Mengapa Mengunggah Foto ke Media Sosial Bisa Membuat Bahagia? Inilah Risetnya

Mengapa Mengunggah Foto ke Media Sosial Bisa Membuat Bahagia? Inilah Risetnya

upload foto ke Media Sosial
Image dari Gmanews.tv

Mengungah foto ke media sosial saat ini memang sudah menjadi sebuah kebiasaan yang lazim pada masyarakat era modern dewasa ini. Entah karena ikut-ikutan atau memang ingin menjadi eksis, yang jelas kegiatan mengunggah foto ke #media sosial ini sekarang telah menjadi sebuah fenomena yang begitu fenomenal. Memang dengan adanya teknologi yang makin mendukung dan mudah didapatkan menjadikan aktivitas mengunggah ke media sosial ini sangat cepat dan bahkan menjadi hobi atau kegemaran.

Dan uniknya ternyata ada sebuah perasaan bahagia atau senang yang dirasakan oleh para penggunggah saat mereka telah mengupload fotonya ke media sosial. Lalu mengapa bisa demikian? Inilah beberapa riset atau penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa pakar terkait rasa bahagia dalam aktivitas menggunggah foto ke media sosial tersebut.

Perubahan Gaya Hidup

Bisa dikatakan bahwa banyaknya orang-orang yang melakukan aktivitas mengunggah foto ke media sosial ini adalah karena adanya perubahan gaya hidup. Jika dulu menjalani liburan, berkuliner dan berbelanja bisa jadi menjadi sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan untuk dinikmati diri sendiri maka saat ini semua kegiatan tadi tidak akan bernilai memuaskan jika mereka tidak mendokumentasikan dan menguploadnya ke akun media sosial yang dimiliki.

Ya, kegiatan-kegiatan seperti liburan, kuliner dan shopping sekarang ini pada akhirnya telah mengalami perubahan fungsi. Jika dulu hal-hal ini kita nikmati sendiri sudah sangat menyenangkan, tapi kali ini kegiatan tersebut digunakan sebagai ajang pamer dan unjuk eksistensi diri di media sosial agar bisa lebih menyenangkan.

Artikel lain: Mengandung Resiko Berbahaya, Hindari 6 Pose Anak Berikut Ini untuk Diunggah ke Media Sosial

Dari Gangguan Mental ke Perasaan Bahagia

Sejak munculnya fenomena upload foto ke media sosial ini memang membuat banyak pihak dan pakar kemudian melakukan berbagai riset dan penelitian. Dan saat awal mula riset ini dilakukan kemudian diperoleh sebuah data dimana dikatakan bahwa orang yang melakukan aktivitas memotret dan mengupload kegiatan ke media sosial ini tergolong mereka yang memiliki gangguan mental. Tapi seiring dengan riset yang makin mendalam ternyata ditemukan data lain yang berbeda dari data sebelumnya.

Riset atau studi terbaru ini sendiri dilakukan oleh para peneliti dari University of Southern California yang memberikan kesimpulan bahwa mereka netizen yang selalu aktif mengabadikan seluruh kegiatan harian untuk dipamerkan di media sosial adalah mereka kelompok orang yang selalu lebih merasa bahagia.

Penambah Semangat, Antusias dan Kebahagiaan

Salah satu periset atau peneliti dari University of Southern California yaitu Kristin Diehl menyatakan bahwa data yang didapatkan dari penelitiannya menunjukkan hubungan yang kuat antara kadar kebahagiaan dengan memotret dan menguplaod ke jejaring sosial. Dalam data yang ada juga Kristin mendapati sebuah peningkatan semangat dan kebahagiaan dari pengalaman positif yang muncul dari seseorang yang melakukan pengunggahan foto ke media sosial.

Dari sini kemudian semua peneliti dari University of Southern California menyimpulkan bahwa mereka yang melakukan aktivitas memotret untuk kemudian diunggah ke media sosial adalah orang-orang yang sangat antusias dan sangat menikmati segala hal yang mereka lakukan.

Baca juga: Inilah Bahaya Melakukan Tagging Sembarang di Media Sosial

Riset Berdasarkan Eksperimen Pada 2000 Partisipan

Dalam penelitiannya sendiri Kristin dan tim melakukan sembilan eksperimen yang berbeda-beda pada 2000 partisipan. Eksperimen yang dilakukan tim sendiri tidak main-main, sebab kegiatan yang ada yaitu terdiri dari liburan atau tur makan di restoran hingga berbelanja. Dari kegiatan-kegiatan ini partisipan ada yang diminta untuk memotret dan ada juga yang tidak diperbolehkan.

Setelah itu, para partisipan ini diminta untuk mengisi kuesioner. Hasilnya diperoleh informasi bahwa mereka yang memotret kegiatan mengalami peningkatan level kebahagiaan sedangkan orang-orang yang tidak melakukan aktivitas memotret tidak mengalami peningkatan rasa bahagia. Level rasa bahagia ini sendiri makin meningkat saat beberapa para partisipan ada yang diminta untuk mengunggah kegiatan liburannya ini. Sedangkan mereka yang tidak mengupload ke media sosialnya merasa kurang bahagia.

Namun ada sebuah data yang menarik yang didapat dari eksperimen ini yaitu bahwa mereka yang diminta melakukan pemotretan pada hal-hal yang ekstrim seperti memotret singa mengaku tidak bahagia. Begitu pula partisipan yang diminta membawa dan mengurus perangkat fotografi yang berat mengaku kurang bahagia dibanding mereka yang hanya membawa kamera ponsel.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan