Punya Atasan Gila Kerja, Hadapi Dengan 8 Cara Ini

Atasan Gila Kerja

Anda punya atasan gila kerja? Mungkin pada awalnya Anda akan terkagum-kagum dengan semangat kerja atasan tersebut. Namun, lama-kelamaan hal ini bisa merepotkan bila tidak disiasati dengan baik.

Ketika kita bekerja di sebuah perusahaan, kita tidak bisa memilih atasan atau bos sesuka kita. Semuanya pasti ada regulasi yang mengatur, tentunya sampai kepada pemilihan atasan. Nah, jika mendapatkan atasan yang menyenangkan, tentu kerja pun semakin nyaman.

Namun jika mendapatkan bos yang kurang menyenangkan, misalnya atasan gila kerja, tentu akan semakin menambah beban kerja. Pada dasarnya bekerja dengan sungguh-sungguh adalah tuntutan setiap perusahaan, namun ketika bekerja dengan berlebihan, tentu itu akan berakibat pada yang lain.

Jika saat ini Anda sedang berada di bawah atasan yang workaholic, ada beberapa cara untuk menghadapinya.

  1. Atasan Gila Kerja? Jangan Ikuti Irama Kerjanya

Mungkin atasan Anda hobi lembur dan sering tak mengindahkan jam istirahat. Jika demikian, maka Anda sebaiknya tidak mengikuti gaya kerjanya.

Anda boleh saja mengerjakan tugas kantor dengan kalem dan santai, namun dengan catatan, jangan sampai tugas Anda teledor. Usahakan meski Anda mengerjakan tugas dengan santai, tugas Anda tetap selesai tepat waktu. Karena biasanya masingmasing pribadi memiliki gaya dan watak bekerja yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Artikel lain: Cara Menghadapi Atasan yang Pilih Kasih dan Tidak Adil

  1. Jangan Takut Mengatakan Tidak

Anda boleh kok mengatakan tidak pada atasan. Bawahan pun tidak dilarang mengatakan tidak pada tugas dari atasan, asalkan tugas tersebut melampaui batas dan kapasitas Anda.

Jangan pura-pura tegar, ada baiknya Anda mengatakan sejujurnya tentang keberatan Anda pada atasan. Dari pada Anda menerima tugas tersebut namun pada akhirnya tak mampu menyelesaikan, akan lebih fatal akibatnya. Maka dari itu, katakan tidak sejak awal dibebani tugas berat tersebut.

  1. Tetapkan Batasan Pribadi

Anda harus memiliki batasan pribadi yang jelas, antara kerja dan waktu pribadi dan keluarga Anda. Jika di luar jam kerja, di akhir pekan misalnya Anda mendapatkan email dari atasan yang berisi tugas, maka Anda harus tegas dalam hal ini.

Anda harus bisa menjelaskan bahwa Anda memiliki ruang pribadi yang juga perlu diperhatikan. Atau jika memang tugas tersebut benar-benar penting, setidaknya Anda sampaikan pada atasan waktu yang Anda butuhkan untuk mengerjakan tugas tersebut. Misalnya, Anda akan menyelesaikan tugas tersebut dalam dua hari, maka sampaikan hal itu.




  1. Pandailah Mengatur Waktu Luang

Misalkan Anda sering memiliki waktu luang di kantor, maka Anda harus pandai mengaturnya. Jika atasan Anda memiliki kebiasaan memanggil dan memberikan tugas di waktu luang Anda, maka Anda harus bisa mengantisipasinya sejak awal.

Akan jauh lebih baik waktu luang Anda diisi dengan tugas-tugas ringan Anda untuk esok jika memang tugas hari ini telah selesai dikerjakan. Jangan sampai terlihat Anda tanpa pekerjaan di depan atasan Anda.

  1. Saling Membantu Sesama Rekan Kerja

Tak ada salahnya saling membantu dalam menyelesaikan tugas dari atasan. Apalagi jika atasan selalu memberi tugas yang berat pada bawahannya, Anda bisa saling tolong-menolong diantara rekan kerja.

Sekali waktu Anda meminta bantuan pada yang lain, di lain waktu Anda bisa membantu mengerjakan tugas teman yang lain. Cara seperti ini tentu bisa membuat tugas berat menjadi lebih ringan.

  1. Tingkatkan Komunikasi dengan Atasan

Atasan yang workaholic belum tentu atasan yang galak. Ada kalanya memang ia adalah seorang yang suka bekerja, tak ada salahnya jika Anda meningkatkan komunikasi dengannya. Komunikasi yang bagus sangat berguna ketika atasan tersebut memberikan tugas yang terlalu berat dan di luar kemampuan bawahan.

Nah, disinilah komunikasi sangat berperan. Anda bisa menjelaskan kemampuan Anda maupun bawahan yang lainnya, berikan penjelasan pada atasan dengan baik agar beliau bisa menerima keadaan tersebut.

  1. Kerjakan Tugas dengan Sebaik Mungkin

Tak jarang seorang atasan yang gila kerja menanyakan hasil pekerjaan bawahannya di saat jam pulang kantor tiba. Jika ternyata tugas Anda tidak dikerjakan dengan baik, maka ini bisa menjadi alasan bagi si boss untuk menahan Anda di kantor untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, tanpa perduli Anda sudah bersiap untuk pulang.

Karena itu, usahakan untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan Anda dengan sebaik mungkin. Dengan begitu, atasan tidak punya alasan untuk menahan Anda di kantor hingga harus lembur.

Baca juga: Ingin Minta Naik Gaji Pada Perusahaan, Sebaiknya Lakukan 5 Hal Ini Dulu

  1. Menghadapai Atasan Gila Kerja Harus Tetap Berfikir Positif

Anda juga harus tetap berusaha berfikir positif dalam menghadapi atasan gila kerja. Mungkin beliau selalu ingin meningkatkan dan memajukan perusahaan tempat kita bekerja. Jadi tidak ada cara lain selain bekerja dengan lebih giat dan lebih bersemangat setiap hari.

Dan jika suatu hari nanti perusahaan semakin maju, maka kita juga yang akan menikmati hasilnya, bukan orang lain. Coba tata pikiran Anda seperti itu, agar tidak semakin memperberat tugas Anda di kantor.



2 total comments on this postSubmit yours
  1. Di kantor saya ada hal aneh, yaitu seperti ada rasa bangga kerja lembur. Bos-bos seperti menganggap biasa lembur. Padahal lembur tiap hari menandakan cara dan sistem kerja yang tidak efektif.

    • Saya setuju dengan komentar ini. Kantor yang sering menyuruh karyawannya lembur berarti kantor itu sedang bermasalah.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud