Kuasi Pasar Drone Dunia, Founder DJI Innovations Kini Kian Bergelimang Harta

Image dari Detik.com

Image dari Detik.com

Jika ditanya apakah tren teknologi yang sedang hits di penghujung tahun 2015 ini, tentu pesawat tanpa awak alias drone menjadi salah satu jawaban terbanyak. Mengiringi derasnya popularitas action camera sebagai tandem udara, drone nyatanya juga semakin diminati banyak kalangan mulai masyarakat umum hingga para profesional.

Jika kita membicarakan istilah drone pada tahun 2010-an, mungkin yang terbayang adalah #teknologi pesawat tanpa awak yang digunakan untuk keperluan skala besar seperti penelitian hingga misi militer sebuah negara. Namun kita istilah drone nampaknya semakin membumi dan familiar sebagai perangkat pesawat mini yang dapat digunakan untuk banyak tujuan lain seperti olahraga, hiburan, fotografi hingga dalam pembuatan film.

Fakta inilah yang kemudian membuat sebuah brand produsen perangkat #drone asal China, DJI (Dajiang Innovation Technology) Innovations, berhasil meraup keuntungan yang luar biasa besar berkat animo masyarakat terhadap tren “droning”. Di balik kesuksesan tersebut, terselip nama sang founder yang tentunya kini kecipratan manisnya bisnis drone. Pria bernama Frank Wang Tao  tersebut bahkan berhasil masuk jajaran top 100 hartawan industri teknologi tahun 2015 versi Forbes berkat bisnisnya tersebut.

Mengintip Perjalanan Karir Frank Wang Tao

Sedikit mengulas tentang perusahaan DJI Innovations, perusahaan asal China ini merupakan produsen dari merek drone Phantom yang telah mempunyai kepopuleran tingkat dunia. Di Indonesia sendiri, brand ini tentu sudah tidak asing karena telah banyak dipasarkan bahkan mempunyai komunitas sendiri.

Di tingkat dunia, DJI Innovations bisa dikatakan sebagai market leader untuk industri produk drone dengan penguasaan market share hingga 70% dari total dunia. Menjadi salah satu perintis bisnis berbasis perangkat hiburan ini, tentu menjadi sebuah keuntungan bagi perusahaan yang dinahkodai Frank Wang Tao. Bahkan hingga mengatarkan sang founder meraup kekayaan mencapai $3,6 miliar dollar atau setara Rp48 triliun di tahun 2015.

Namun tentu perjalanan Frank menuju pencapaiannya saat ini tidak berjalan dalam waktu yang singkat dan mudah. Flash back ketika masih sangat muda, ketertarikan pada obyek terbang sudah tumbuh sejak ia duduk di bangku sekolah. Kala itu yang pertama kali berhasil memancing minat Frank adalah kisah komik yang menceritakan perjalanan sebuah helicopter merah mengelilingi berbagai tempat. Dari kisah  fiktif tersebut tak disangka malah menjadi pijakan pertama dirinya untuk menekuni bisnis besar di masa depan.

Artikel lain: Nicholas Woodman ~ Kisah Sukses Founder Brand Kamera Fenomenal GoPro

Pria yang lahir dan tumbuh di wilayah Hangzhou, China tersebut kemudian mempunyai sebuah mimpi untuk mengembangkan sebuah pesawat mini yang bisa dikontrol serta dilengkapi dengan kamera sehingga bisa merekam banyak hal yang manusia pada umumnya tidak bisa melihat hal tersebut.

Hobi Utak-Atik Berbuah Inovasi

Ketika berusia 16 tahun, ambisi Frank akan perangkat terbang mulai nampak menjadi kenyataan. Kala itu, ia yang berhasil lulus dengan nilai memuaskan lantas dihadiahi perangkat pesawat remote control oleh orang tuanya. Dari situ, hampir setiap hari ini banyak membaca buku dan informasi terkait teknologi pesawat dan perangkat terbang.

Pada tahun 2005, Frank saat itu sedang menyelesaikan studinya di Hong Kong University of Science & Technology jurusan electronic engineering yang sejalan dengan mimpinya. Dan lewat sebuah tugas kuliah, ia kemudian menciptakan perangkat terbang impiannya yang telah dilengkapi dengan kamera. Menariknya, kemudian perangkat yang ia buat dengan  budget $2000 dollar tersebut justru ditawar dan dibeli seseorang dengan harga 3 kali lipat yakni $6000 dollar.




Meneguk Kesuksesan Dengan Membangun DJI Innovations

Satu tahun setelahnya, Frank semakin yakin bahwa mimpinya membuat perangkat terbang yang kemudian dikenal dengan istilah drone tersebut juga mampu menjadi jalan karirnya. Di tahun 2006, Frank Wang Tao membangun perusahaan DJI (Dajiang Innovation Technology) Innovations dengan fokus membuat perangkat drone.

Mengangkat salah satu brand populernya Phantom Drone, DJI perlahan mulai menebar virus drone tidak hanya di China namun hingga ke manca negara. Dan hasilnya mulai nampak beberapa tahun setelahnya ketika banyak pemodal dan pengembang industri teknologi di Amerika tertarik dengan konsep produk DJI.

Baca juga: Yuko Nakazawa ~ CEO Cantik Founder Perusahaan Teknologi UPQ

Lama berproses kini hasil yang manis berhasil DJI dapatkan dengan menyabet posisi puncak industri drone dunia. Dengan pangsa pasar yang luas dan jaringan bisnis yang telah mengakar di berbagai negara, membuat DJI yang dipimpin oleh Frank semakin mendominasi dan sulit digeser pabrikan lain. Pada tahun ini perusahaan DJI bahkan diplot mempunyai nilai sebesar $1 miliar dollar setelah naik tajam di tahun 2014.

Apa yang berhasil dijalankan Frank bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk terus mengejar mimpi dan berusaha mewujudkannya. Terutama yang bersentuhan dengan dunia teknologi, ketika kita berhasil memberikan inovasi, jangan ragu untuk terus berkembang karena potensi di masa depan mungkin saja akan sangat besar.



1 comment on this postSubmit yours
  1. iya om berbuah bakat hobi, jadi bisnis kalo bisa mengeola dengan baik dan tekun serta semangat dan jangan lupa berdoa kepada tuhan YME

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud