenaga ahli di bidang tertentu, maka mereka bisa memperkenalkan lowongan tersebut untuk mendapat tenaga yang dirasa tepat.

4. Personal Branding

Manfaat berikutnya ketika karyawan mempunyai akses media sosial adalah bisa menjadi alternatif personal branding bagi bisnis kita. Sederhananya, setiap karyawan mempunyai akun media sosial tentu bisa diasosiasikan sebagai akun personal yang unik. Namun, ketika mereka mencantumkan informasi bahwa mereka bekerja atau berhubungan dengan bisnis kita, maka secara tidak langsung mereka bisa menjadi perwakilan untuk membangun jaringan yang lebih luas.

Perlu dipahami bahwa personal branding terkadang lebih dipercaya daripada corporate branding atau upaya branding yang dilakukan oleh perusahaan. Ketika pendekatan dengan calon konsumen baru dilakukan secara personal melalui akun media sosial karyawan, mereka akan lebih mudah percaya serta akan terjalin komunikasi yang lebih natural.

Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Bisnis Anda Wajib Menambah Karyawan Wanita

Sebagai contoh, akun media sosial bisnis kita mempunyai followers banyak 500 orang. Saat kita membagikan sebuah informasi terkait bisnis kita, maka jangkauan mungkin hanya terbatas pada 500 orang itu saja, berbeda jika karyawan kita mempunyai akun media sosial.

Untuk 15 orang karyawan dengan 200 follower setiap karyawan saja, kemungkinan informasi yang kita bagikan dapat menjangkau tak kurang dari 3000 orang sekaligus. Terlebih, informasi tersebut seakan dibagikan secara personal lewat akun karyawan kita, bukan akun bisnis.



2 total comments on this postSubmit yours
  1. Tergantng karyawannya min, klo kelamaan main sosmed malah g produktif, hihihi

    Tapi liat poin-poin di atas, punya akun sosmed bisa kyk buat portfolio kita sendiri. G heran banyak HR yang juga ngecek riwayat pelamar kerjanya lewat akun sosmed.

    • Betul mas. Kalo kebanyakan main sosmed malah ga kerja hehehe

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2017 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud