Jangan Biarkan Orang ‘Mencuri’ Mimpi Anda, To Be or Not To Be, Bagian 3

Jangan-Biarkan-Orang-Mencuri-Mimpi-Anda

“Pengkhianatan” diajarkannya rahasia alam semesta tentang how to build a handmade guitar itu oleh si bule ke Pak WT bukannya terjadi kemarin sore ya guys atau seminggu yang lalu. Boleh jadi sebagian dari kalian belum lahir waktu itu. Atau paling pol masih pakai celana pendek, main hujan-hujanan dan ingusan pula hehheh. Yang tersinggung kena denda lho hehehe.

Nah dalam pertemuan singkat tersebut Pak WT yang low profile menceritakan hikayat dan riwayat pabrik BB guitarnya. Asalnya dia tuh pengukir kayu mengerjakan ukiran kayu yang umum dikenal. Ya patung, ya daun pintu, ya ini, ya itu dan sebagainya. Hingga tibalah hari dimana Tuhan mengirimkan malaikat penolongnya dalam wujud bule guitarist tersebut.

Ini gila dan ajaib. Karena setelah diajarkannya semua jurus + know how + how to build a hand made guitar, hasil karya pertama Pak WT adalah sesosok guitar yang gak ada bunyinya. Dalam artian ya memang tidak mengeluarkan suara entah karena kwalitas kayu yang digunakan bukanlah standard sound wood yang baik dan benar atau hal lainnya. Pokoknya tidak bunyi saja tuh guitar hasil karya pertama, katanya sih masih disimpan hingga sekarang untuk kenangan.

Pelajaran Bisnis yg Sangat Berharga dari Pak WT

Inilah pelajaran bisnis yang saya dapatkan dari beliau. Yes or No. To be or not to be. Mulailah beliau menyikapi “wan-prestasi” itu dengan mencurahkan segenap waktu dan kesaktiannya tentang ilmu kayu hingga berhasil menemukan format yang tepat tentang how to build a hand made guitar.  Saya menilai disitulah ajaibnya jika tangan Tuhan bekerja menyentuh seseorang.

Itu bule lho kok ya sabar sekali menunggu dan terus mengajari hingga Pak WT berhasil memenuhi kriteria sebuah hand made guitar yang benar berkwalitas dunia. Enggak banget lah bagi kita-kita yang kurang terlatih KESABARAN DALAM BERBISNIS. Itu bule lihai menurut hemat saya karena yang sudah terjadi itu menunjukkan bahwa dia tepat dalam menemukan dan menentukan Pak WT sebagai SDM yang mumpuni sebagai pabrikan dinasti kerjaan BB guitar yang kini sudah terbukti eksis.

Tidak ada keraguan sedikitpun terbukti dia mau menyokong terus Pak WT sehingga mereka berdua kini sama-sama adem ayem ijo royo-royo gemah ripah loh jinawi.Bagaimana tidak? Sebuah hand made BB guitar kelas standard terakhir saya dengar Rp 50# harganya. Lima puluh juta Bro.




Artikel lain: Bakat vs Usaha – Tak Ada Usaha, Bakat Akan Lenyap!

Apa Kesimpulan dari Cerita Mengharukan Part 1 – Part 3 Ini?

#1. Kenapa saya ceritakan Pak WT BB guitar dibagian akhir artikel? Karena memang demikianlah alur waktu telah mengaturnya. Semua kebodohan saya #1, #2 dan #3 itu terjadi berurutan dalam rentang waktu terpisah cukup panjang.

Si Bapak yang low profile inilah guru bisnis yang terakhir yang dipertemukan kepada saya oleh Dosen Universitas Kehidupan. Tetap low profile meskipun dinasti kerajaan sebuah bisnis internasional telah berhasil dibangunnya dari rumah = pabriknya yang berada dekat sebuah pasar seni. Rumah = pabrik tersebut masuk-masuk gang relatif sempit pula!

#2. Goes online. Pak WT termasuk satu generasi diatas umur saya. Dan dia dengan caranya sendiri goes online untuk meningkatkan sales BB guitar melalui YouTube. Ini sangat patut dicontoh, benar?

#3. Bisa dong kalian simpulkan sendiri bahwa sejak tadi saya bukannya mempromosikan merek tukang duplikat kunci, Pak Bodong penjual jangkrik di pasar burung ataupun Pak WT BB guitar. Paham kan? Dengan versi kalian sendiri mari kita ambil pelajaran dari semua kisah nangis-nangis Bombai itu.

Kalau kesimpulan saya: ya jangan sampai terulang lagi, jangan sampai ada kebodohan #4. Walaupun sebenarnya masih banyak kebodohan-kebodohan lain yang tidak saya ceritakan disini. Restart. Mulai lagi. Mantapkan yang sudah diputuskan untuk dikerjakan, kejar sampai berhasil sesuai target. Sama sekali gak penting berapa kali kita pernah jatuh. Jauh lebih penting berapa kali kita bangkit kembali. Dan kembali FIGHT! Are you ready?

* Udah, cerita ini benar-benar tamat sampai di sini. Terimakasih sudah membaca kisah saya :)

Completed (Baca Part 1, & Part 2)






Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud