Lewat Media Sosial, Hacker Makin Sering Curi Nomor Ponsel Pengguna, Waspadalah!

Lewat Media Sosial, Hacker Makin Sering Curi Nomor Ponsel Pengguna, Waspadalah!

media sosial hacking
Image dari Ph-creative.com

Anda termasuk orang yang getol eksis di #media sosial? Membuat akun dan menuliskan data diri serta beberapa menampilkan kegalauan, kerisauan dan gambar-gambar diri Anda? Tentu hal ini bukan hal yang berbahaya jika Anda mau bersikap wajar dan waspada. Namun bila Anda termasuk orang yang berlebihan dalam penggunaan akun jejaring sosial ini maka Anda bisa mengalami hal-hal yang berbahaya dan tidak diinginkan. Mengapa demikian? Fenomena hacker adalah jawaban yang sempurna untuk membuat Anda segera berpikir ulang dengan penggunaan media sosial tersebut.

Memang ada apa dengan hacker dan kaitannya dengan media sosial? Hacker yang merupakan oarang yang selalu mencari celah dalam dunia cyber memang akan selalu memanfaatkan apapun untuk meraih keuntungan bagi mereka. Nah salah satu cara atau bentuk peretasan yang kini dilakukan oleh hacker ini adalah dengan memanfaatkan media sosial.

Ini karena bagi mereka media sosial adalah tempat dimana mereka mampu mendapatkan data dengan mudah dan cepat. Dan salah satu data yang krusial yang bisa diambil dari sebuah akun media sosial adalah nomor telepon. Lalu bagaimanakah cara para hacker bisa sampai mendapatkan nomor telepon dari akun media sosial ini? Berikut ulasannya.

Waspadai Pesan Spam (Phishing)

Meskipun Anda tidak mencantumkan nomor telepon Anda pada akun media sosial, namun hacker memiliki seribu satu cara untuk bisa mendapatkan data dan informasi tersebut. Tentunya Anda pernah menerima pesan sampah alias spam atau pesan phishing yang berisi konten promosi di #smartphone dari orang yang tidak dikenal.

Menurut Kaspersky Lab, dengan menggunakan software khusus, pengiriman pesan spam dengan menggunakan data dari media sosial memang bisa dilakukan oleh hacker atau spammer. Dari sini maka Kaspersky Lab terus menyarankan agar para pengguna untuk selalu waspada.

Artikel lain: Menilik Tren Kejahatan Cyber di Tahun 2016 yang Wajib Diwaspadai, Seperti Apa Ya?

Sayangnya ternyata banyak pengguna yang tidak menghiraukan dan tetap saja berbagi data dan berita kepada penggguna lainnya. Tentu saja saat ini terjadi maka akan ada konsekuensi yang tak terduga dan tikda menyenangkan yang bisa terjadi.

Menggunakan Program Parsen di Media Sosial

Lalu bagaimana cara para hacker ini bisa meretas beberapa informasi termasuk nomor telepon dari akun sebuah media sosial? Cara paling sederhana adalah dengan memantau akun yang ada. Meskipun Anda tidak pernah menuliskan data nomor telepon pada informasi umum diri Anda, namun Anda mungkin tidak pernah sadar jika Anda pernah menuliskannya pada percakapan Anda di kolom komentar pada menu kronologi.

Jika pun Anda merasa tidak pernah menuliskan apapun terkait nomor teleponpada kolom komentar di kronologi namun hacker punya cara lain untuk meretas informasi tersebut. Caranya adalah dengan menggunakan bantuan sebuah alat atau #software bernama program parsen. Software ini memang bekerja dengan sangat canggih untuk bisa mengumpulkan data termasuk nomor telepon dari dari profil publik di jejaring sosial populer.

Bukti paling nyata adalah terinfeksi dan tercurinya ribuan data dan termasuk nomor telepon dari pengguna akun media sosial populer di Rusia, Vkontakte. Saat para hacker ini telah mendapatkan data dan nomor telepon yang diinginkan maka mereka akan melakukan pengiriman pesan berbahaya (spam).

Bukan Sekedar Jumlah Uang yang Dicuri

Tingkat peretasan dari cara ini makin berbahaya karena informasi mengenai hal ini sudah tersebar diberbagai forum. Tak ayal bila kini kita sering mendapatkan SMS atau pesan singkat berupa spam yang terus menghantui kita sepanjang hari. Mereka ini mengirimkan pesan yang isinya menawarkan #promosi, mengiming-imingi hadiah dan lainnya.

Lebih dari itu Kaspersky Lab menyatakan bahwa bukan jumlah uang bisa tercuri yang menjadi permasalahan utamanya, melainkan jumlah kelompok penjahat cyber non-profesional sejenis yang makin meresahkan karena semakin bertambah jumlahnya.

Baca juga: Identity Theft, Ketika Identitas-pun Jadi Obyek Kejahatan Digital

Meskipun kegiatan penipuan ini sebagian besar mengambil tempat di Rusia dan negara-negara tetangganya, namun bukan berarti kita bisa santai-santai saja. Hal ini disebabkan bahwa sangat mungkin skema yang sama yaitu memanfaatkan data yang dikumpulkan dari sumber-sumber publik, termasuk media sosial akan mamin merebak dalam waktu yang dekat ini.

Negara-negara paling berisiko terancam aktivitas hacker ini adalah negara yang lazimnya menggunakan telepon pra-bayar serta berbagai layanan SMS populer, termasuk yang memungkinkan kartu bank beroperasi melalui SMS.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan