Aplikasi ‘Bersih-bersih’ Malah Bikin Smartphone Android Lemot, Benarkah Demikian?

smartphone Android

Image dari Leawo.com

Ponsel pintar atau #smartphone yang lelet atau lemot memang sangat membuat kita jengkel setengah mati. Bagaimana tidak, di tengah aktivitas kita yang super padat dan menuntut kita bergerak cepat tentunya akan membuat kita memerlukan cara berkomunikasi yang tanpa hambatan. Namun sayangnya tidak semua keinginan kita untuk menggunakan smartphone tanpa hambatan ini bisa kita wujudkan. Hal ini dikarenakan beberapa sebab yang salah satunya adalah berasal dari aplikasi yang kita unduh dan kita install.

Anehnya, aplikasi yang menurut kita membuat smartphone Android berjalan cepat seperti aplikasi ‘bersih-bersih’ alias cleaner justru bisa jadi berfungsi sebaliknya yaitu akan membuat ponsel pintar menjadi lelet. Lalu apakah benar aplikasi pembersih yang seharusnya bisa membuat smartphone Android cepat malah bisa membuat sebaliknya yaitu membuat lelet atau lemot? Berikut pembahasannya.

Aplikasi Pembersih Belum Menjamin Naiknya Kinerja Smartphone

Ponsel pintar memang memiliki sisa-sisa tembolok (cache) dari sistem seperti halnya #komputer (PC). Nah dari sissa-sisa tembolok (cache) dari sistem ini maka diperlukan pembersihan agar perangkat kembali bersih dan membuat kinerjanya menjadi normal kembali. Jika pada komputer atau PC kita mengenal aplikasi pembersih cache populer seperti CC Cleaner dan Tune up Utilities maka di smartphone Android kita mengenal aplikasi Clean Master.

Aplikasi Clean Master memang sangat populer di kalangan pengguna perangkat berbasis #Android. Pasalnya aplikasi yang juga bisa ‘membebaskan’ RAM dan ‘membunuh’ aplikasi ini tercatat telah terpasang di lebih dari setengah miliar perangkat berbasis Android.

Artikel lain: 5 Jenis Aplikasi Android Yang Bisa Merugikan Bagi Smarthone Anda

Dari angka ini memang nampak secara kasat mata bahwa aplikasi ini banyak berguna, namun ternyata tak sedikit pula dari penggunanya yang menyatakan bahwa aplikasi ini justru menjadi membuat perangkat berbasis Android menjadi lelet. Benarkah demikian? Berikut penjelasannya.

Bagaimana Android Menangani RAM dan Aplikasi

Untuk menjelaskan bagaimana aplikasi pembersih cache ini bekerja dan mempengaruhi kinerja smartphone kita perlu mengetahui terlebih dahulu bagaimana Android menangani RAM. RAM sendiri yang berarti Random Access Memory merupakan jenis memory (penyimpanan) yang sangat cepat, namun kemampuannya akan menghilang ketika perangkat dimatikan. Nah dari sini RAM akan berguna hanya untuk menyimpan informasi temporer (sementara) di mana ketika semakin sering digunakan maka RAM ini akan banyak berubah.

Ketahui Dulu Sistem Kinerja RAM Diperangkat PC

Di sistem operasi Windows pada PC seseorang bisa saja merakit sendiri kapasitas RAM yang akan disematkan pada perangkatnya. Mereka bisa melakukan bongkar pasang RAM sendiri untuk disesuaikan dengan keinginannya. Dengan adanya kebebasan melakukan perakitan atau bongkar pasang ini maka mereka pemilik PC bisa leluasa menjalankan program yang paling berat untuk bisa dijalankan.

Sebab dengan mengganti RAM yang lama dan memasang RAM baru dan yang jauh besar kapasitasnya maka PC pun akan memiliki cukup ruang yang besar untuk beroperasi. Selanjutnya dalam RAM di PC ini ketika RAM terisi penuh, sistem operasi Windows akan ‘dipaksa’ untuk mulai menggunakan ruang hard drive sebagai virtual RAM. Di sini perlu kita ketahui bersama bahwa virtual RAM yang diperankan hard drive akan jauh lebih lambat dari RAM sebenarnya.

Baca juga: Smartphone Android Lemot? Legakan Memori Internal Untuk Pacu Kinerja Makin Maksimal




Kinerja RAM di Perangkat Smartphone Android

Bila Anda telah memahami kinerja RAM di perangkat PC, maka untuk penerapan kinerja RAM di smartphone Android tidak memiliki konsep yang sama. Mengapa demikian? Sebab pada ponsel pintar Android ini ada sebuah sistem yang memiliki ‘petugas’ sendiri untuk mengatur RAM buat #aplikasi dan juga untuk memastikan RAM digunakan seoptimal mungkin. Bahkan, sistem operasi Android ini ternyata juga mampu memuatkan aplikasi ke dalam RAM demi performa lebih baik.

Pada perangkat seluler, setiap bit kecepatan yang ada memang sangat penting untuk penggunaan perangkat yang baik. Dari sini maka sebenarnya tetap membiarkan aplikasi berjalan di RAM merupakan hal yang bagus.

Maka kesimpulannya jika Anda memang ingin menggunakan aplikasi dalam jumlah yang banyak maka dianjurkan agar Anda memiliki model smartphone dengan RAM lebih besar. Sebab jika Anda mengandalkan aplikasi pembersih cache maka hal ini akan tidak berdampak apapun. Kalaupun ada dampak maka aplikasi pembersih ini hanya akan berperan sedikit saja. Terlebih bila Anda menginstall aplikasi pembersih abal-abal, maka tidak menutup kemungkinan smartphone Anda akan menjadi lebih lambat alias lelet.



2 total comments on this postSubmit yours
  1. ya, saya setuju om. Saya pernah menginstall salah satu aplikasi “bersih-bersih” di android saya. Bukan malah cepat, yang ada malah buat lemot android saya.

  2. ya benar juga tuh gan

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud