Berapa Banyak Mimpi Anda ‘Dicuri’ Orang? To Be or Not To Be, Bagian 1

Berapa-Banyak-Mimpi-Anda-Dicuri-Orang

To Be or Not To Be, Maksud Anda Apa? Sangat mungkin ada, bahkan banyak pembaca yang ingin menyampaikan pertanyaan tersebut langsung kepada saya sekiranya kita berhadapan muka. Begini maksudnya to be or not to be, bisa disingkat menjadi Yes or No saja kok. Sungguh. Coba kalian tengok perjalanan waktu yang sudah kalian lalui selama ini dan berdasarkan itu bersiaplah menentukan to be or not to be kalian masing-masing.

“Wannabe” adalah kerabat terdekat dari to be or not to be, di sisi sebelah satunya maksud saya. Terlepas dari berapapun usia pembaca pada saat membaca tulisan ini, saya berani pastikan ada mimpi-mimpi yang boleh jadi tetap menjadi mimpi jika kalian tidak mulai merealisasikan, mewujudkan, menjadikannya nyata dalam kehidupan.

Tidak usah malu-malu, mari tengok berapa banyak dari kalian yang masih mengidolakan super hero seperti Spider Man, Batman, Superman dan man man lainnya? Bagi yang kaum hawa berapa banyak dari kalian yang masih mengidolakan Barbie sang tokoh boneka? Dan berbagai contoh lainnya lagi.

Yang semacam itu sih adalah sisi lain dari kegerahan jiwa masing-masing untuk menemukan sosok atau situasi yang sesuatu banget. Yang adanya di alam bermain dan tidak akan pernah menjadikan kalian seperti para tokoh tersebut. Yang kita bahas disini adalah daripada wannabe = ingin menjadi misalnya pimpinan perusahaan multi nasional dengan segala glamornya kenapa tidak to be = menjadi seorang komposer musik, seorang pesepak bola, seorang tukang dan ahli las misalnya yang sebenar-benarnya adalah panggilan hati dan jiwa kalian?

Kalau cuman bicara angka plus nama mata uang di belakangnya, secara skeptis kalian bisa bandingkan bayaran seorang pesepak bola dunia dibandingkan gaji dan fasilitas pimpinan perusahaan multi nasional. Yang mana lebih hebring? Sudah jelas kan? Kebayang gak sih? Setiap saat, setiap hari bahkan pada setiap tarikan dan hembusan napas yang terdengar terlihat terasa hanyalah main bola – main bola – main bola. Dengan duit segudang pula hasilnya.

Artikel lain: Blessing In Disguise dan Internet Marketing, Ini Kisah Saya!

Daftar Mimpi-Mimpi Saya yang Dicuri Orang

Berikut daftar kebodohan demi kebodohan yang telah saya lakukan sehingga banyak mimpi-mimpi saya yang dicuri orang. Seandainya saja saya bisa memutarbalikkan roda waktu, niscaya saat ini saya sudah super mapan secara finansial. Sebegitu hebatnya kah? Iya. Sebatas takaran banyaknya uang yang bisa saya dapatkan lho jika semua kebodohan itu tidak pernah saya lakukan.

Kebodohan #1.

Baru lulus SMA, magang kerja di sebuah perusahaan. Entah bagaimana ceritanya pokoknya saya membaca iklan di sebuah majalah luar negeri, kursus bikin duplikat anak kunci. Dijual paket beserta alat gerinda dan peralatan terkait lainnya. Tertarik sih. Gimana mau ikut kursus dan beli peralatannya? Belum cukuplah uang terkumpul.

Dan inilah ajaibnya sang waktu. Tahu-tahu waktu berlalu demikian cepat dan bertebaranlah sebuah merek jasa bikin duplikat anak kunci itu di seluruh lokasi strategis di kota kecil internasional tempat saya tinggal ini. Di supermarket-supermarket terbesar yang tak pernah sepi pengunjung pasti ada papan merek jasa duplikat anak kunci itu. Demikian pula di titik-titik strategis perumahan-perumahan.

Sekiranya Anda menjadi saya yang mulai bermain angka-angka di kepala, seberapa dalamkah penyesalan yang muncul begitu menyadari bahwa sebuah anak kunci duplikat hari ini masih dihargai Rp 15 – 20 ribu atau lebih tergantung seberapa rumit disain anak kunci aslinya. Sedangkan saya tahu persis bahan mentah duplikat anak kunci dibeli dengan harga per kilogram yang menurut hemat saya tak kurang dari setara paling tidak 500 – 1.000 buah.

Baca juga: Pengusaha Bermental Wani Piro, Apakah Anda Termasuk?




Per buahnya sudah pasti jauh dibawah Rp 15 ribu lah. Jauh sekali. Dan pekerjaan menduplikat sebuah anak kunci pernah saya ukur dengan stop watch (beneran lho) tidak lebih dari 3-5 menit saja kok. Jadi bisnis tersebut bagus? Lah iyalah. Sudah sekian puluh tahun nyatanya merek jasa duplikat kunci tersebut masih eksis bahkan semakin melebarkan sayapnya ke kota-kota lainnya di pulau kecil internasional tempat saya tinggal ini.

To be continued (Baca Part 2, & Part 3)



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud