Blossom, Startup Yang Tawarkan Dana Bantuan Berupa Bitcoin

Blossom, Startup Yang Tawarkan Dana Bantuan Berupa Bitcoin

Blossom

Industri startup di Indonesia memang tengah menggila, hampir tiap minggunya ada saja #startup baru yang muncul ke permukaan dengan berbagai karakter uniknya. Kali ini Maxmanroe berbagai informasi tentang sebuah startup finansial yang bahkan rela memindahkan operasi dari San Francisco ke Indonesia untuk ikut membantu menumbuhkan perekonomian negeri ini. Blossom (Blossomfinance.com), itulah namanya.

Profil Singkat Blossom

Blossom adalah startup yang didirikan oleh Matthew Joseph Martin pada tahun 2014, yang menawarkan bantuan dana atau investasi kepada UMKM yang memerlukan dana secara sharia untuk terus menjaga kelangsungan bisnis mereka. Menariknya, Blossom menggunakan mata uang digital “Bitcoin” dan menargetkan komunitas muslim secara besar. Buat Anda yang belum mengerti apa itu bitcoin simak penjelasan berikut.

Bitcoin menurut Wikipedia adalah “sebuah uang elektronik yang di buat pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Nama tersebut juga dikaitkan dengan perangkat lunak sumber terbuka yang dia rancang, dan juga menggunakan jaringan peer-ke-peer tanpa penyimpanan terpusat atau administrator tunggal dimana Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebut bitcoin sebuah mata uang yang terdesentralisasi.

Tidak seperti mata uang pada umumnya, bitcoin tidak tergantung dengan mempercayai penerbit utama. Bitcoin menggunakan sebuah database yang didistribusikan dan menyebar ke node-node dari sebuah jaringan P2P ke jurnal transaksi, dan menggunakan kriptografi untuk menyediakan fungsi-fungsi keamanan dasar, seperti memastikan bahwa bitcoin-bitcoin hanya dapat dihabiskan oleh orang memilikinya, dan tidak pernah boleh dilakukan lebih dari satu kali.”

Artikel lain: 5 Ahli Yang Mutlak Anda Butuhkan Dalam Membangun Sebuah Startup

Cara Kerja Blossom

Selaku founder, Matthew Joseph Martin mengatakan bahwa startup miliknya akan mengumpulkan dana dalam bentuk Bitcoin dari seluruh investor di dunia yang kemudian akan disalurkan kepada UMKM yang membutuhkan. Blossom tidak memberikan langsung dana tersebut kepada pelaku bisnis, namun akan diberikan melalui perantara komunitas UMKM ataupun koperasi yang menaungi para pelaku UKM tersebut.

Setelah dana yang dikucurkan oleh blossom kepada pelaku UMKM menghasilkan keuntungan, Blossom akan mengumpulkan keuntungan tersebut memberikan kembali ke investor yang telah memberikan dana bantuan kepada UMKM. Setiap investasi yang dilakukan akan memiliki masa selama 12 bulan dan Blossom memproyeksi tingkat pengembalian modal mencapai antara 7,5% hingga 12,5%. Blossom sendiri nantinya akan mengambil 20% dari setiap keuntungan yang diberikan kepada investor.

Blossom mempunyai dua keunggulan yang menjadi bagian solusi finansial mereka. Hal pertama adalah penggunaan Bitcoin sebagai media untuk pendistribusian dana bantuan, memiliki biaya yang sangat rendah dan dapat di lihat prosesnya oleh siapapun melalui blockchain dan hal tersebut sangat mengutamakan transparansi.

Kedua, prinsip yang dipakai oelh blossom adalah prinsip islam yang mana mereka tidak akan menerimana dana yang bersumber dari hal-hal negatif seperti prostitusi, penjualan minuman beralkohol dan lain hal sebagainya. Begitu juga bagi penerima dana, dimana Blossom hanya akan memberikan dana kepada para UMKM yang menerapkan sistem bagi hasil yang disebut dengan Musyarakah. Langkah ini adalah sebuah penegasan bahwa Blossom memang memposisikan diri mereka sebagai platform solusi #keuangan bagi kaum Muslim global.

Baca juga: Kesalahan ini Sering Dilakukan Pebisnis Muda Saat Mengelola Keuangan

Mengapa Indonesia Menjadi Target Utama Mereka?

Pada tahun 2010, ia memutuskan untuk masuk Islam dan tertarik terhadap sistem keuangan dengan prinsip islami yang menurutnya adalah sebuah prinsip yang mengutamakan keadilan dan sangat pas sekali diterapkan di ekonomi global. Pada akhirnya demi mewujudkan keinginannya akan ketertarikan konsep keuangan secara islam ia mendirikan Blossom.

Blossom sendiri pada awalnya dikembangkan di San Francisco, Amerika Serikat. Namun di Amerika Blossom tidak dapat berjalan mulus dikarenakan muslim di sana sangat minim. Akhirnya ia memutuskan operasi Blossom harus di pindahkan ke tanah air. Hal tersebut karena Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia.

Matthew telah tinggal di Indonesia kurang lebih selama tiga bulan. Untuk memuluskan kiprahnya di industri startup tanah air, ia menggandeng seorang ahli keuangan mikro bernama Ahmad Hermanto yang memiliki pengalaman lebih dari 12 tahun. Ahmad sendiri sempat bekerja di sejumlah perusahan keuangan seperti Bank Mandiri, Hivos, dan Conoco Philips. Blossom juga telah bekerja sama dengan sebuah koperasi UMKM dan akan mengumumkan investasi perdananya pada tanggal 15 Mei nanti.

1 KOMENTAR

  1. STARUP untuk TEKNISI AIR CONDITONER bernama AC-Calls
    sudah bisa di download di Google Play. Teknisi kami ada 400 orang sejabodetabek, dan baru kita launching 1 bulan untuk wilyah depok.
    Kami SEDANG MENCARI INVESTOR yang bisa mendanai workshop untuk seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan