Mau Jadi Penjual yang Berkualitas dan Andal? Terapkan 6 Hal Berikut Ini

menjadi penjual handal

Image dari Legaltemplates.net

Menjalani aktivitas sebagai seorang penjual memang akan menuntut seseorang untuk tampil lebih beda dari saat Anda menjadi karyawan. Ya, Anda tidak lagi bisa bersikap santai dan berkarakter lemah saat Anda menjadi seorang pengusaha (penjual). Namun lebih dari itu Anda sebagai penjual haruslah memiliki karakter yang lebih dari orang-orang lain kebanyakan.

Alih-alih bersikap lemah, Anda sebagai entrepreneur harus bersikap andal dan berkualitas. Namun seperti apakah cara menjadi seorang penjual yang berkualitas dan andal ini? Berikut merupakan pembahasan yang dibahas dalam buku “Selling You” yang ditulis oleh Napoleon Hill.

1. Kepercayaan Diri dan Keberanian

Hal pertama yang perlu diterapkan saat menjadi penjual adalah dengan membuat kepercayaan diri dan keberanian. Ya, sebagai pengusaha (penjual), Anda memang dituntut untuk memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk mengambil keputusan dalam bisnis. Selain itu Anda tak boleh ragu atau lemah untuk menghadapi setiap tantangan dan rintangan di depan. Apalagi saat ini persaingan usaha yang sangat ketat makin membuat Anda sebagai penjual harus lebih berani dan percaya diri untuk memasarkan produk dan jasa yang dimiliki.

Bila Anda menjalankan usaha ini dengan langkah yang serba ragu dan tidak percaya diri maka bisa dipastikan Anda akan dilewati para pesaing Anda. Memiliki kepercayaan yang tinggi juga akan sangat berarti buat para penjual untuk bisa menjadi bahan penilaian bagi calon pembeli.

Artikel lain: 7 Tips Meningkatkan Penjualan Dengan Memanfaatkan Social Media




2. Kegigihan atau Persistensi

Selain percaya diri dan berani, seorang penjual juga dituntut untuk bisa gigih untuk menghadapi setiap masalah yang ada. Masalah memang akan selalu ada ketika seorang pengusaha (penjual) menggerakkan bisnisnya. Maka dari itu saat menghadapi masalah, seorang penjual akan dihadapkan pada sikap kegigihan dan persistensi.

Salah satu bentuk masalah yang menuntut kegigihan seorang penjual adalah saat ia mengalami penolakan dari calon pembeli. Nah saat ini terjadi pada diri seorang penjual maka Anda diharuskan untuk gigih dan menganggap ini sebagai tantangan dan dorongan untuk memulai penjualan dengan sungguh-sungguh.

3. Memupuk Imajinasi

Seorang penjual memang diharuskan memiliki imajinasi yang tinggi. Untuk apa imajinasi? Imajinasi dibutuhkan untuk menghadapi situasi saat penjual mengalami kesulitan menjual produk atau jasa pada pembeli. Dari sini biasanya penjual belum bisa memahami kebutuhan pembelinya. Dari sini maka saat penjual mengalami kebuntuan dalam penjualan, maka dengan imajinasi, penjual bisa membuat pembeli mau membeli.

4. Memiliki Wawasan Produk yang Baik

Ya, bagaimana mungkin penjual tidak memiliki wawasan terhadap produk. Ini tentu saja sebuah hal yang konyol. Mengapa demikian? Tentu saja tanpa pengetahuan dan wawasan yang baik terhadap produk maka ia akan kesulitan untuk menjual produknya pada pembeli.

Tidak hanya sekedar produk sendiri, alangkah baiknya seorang penjual juga memiliki pengetahuan dan wawasan yang baik juga pada produk sejenis lainnya yang mungkin dimiliki oleh kompetitor Anda dan tidak Anda miliki. Hal ini akan makin membuat Anda mudah untuk memberikan penjelasan pada pembeli Anda.




5.  Menjaga Ketepatan Produk atau Layanan

Setelah Anda memiliki imajinasi untuk mengukur kebutuhan calon pembeli, tentu saja Anda harus bisa memutuskan apa produk yang tepat untuk calon pembeli. Jangan sampai Anda memberikan produk yang salah pada calon pembeli. Memang bisa jadi mereka akan membeli saat itu, tapi untuk membeli lagi? Jangan harap.

Kekecewaan membeli produk yang salah bisa jadi membuat pembeli tadi malas membeli lagi kepada Anda. Maka dari itu cobalah untuk memberikan produk yang tepat pada para calon pembeli Anda untuk menjadi penjual yang andal dan berkualitas.

Baca juga: Tips Sederhana Meningkatkan Penjualan Toko Online Anda

6. Kuasai Kualifikasikan Calon Pembeli

Dalam satu kali pertemuan atau kalau bisa dalam beberapa menit tatap muka seorang penjual yang andal dan berkualitas haruslah sudah mengerti kualifikasi calon pembeli. Kualifikasi calon pembeli sendiri adalah beberapa hal yang berkaitan dengan kondisinya seperti kemampuan finansial, kebutuhan dan juga motif calon pembeli.

Beberapa hal kualifikasi ini haruslah bisa Anda (calon penjual) ketahui pada satu kali pertemuan atau dalam beberapa menit atau jam dalam pertemuan. Semakin cepat Anda memahami kualifikasi calon pembeli maka akan semakin baik pula tingkat kualitas dan keandalan Anda sebagai penjual.



1 comment on this postSubmit yours
  1. kok ”’ kejujuran.. gak digolongkan di atas???

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud