SwaKita, Aplikasi Media Sosial Warga Jakarta Sebagai Wadah Keluh Kesah

SwaKita-Media-Sosial-Warga-Jakarta

Ibukota negara sedang banyak berbenah. Sejak Era kepemimpinan Gubernur Joko Widodo dan kini dibawah komando Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Jakarta memang banyak berubah. Perubahan yang ditandai dengan berbagai terobosan diberbagai lini ini sudah banyak terlihat dan sampai saat ini pun masih terus dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan ibukota menjadi kota yang nyaman dan menyenangkan bagi warganya.

Sebuah terobosan yang telah dilakukan baru-baru ini adalah peluncuran aplikasi #media sosial SwaKita. Media sosial yang dibuat berkerjasama dengan PT. Inovasi Dunia Kreasi ini telah menjadikan SwaKita sebagai salah satu pedoman dan acuan program smartcity yang tengah diterapkan oleh Pemprov DKI.

Meski belum rampung sepenuhnya karena masih di menunggu kesepakatan dari gubernur, aplikasi yang namanya diambil dari plesetan ‘suara kita’ ini telah digunakan oleh 5 kelurahan dengan 1.000 pengguna. Lalu seperti apakah media sosial SwaKita itu sendiri? Berikut ulasannya.

Artikel lain: Siaga Banjir, Aplikasi Pantau Banjir di Jakarta

Fungsi SwaKita

SwaKita sendiri adalah #aplikasi media sosial pemantau lingkungan berbasis peta yang dirancang khusus untuk menunjang fungsi pemerintahan seperti camat, dan lurah sebagai urban manager dalam juga untuk melayani masyarakat, seperti menaggapi keluhan dan saran masyarakat, pengumuman, kegiatan wilayah, dan lainnya.

Namun selain itu SwaKita juga bisa berfungsi sebagai media penyebaran pengumuman terkait agenda, kegiatan atau prestasi kelurahan dan kecamatan. SwaKita juga ternyata juga bisa digunakan untuk memberdayakan masyarakat dengan kegiatan promosi UKM (Usaha Kecil Menengah) dari berbagai ulasan lokasi publik seperti restoran, kafe dan bisnis UKM yang lain.

Fitur SwaKita

Aplikasi yang telah bisa didownload di Playstore untuk pengguna #Android ini telah dilengkapi fitur chat dan pelayanan PTSP (pelayanan terpadu satu pintu), Promosi UKM Binaan, Sistem Pelaporan Masyarakat, dan Panel Kinerja. Selain itu SwaKita memiliki fitur peta digital yang digunakan untuk sarana penyebaran informasi.

Fitur peta digital ini sendiri menjadi kunci utama yang begitu penting dalam penggunaannya hingga dengan mudah bisa dikenali oleh pengguna lain. Dalam SwaKita, informasi yang ada disajikan dalam peta yang diambil dari Google Maps. Untuk memudahkan pantauan laporan pengguna maka peta tersebut kemudian dipadukan dengan pin ilustrasi.

Dua Versi SwaKita

Ada dua versi SwaKita yang perlu kita ketahui. Pertama adalah SwaKita versi Warga yaitu SwaKita yang diunduh dan digunakan oleh warga DKI Jakarta. Kedua adalah SwaKita versi pemerintahan daerah (pemda) yang digunakan oleh aparat Pemda, seperti lurah, camat dan walikota. Aplikasi yang.

Perbedaan dua versi ini terletak pada fitur khusus yang hanya dimiliki oleh versi pemerintah daerah yaitu adanya dashboard informasi keluhan masuk dan yang sudah berhasil di tangani. Selain itu semuanya sama. Anda sebagai warga sudah bisa menggunakan aplikasi ini jika lurah atau camat Anda sudah memakainya.

Namun seperti dibahas sebelumnya bahwa SwaKita ini masih baru diterapkan pada 5 kelurahan terlebih dahulu. Seperti kita tahu bahwa di Jakarta ada sekitar 268 kelurahan termasuk wilayah Kepulauan Seribu. Ini artinya masih banyak para lurah dan camat yang belum menggunakannya.




Wadah Penampung Keluh Kesah

Seperti diulas sebelumnya bahwa SwaKita punya fasilitas pelaporan keluh kesah warga. Itu artinya kita bisa mengeluarkan uneg-uneg atau keluhan apapun yang ada disekitar kita seperti keamanan, jalan rusak, macet dan lain sebagainya.

Jadi saat kita menemukan hal yang kurang nyaman di lingkungan kita, kita bisa langsung melaporkan hal ini dengan cara mengetikkan laporan tersebut pada aplikasi. Saat laporan terkirim, maka saat itu pulalah laporan langsung diterima oleh aparat Pemda setempat untuk kemudian diselesaikan.

Baca juga: LewatMana, Pantau Lalu Lintas Secara Real Time Dengan CCTV

Partisipasi Warga DKI Jakarta

Aplikasi ini sebenarnya dibuat dengan  bertujuan agar warga DKI Jakarta bisa ikut berpartisipasi secara aktif untuk menjadikan Jakarta lebih baik lagi. Itulah target pemerintah provinsi DKI Jakarta saat menjalin kerjasama dengan PT. Inovasi Dunia Kreasi.

Meski secara kasat mata SwaKita seperti lebih terkesan untuk memaksimalkan kinerja kelurahan dan kecamatan, namun sesungguhnya partisipasi atau kepedulian masyarakat-lah tujuan utama yang diinginkan oleh pemerintah DKI Jakarta.




Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud