Masih Banyak Kekurangan, Inilah Alasan Mengapa Teknologi Smartphone 4G Belum Wajib Dimiliki

smartphone 4g

Image dari Techno.id

Dalam ranah teknologi komunikasi mobile, koneksi jaringan 4G menjadi topik yang paling banyak didengungkan dalam kurun waktu setahun terakhir. Dimulai pada akhir tahun 2014 lalu, teknologi jaringan 4G telah diperkenalkan sebagai generasi terbaru jaringan data yang ada di Indonesia. Keuntungan dalam hal percepatan dan stabilitas koneksi menjadi bumbu penarik minat masyarakat Indonesia yang memang sudah semakin melet teknologi.

Masuk ke tahun 2015, istilah #smartphone 4G menjadi fenomena baru. Penggabungan perangkat smartphone yang diklaim telah mampu beradaptasi dengan jaringan 4G tersebut tak pelak kembali membuat konsumen tertarik. Namun pertanyaannya, sudah maksimalkan penerapan teknologi jaringan 4G di Indonesia? Jangan-jangan label smartphone 4G yang melekat pada perangkat kita hanya akan menjadi hiasan saja tanpa dimaksimalkan penggunaannya.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa konsumen Indonesia belum tepat untuk menggunakan perangkat smartphone berteknologi 4G.

1. Belum Menjangkau Banyak Wilayah

Ini adalah salah satu alasan terbesar mengapa para pengguna Indonesia masih belum pas mengadopsi teknologi smartphone 4G, yakni dari masih banyak wilayah yang belum didukung jaringan generasi 4 tersebut. Yup, saat ini memang bisa dibilang #teknologi jaringan 4G masih dalam tahap pengembangan di Indonesia.

Untuk wilayah kota besar seperti Jakarta mungkin sudah bisa merasakan layanan tersebut, itu pun tidak semua kota besar. Lalu bagaimana di wilayah lingkup “luar”? Jangankan 4G, HSPA (3G) saja terkadang sudah sulit. Terlebih di daerah pedalaman tentu mendapat sinyal 2G alias EDGE saja sudah merasa senang.




Artikel lain: Inilah 7 Perilaku Unik Pengguna Media Sosial yang Hanya Ada di Indonesia

Masalah infrastruktur dalam pembangunan jaringan menjadi kendala utama dalam hal ini, mengingat untuk bisa merangkul semua wilayah di Indonesia tentu bukan usaha yang mudah. Butuh waktu yang cukup lama untuk bisa memberikan layanan yang sama di setiap daerah.

2. Belum Disupport Semua Proivder Telekomunikasi

Alasan yang pertama mengapa teknologi smartphone 4G belum tepat digunakan di Indonesia adalah dari sisi perusahaan provider telekomunikasi. Seperti diketahui bahwa layanan jaringan 4G saat ini belum sepenuhnya didukung oleh sebuah provider. Hal ini tentu menjadi kendala karena tentu tidak semua pengguna bisa menggunakan layanan provider tertentu.

Dalam hal ini beberapa provider yang sudah membuka layanan 4G yakni Telkomsel, Indosat, XL, Smartfren dan Bolt. Belum lagi dikombinasikan dengan masalah di poin pertama, tentu tantangan untuk bisa mendapatkan layanan 4G yang mumpuni masih begitu besar.

3. Masalah Harga Kuota Smartphone 4G

Konsumen telekomunikasi di Indonesia memang mayoritas sangat kritis terhadap harga layanan yang ditawarkan perusahaan provider. Dan ketika kita menggunakan layanan smartphone 4G, nyatanya harga paket kuota yang ditawarkan terbilang masih cukup tinggi.




Pada dasarnya paket dan penawaran yang diberikan setiap provider memang sangat beragam, namun terkadang yang menjadi keluhan adalah adanya harga tambahan atau biaya lain yang tiba-tiba muncul ntah karena disengaja atau memanfaatkan kurangnya informasi yang dimiliki konsumen.

Baca juga: Inilah 5 Pencapaian Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia Tahun 2015

4. Perlu Kesiapan Mental

Mungkin terdengar aneh, namun ini merupakan hal yang harus benar-benar diperhatikan oleh penggun smartphone 4G. Jaringan 4G yang menawarkan kecepatan akses data yang tinggi disatu sisi memang dapat memberikan beberapa keuntungan, namun jika digunakan secara tidak tepat justru akan menimbulkan banyak kerugian.

Implementasi nyatanya yakni, bagi pengguna yang sudah terbiasa menggunakan perangkat dengan jaringan data lambat, tiba-tiba disuguhkan kecepatan #internet yang tinggi tidak sedikit yang akan kalap dan semakin ketagihan mengakses situs dengan kebutuhan kuota besa seperti streaming Youtube. Dampaknya, bagi yang tidak bisa mengendalikan maka akan semakin boros kuota yang artinya juga lebih banyak menghabiskan biaya.

Lebih luas lagi, saat ini smartphone sudah menjadi sebuah bentuk candu teknologi yang cukup mengkhawatirkan. Jika nantinya penerapan adanya smartphone 4G tidak diimbangi dengan pendidikan dan arahan tentang menggunakan perangkat teknologi yang baik, dikawatirkan masalah ini akan semakin parah dan membahayakan utamanya generasi muda kita.



1 comment on this postSubmit yours
  1. Ya benar tuh mas : Belum Menjangkau Banyak Wilayah

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud