Hackathon Merdeka 2.0, Harapan Baru Untuk Indonesia Tangani Kabut Asap

Hackathon Merdeka 2.0, Harapan Baru Untuk Indonesia Tangani Kabut Asap

Hackathon Merdeka 2.0

Setelah sukses dengan penyelenggaraan Hackathon Merdeka pertama pada bulan Agustus 2015 kemarin, kini komunitas coding Code4Nation kembali mengadakan acara serupa yaitu Hackaton Merdeka 2.0. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 24-25 Oktober 2015 untuk menyambut hari sumpah pemuda ini rencananya akan digelar serentak di 28 kota diantaranya yaitu kota Bogor, Depok, Tangerang, Wonosobo, dan Sydney, Australia.

Untuk event Hackathon kali ini, panitia mengambil tema yang terkait dengan masalah administrasi kependudukan yang terkoneksi dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan akses pendidikan, penegakan hukum, jaminan sosial, jaminan kesehatan dan ditambah dengan penanganan kabut asap.

Hackathon Merdeka sendiri merupakan sebuah inisiatif dari Code4Nation.org sebagai salah satu bentuk pemanfaatan #teknologi informasi guna memecahkan permasalahan bangsa. Di dalam ajang tersebut, para pengembang aplikasi (developer) akan berlomba menunjukkan kebolehannya merancang aplikasi jadi atau prototipe tertentu. Lalu seperti apakah penyelenggaraan Hackaton yang kedua kalinya ini akan berlangsung? Berikut ulasannya.

Pecahkan Rekor MURI dan Rekor Dunia

Pelaksanaan Hackathon Merdeka 2.0 sendiri ternyata menarik minat banyak peserta. Bagaimana tidak, setelah pendaftaran ditutup pada tanggal 17 Oktober 2015 kemarin event ini telah berhasil mengumpulkan jumlah peserta sebanyak 1.700 peserta atau 620 tim. Menurut Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, jumlah peserta ini ternyata telah memecahkan rekor dunia yang sebelumnya dipegang Amerika Serikat 2013 lalu (dalam HackMIT) yang kala itu memiliki jumlah peserta mencapai 1.200 orang.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Emil ini menyatakan bahwa membludaknya peserta hackathon memperlihatkan orang Indonesia pintar-pintar. Lebih memukaunya, yang pintar tersebut jumlahnya banyak sehingga bisa memecahkan rekor.

Artikel lain: PasangMata ~ Media Berkonsep Citizen Journalism Dengan Misi Sosial Lingkungan

Emil berharap, peserta Hackathon berangkat dengan visi dan misi yang sama, yakni membangun Indonesia menjadi lebih baik. Sementara itu, Public Relation Code4Nation, penyelenggara Hackathon, Marina Kusumawardhani menganggap antusiasme peserta Hackaton 2.0 ini sangat luar biasa. Hal ini bisa dilihat dari membludaknya jumlah peserta kali ini yang bisa memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) atau Guinnes World of Record.

Harapan Hackathon Merdeka 2.0 Mampu Ciptakan Solusi Kabut Asap

Penyelenggaraan Hackaton 2.0 ini sendiri mendapatkan dukungan yang sangat baik dari pemerintah yang diwakili oleh Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan. Pasalnya, dengan tiba-tiba pada jam 12 malam Luhut kemudian mengontak Code4Nation sebagai panitia Hackaton 2.0 untuk dibuatkan #aplikasi penanganan korban kabut asap. Dengan adanya permintaan dari Menkopolhukam Luhut ini maka tema Hackaton 2.0 yang awalnya tentang kependudukan harus ditambah dengan penanganan kabut asap.

Luhut sendiri menurut panitia akan memberi hadiah tersendiri bagi pemenang aplikasi penanganan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan. Menurut Panitia, terkait aplikasi penanganan kabut asap ini sebenarnya, ada dua aplikasi yang diminta Luhut. Pertama adalah aplikasi untuk kebutuhan evakuasi yang bisa membantu mengetahui posisi balita, anak-anak, lansia yang kesehatannya kritis dan membutuhkan bantuan.

Aplikasi kedua adalah aplikasi yang dibutuhkan para relawan. Misalnya aplikasi yang memperlihatkan titik kumpul dan penyaluran kebutuhan masyarakat. Selama ini memang banyak bantuan yang datang, namun relawan tidak memiliki data bantuan apa saja yang dibutuhkan daerah tertentu.

Dengan aplikasi yang kedua ini diharapkan bantuan lebih cepat sampai dan tepat sasaran. “Saya kira dua permintaan ini bisa beriringan, intinya untuk mendeteksi korban. Insya Allah dalam satu pekan aplikasi selesai,” ujar Public Relation Code4Nation, penyelenggara Hackathon, Marina Kusumawardhani.

Baca juga: SwaKita, Aplikasi Media Sosial Warga Jakarta Sebagai Wadah Keluh Kesah

Berlangsung 24 Jam Non Stop

Menurut inisiator Code4Nation Ainun Najib, Hackaton Merdeka 2.0 ini akan menjadi ajang bagi para coder atau para pengembang aplikasi (developer) untuk berlomba menunjukkan kebolehannya merancang aplikasi jadi atau prototipe tertentu.

Untuk waktu yang disediakan sendiri tidak banyak yaitu hanya 24 jam. Jadi Hackathon ini memang sebuah ajang membuat aplikasi dengan sangat cepat, yaitu dalam 24 jam namun menghasilkan aplikasi jadi atau prototipe yang berfungsi memecahkan suatu masalah.

Ainun menambahkan, panitia memang belum menawarkan hadiah. Namun, aplikasi terbaik akan didorong agar bisa digunakan melalui kerja sama dengan pemerintah. Acara yang sudah lazim dilaksanakan di luar negeri ini rencananyaakan diselenggarakan pada 24-25 Oktober, serentak di Banda Aceh, Toba, Medan, Pekanbaru, Palembang, Belitung, Tangerang, Depok, Bogor, Bandung, Cirebon, Garut, Banyumas, Wonosobo, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Pontianak, Balikpapan, Makassar, Mamuju, Manado, Denpasar, Sumbawa, Ambon, Jayapura, dan Diaspora Indonesia di Sydney, Australia.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan