Berhati-Hatilah Saat ‘Hunting’ Barang di Situs Iklan Online atau Marketplace, Baca Ini

situs-iklan-online
Ilustrasi dari Google image

Mau hunting barang bekas atau barang murah? Kamu pasti kepikiran cari barang di situs iklan online ‘gratisan’. HATI-HATI! Banyak penipuan tersebar di situs-situs ini. Maxmanroe.com kasih tips khusus buat kamu yang suka berburu barang bekas ataupun baru secara online!

Di supermarket atau toko-toko elektronik kamu pasti melihat sejejeran barang-barang elektronik dengan harga diskon, tapi kalau dipikir-pikir ulang, ternyata harganya masih tetep saja mahal. Kalau mau berhemat, kamu bisa mengadu keberuntungan di situs-situs iklan online yang menawarkan beragam penawaran barang-barang bekas dengan harga yang jauh lebih murah, misalnya OLX (http://olx.co.id/), Bukalapak atau Locanto.

Platform ini menyediakan kesempatan untuk para penggunanya untuk menjual barang-barang bekas dengan fitur iklan online gratisan. Untuk penjual, ada keuntungan tersendiri karena bisa menjual barang-barangnya tanpa modal biaya iklan. Untuk mereka yang mau berburu barang murah, platform ini adalah ‘surga’ dengan tawaran-tawaran yang menarik mata.

Surga tak sembarang surga. Mungkin kamu sempat terpikir, daripada capek-capek ke pasar loak, becek, terus sedek-sedekan, mendingan ke situs ini aja. Belanja santai di rumah, barang datang, saya senang! Jangan salah! Siapa pun yang mau berburu barang murah online atau mau menjual barang bekas online, wajib tahu tips penting ini.

Supaya kamu bisa menggunakan platform ini dengan cermat, Maxmaroe.com kasih tips penting berjualan dan berbelanja barang murah di situs iklan online.

Artikel lain: 3 Jenis Transaksi Jual Beli Online Terpopuler Di Indonesia

Hati-Hati Dengan Scammer

Jangan mudah tergoda dengan tawaran iPhone yang harganya di bawah satu tiga juta. Penipu online atau biasa disebut scammer biasanya memancing korbannya lewat harga-harga barang yang ‘menggoda’ alias murah dan tidak masuk akal.

Selain itu, kebanyakan pelaku mengupload gambar produk yang masih dikemas baru dan original dengan tulisan High End Smartphone yang harganya jauh dari harga pasaran. Mereka biasanya meminta calon pembeli untuk mentransfer uangnya dulu, baru barang akan dikirim. Tapi, kenyataannya barang tidak kunjung datang. Jadi, jauhi iklan-iklan online seperti ini!

Hati-Hati Dengan Pengguna PayPal

Khusus untuk penjual: di antara banyaknya calon pembeli online, selalu ada ‘srigala berbulu domba’. Calon pembeli biasanya ingin mengirimkannya uang via PayPal. Tapi, subyek transfernya sengaja disalahkan. Misalnya, barang yang dibeli adalah iPhone, tapi subyek transfernya “pembayaran vacuum cleaner”. Lalu, si pembeli ini melapor dan meminta maaf.

Nah, saat dia tahu bahwa barang sudah dikirim, si penipu ulung ini tinggal melapor ke PayPal untuk menarik uangnya kembali. Alasanya, salah subyek dan transaksi dibatalkan. Untuk si penjual malang, hilang barang uang tak datang.

Temui Penjual atau Pembelinya Langsung

Dalam FAQ situs-situs iklan online selalu ada tips keamanan. Pengguna sebaiknya menemui penjual atau pembelinya secara langsung saat transaksi. Memang ada benarnya. Ini adalah metode transaksi paling aman. Selain itu, sebagai pembeli kamu bisa melihat-lihat dulu kondisi barangnya.

Untuk barang bekas, tanyakan kuitansi pembelian dan kartu garansinya. Kalau dirasa ada yang tidak sesuai dengan spesifikasinya, kamu masih punya kesempatan tawar-menawar dengan si penjual.

Transaksi langsung yang paling aman wajib dilakukan tempat yang ramai, seperti di cafe, food court atau di tempat-tempat orang biasa nongkrong. Saat terjadi hal-hal yang tak terduka, kamu bisa langsung teriak minta tolong. Kalau kamu rasa kamu harus bawa uang cash yang banyak, ada baiknya kamu membawa teman. Jadi, kamu akan merasa aman.

Barangnya Rusak, Terus Gimana?

Kadang bertemu langsung tidak bisa dilakukan karena alasan jarak antara penjual dan pembeli. Jalan satu-satunya adalah mengirimkan barang tersebut dengan jasa pengiriman barang. Tapi, kalau kamu lagi sial, barang yang kamu pesan tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertera dalam iklan. Kerusakan bisa terjadi saat pengiriman barang atau memang sudah ada sebelum barang dikirim.

Sebagai pembeli, kamu tidak akan pernah tahu. Lalu, langkah apa yang bisa kita lakukan kalau si penjual menolak pengembalian barang?

Banyak penjual yang menyatakan dengan tegas bahwa mereka tidak menerima pengembalian barang karena barang rusak. Dalih ini salah kaprah. Mengenai retur dan penggantian barang dari penjual sebenarnya sudah diatur tegas dalam UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Dalam Pasal 7 huruf g UU Perlindungan Konsuman diatur bahwa pelaku usaha berkewajiban untuk memberikan kompensasi, ganti rugi, dan/atau penggantian apabila barang dan/jasa yang diterima atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian.

Untuk kasus seperti ini, sebelum kamu lapor polisi ada baiknya kamu musyawarahkan baik-baik dengan pihak penjual. Kalau mereka tetap ‘ngotot’ tidak mau menerima retur, mungkin kamu bisa meminta diskon kompensasi untuk pembelian selanjutnya. Jika tidak, bersiaplah untuk menulis ulasan yang jujur dan tegas.

Di situs-situs iklan online biasanya pembeli diberi kesempatan untuk memberi ulasan tentang penjual dan barang atau jasa yang ditawarkannya. Ulasan yang jujur dan tegas dapat membantu calon pembeli lain untuk mempertimbangkan apakah mereka memilih penjual ini atau beralih ke penjual yang lain.

Baca juga: Inilah 6 Keuntungan Memiliki Website Toko Online Sendiri

Toko Online atau Situs Iklan Online?

Ada perbedaan antara toko online dengan situs iklan online. Toko online dimiliki oleh satu penjual, sementara situs iklan-iklan online hanya sebuah platform yang menawarkan iklan-iklan dari para penjual. Situs ini biasanya menawarkan layanan memasang iklan online gratis. Selain itu, tidak ada biaya jasa SEO dan tidak harus punya sistem pembayaran online sendiri, semuanya sudah disiapkan oleh penyedia situs.

Ini lah yang menjadi daya tarik para penjual yang ingin menjejerkan barang dagangan tanpa susah-susah membangun toko online. Platform ini hanya menjadi penghubung antara penjual dan pembeli. Kelemahanya: kalau ada masalah, penyedia situs sama sekali tidak bertanggung jawab atas masalah yang diperoleh penjual atau pembeli.

Lalu, manakah pilihan terbaik antara #toko online atau situs iklan online? Itu kembali pada kebutuhan kita sendiri. Seringkali pebisnis online malah memilih menggunakan keduanya.

Maxmanroe

A Blogger, YouTuber, and Trader. Start getting to know Online Business since 2012 and continue to learn about internet business until now. Currently active as a content writer at Maxmanroe.com.

2 thoughts on “Berhati-Hatilah Saat ‘Hunting’ Barang di Situs Iklan Online atau Marketplace, Baca Ini”

  1. untuk point ke-2 “Hati-Hati Dengan Pengguna PayPal” bukannya paypal hanya bisa transfer ke sesama paypal, trus apakah verified dan unverified akun paypal dapat berpengaruh terhadap proses jual beli tersebut.

    Reply
  2. Banyaknya situs jual beli online sekarang memang membuka banyak kesempatan, bukan cuma buat penjual dan pembeli, tapi penipu juga.

    Saya sendiri pernah punya pengalaman pribadi sama scammer, beli BB online yang harganya lumayan miring meskipun g jauh2 amat harganya. Begitu barangnya dateng ternyata dapet handset sama batere bodong. baru dipake 3 hari dah g betah. Padahal belinya di situs online besar lho!

    Reply

Leave a Comment