Coconuts.co, Startup Portal Berita Kota-Kota di Negara Asia

Coconuts.co, Startup Portal Berita Kota-Kota di Negara Asia

Coconuts-portal-berita

Apakah Anda salah satu individu yang aktif di internet dan sering membaca informasi di portal berita mainstream yang jika dilihat memiliki kesamaan berita? Bila jawabannya ya, berarti Anda pasti tidak asing lagi dengan Buzzfeed, salah satu startup #media online asal New York ini menghadirkan konten yang mengangkat isu hangat di masyarakat dan mengemasnya menjadi sebuah viral.

Beberapa media lokal yang bermunculan juga mulai mengikuti gaya penyampaian seperti Buzzfeed. Dilansir dari id.Techinasia, kali ini Maxmanroe membahas tentang portal serupa yang bernama Coconuts.co. Portal berita ini lahir sekitar setahun yang lalu, startup asal bangkok ini ikut meramaikan ranah tersebut di tanah air dengan melakukan ekspansi  ke Jakarta dan Bali.

Sekilas Mengenai Coconuts.Co

Coconuts media adalah website lokal yang memanfaatkan jaringan media sosial dan konten video untuk memperkuat cakupan informasi daerah perkotaan di Asia. Saat ini Coconuts.Co meraih 1.5 juta pengunjung (Unique Visitors, sebutan pengunjung untuk Coconuts.Co) per bulan dengan rata-rata 20.000-30.000 kunjungan per video di channel official youtube Coconuts.TV.

Pendiri dari media online Coconuts.co bernama Byron Perry, dia seorang ekspatriat yang tinggal di Bangkok. Awalnya Byron memulai startupnya dengan nama CoconutsBangkok.com. Di awal berdiri nya Byron byron berperan sebagai pengisi konten tunggal. Pada awal lahirnya Coconuts adalah hanya sebuah blog biasa.

Namun seringnya melihat buzzfeed Byron mulai terinspirasi, dan hal tersebut mendorong ia untuk mengembangkan Coconuts.co dengan aura yang serupa. Byron menjelaskan dalam Startup besutannya itu “Ada elemen humor dan sarkastik, dan setiap kota memiliki beragam bahasan dari hard newssampai restoran dan gaya hidup”.

Artikel lain: KomtungTV, Wadah Kreatifitas Stand-Up Komedian Dalam Dunia Virtual

Perkembangan Coconuts.Co

Seiring perkembangan di pasar Asia yang mulai tertarik dengan konten video, Byron berinisiatif menambahkan fitur baru yaitu Coconuts.tv. Sebuah fitur yang menggunakan bantuan youtube sebagai channel ekslusive untuk konten video dari coconuts.co. Sampai bulan Maret 2015, Coconuts berhasil mendapatkan empat juta unique visitor dan mengklaim mendapat 20.000 hingga 30.000 view untuk tiap video yang mereka unggah.

Menurut Byron, keberadaan konten video ini menjadi elemen penting bagi mereka untuk melakukan monetisasi. Byron pun menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini Coconuts sudah berhasil menjual konten videonya ke sejumlah saluran TV di Eropa. “Footage Thai boxing di penjara adalah salah satu konten yang dibeli RTL milik Jerman,” jelas Byron. Untuk kedepannya Coconuts juga berencana untuk menjalin sebuah kerja sama dengan startup distributor video online Rightster.com.

Monetisasi Yang Dilakukan Coconuts.co

Untuk masalah monetisasi, selain dari konten video, sampai dengan saat ini Coconuts sendiri masih mengandalkan iklan dan konten sponsor. Sayangnya, Byron enggan membocorkan berapa rata-rata pemasukan mereka setiap bulannya. Selain dari iklan dan video, Coconuts juga telah melakukan kontrak kerja sama dengan operator selular lokal di Thailand selama sepuluh bulan.

Keunikan Yang Dimiliki Coconuts.Co

Byron juga menjelaskan bahwa #startup miliknya memiliki sebuah keunikan  dan daya jual yang bersaing. Coconuts banyak menggunakan bahasa yang tidak formal bahkan kasar. Namun menurut Byron, hal ini tidak membuat vendor enggan beriklan. “Ini justru menjadi salah satu daya jual kami, karena kami berbeda,” jelasnya. Ia menambahkan, keunggulan lain dari situs miliknya adalah banyaknya konten lokal yang membuka peluang bagi pengiklan yang ingin menyasar pasar lokal.

Sampai dengan saat ini, konten lokal yang telah tersedia di Coconuts untuk kota Jakarta dan Bali masih menggunakan Bahasa Inggris. Namun dalam waktu dekat, ia berencana akan membentuk tim untuk mengerjakan konten dalam Bahasa Indonesia untuk mempermudah pembaca dari Indonesia memahami isi konten tersebut. ”Setelah Jakarta, lalu Bangkok, dan menyusul kota-kota lainnya,” ujarnya.

Artikel lain: MalesBanget.com, Startup Berisi Konten Lucu yang Berawal Dari Iseng-Iseng

Ekspansi ke Indonesia adalah sebuah keputusan baik, karena menurutnya keadaan pasar di Indonesia sangan menjanjikan. Melihat perkembangan yang terus melejit membuat Byron percaya bahwa keputusannya untuk berekspansi di Indonesia adalah sebuah keputusan tepat.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan