Cara Membangun Startup Tanpa Pengetahuan Sebagai Programmer Maupun Developer

membangun startup
Image dari Linkedin.com

Pada umumnya seorang CEO startup biasanya memiliki kemampuan dan pengalaman sebagai Coder. Menurut Co-founder dan CEO Dicoding Narenda Wicaksana, menyebutkan bahwa hampir 100 persen founder startup teknologi memiliki kemampuan atau pengalaman sebagai coder sebelumnya. Lantas, apakah orang yang tak memiliki basik coder tidak bisa mengembangkan, tidak juga. Pernyataan yang diungkapkan Narenda tersebut menyebutkan hampir 100 persen, artinya masih ada sedikit celah bagi Anda yang tidak mengetahui dunia coding yang ingin mendirikan sebuah #startup.

Lalu bagaimana caranya mengembangkan startup tanpa adanya bekal pengetahuan sebagai seorang programmer atau developer. Mike Wilner, seorang Co-founder dari hellocompass.com dan alumni dari Venture of America berbagi cara membangun startup tanpa pengalaman dan pengetahuan sebagai developer. Mike sendiri menyebutkan dalam tulisannya bahwa ia adalah seorang yang tak memiliki latar belakang sebagai developer maupun programmer. Nah, berikut ini adalah cara membangun startup yang diterapkan oleh Mike.

1. Utamakan Fokus Pada Penjualan

Siapapun Anda yang ingin mengembangkan startup namun tak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai aplikasi, itu sebenarnya bukanlah hambatan dalam menciptakan startup teknologi yang baik. Anda tetap bisa mendirikan dan mengembangkan startup, caranya adalah dengan mengutamakan sesuatu yang Anda kuasai misalnya dengan berjualan.

Dengan cara ini Anda bisa mulai mendapatkan feedback dan respon dari konsumen target Anda. Dari situ kemudian Anda bisa memulai mengembangkan startup yang Anda inginkan, dan sedikit demi sedikit mulai belajar juga mengenai seluk beluk aplikasi.

Artikel lain: 5 Tips Yakinkan Partner Bisnis Dalam Membangun Startup 

2. Maksimalkan Pemanfaatan Tools yang Sudah Ada

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk memulai mendirikan startup adalah dengan memanfaatkan tools yang sudah ada. Saat ini sudah ada banyak tool yang bisa digunakan untuk membuat platform yang bisa menjadi tahap awal dalam membangun sebuah startup teknologi. Dari situ kemudian Anda masih bisa membuat sebuah prototipe platform yang ingin Anda ciptakan.

Dalam hal ini Mike mencontohkan ia memanfaatkan Google Sheet, Streak, Typeform, dan Zapier yang digunakan untuk memudahkan konsumen mengenal produk yang Anda tawarkan secara lebih jauh. Pertimbangkan juga untuk menggunakan 360 feedback tool, yaitu tools yang dapat digunakan untuk mengumpulkan umpan balik (feedback) tentang seorang karyawan dari orang-orang yang bekerja paling dekat dengannya, termasuk laporan langsung (dalam hal manajer & penyelia), rekan kerja, dan manajer.

Jadi jika Anda ingin segera membangun startup, coba mulai sekarang carilah beberapa tools yang relevan dengan produk yang ingin Anda kembangkan.

3. Tarik Perhatian Co-Founder Teknis Dengan Pencapaian Startup

Anda harus menyadari bahwa Anda lemah dalam hal teknis saat mengembangkan startup teknologi. Untuk tetap bisa bersaing dan tetap eksis, maka Anda harus merekrut orang yang memiliki kemampuan sebagai seorang developer atau programmer. Nah, cara yang bagus untuk menarik orang pada bidang ini adalah dengan menunjukkan pencapaian startup yang baru saja Anda kembangkan.

Jika Anda mampu menunjukkan pada mereka bahwa dengan teknologi yang bisa dibilang minim saja bisa mendapatkan pelanggan yang besar, apalagi jika dilengkapi dengan ahli developer dan programmer, tentu ini adalah potensi yang luar biasa. Hal itu biasanya akan bisa menarik perhatian bagi para programmer dan developer untuk bergabung dengan startup Anda.

4. Selalu Lakukan Uji Coba Pada Produk Anda

Hal ini harus Anda lakukan, ketika misalnya nanti Anda sudah memiliki tim yang lengkap, Anda memiliki Co-Founder di bidang teknis yang andal, maka Anda tidak boleh melupakan tahap uji coba produk. Akan selalu ada feedback negatif dari pasar, namun jangan menyerah dan patah semangat, jadikan itu sebagai media untuk menguji dan melakukan koreksi perbaikan pada produk Anda.

Proses seperti inilah yang nantinya akan membuat produk Anda menjadi lebih baik dan kemudian bisa membawa pelanggan semakin banyak menyukai produk Anda.

Baca juga: 7 Aturan Wajib Untuk Membangun Startup Yang Sukses

5. Seberapa Besar Tekad Andalah yang Menentukan Kesuksesan

Membangun sebuah startup itu adalah pekerjaan yang sulit yang membutuhkan tekad kuat dan mental baja. Terlebih jika tidak memiliki modal kemampuan sebagai coder, programmer ataupun developer. Namun demikian jangan jadikan kelemahan yang ada pada diri Anda itu semua sebagai alasan untuk menghambat keinginan Anda mendirikan startup.

Justru kelemahan yang ada pada Anda tersebut jadikan sebagai pemantik semangat Anda dalam mengembangkan startup. Kelemahan itulah yang seharusnya membuat semangat Anda berlipat-lipat dalam membangun startup. Buktikan bahwa Anda pun juga mampu mendirikan startup teknologi yang bagus untuk masyarakat.

Tasbihul Mamnun

Tasbihul Mamnun adalah content writer di Maxmanroe.com. Aktif di dunia pendidikan dan hobi mengeksplorasi informasi di internet, terutama yang berhubungan dengan digital media.

1 thought on “Cara Membangun Startup Tanpa Pengetahuan Sebagai Programmer Maupun Developer”

  1. Kalo startup itu lebih baik berjalan dengan bootstrap atau dengan bantuan investor ya min? Mohon informasinya

    Reply

Leave a Comment