Andityo Tri Septian ~ Kisah Sukses Entrepreneur Muda Founder T-Shop Company  

Andityo Tri Septian T-Shop Company

Bisnis berbasis online atau daring saat ini memang sedang marak digeluti oleh berbagai pihak. Dengan kemajuan teknologi dan jaringan #internet yang semakin baik setiap tahunnya, membuat kegiatan jual-beli dengan memanfaatkan dunia maya ini semakin tumbuh dan menjamur.

Pasar yang sudah banyak beralih ke internet membuat potensi dan kesempatan meraih keuntungan dari bisnis ini selalu tinggi dan menggiurkan. Hal inilah yang kemudian dialami oleh Andityo Tri Septian, pria kelahiran Tegal, 23 September 1991 yang telah sukses menjalankan bisnis online T-Shop Company.

Dengan modal kerja keras dan ketekunannya, kini Andityo (Tian) telah mampu mengantongi omzet hingga Rp 30 juta per bulan. Selain itu, kini Tian juga telah memiliki toko offline di Bandung, Tegal, dan Garut. Lalu bagaimana kisah pria lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjalankan bisnis daring T-Shop Company ini? Berikut ulasannya.

Awal Mula Usaha Bisnis Andityo Tri Septian

#Bisnis online pertama yang digeluti Andityo Tri Septian adalah menjual produk pakaian wanita. Pakaian itu ia dapatkan dari sejumlah toko di kawasan Pasar Baru, Bandung untuk ia jual melalui media foto di jejaring sosial. Keterangan ukuran, bahan, harga, dan spesifikasi lain ia sertakan dalam foto tersebut. Tian membebankan ongkos kirim ke pemesan pakaian. Untuk pemesanan Tian sendiri menerimanya melalui aplikasi pesan instan Blackberry Messenger (BBM).

Promosi lewat media sosial di usaha pertamanya ini membuahkan hasil. Dengan teliti Tian harus memastikan bahwa barang yang dibeli harus dibayar terlebih dahulu sebelum dikirim. Saat itu Tian mampu menarik keuntungan Rp 20 ribu untuk setiap barang.  Tian sendiri baru akan membeli barang secara grosir sesuai pesanan yang datang. Pembelian dengan grosir ini dilakukan agar ia bisa mendapatkan diskon dari supplier sehingga bisa mendatangkan keuntungan baginya.

Artikel lain: Rudi Salim, Sukses Bangun Bisnis Unik Berkonsep Kredit Online

Kendala Usaha

Meski bisnisnya terlihat sederhana, namun Tian tak jarang menemui kendala saat menjalankan usahanya ini. Ia seringkali menerima barang yang tidak sesuai gambar yang diberikan supplier. Hal ini menyebabkan akhirnya konsumen membatalkan pesanan. Pihak supplier atau pemasok yang tidak mau menerima pakaian yang sudah dibeli Tian membuat barang-barang tak laku ini sempat menumpuk digudang.

Setelah setahun berbisnis pakaian wanita, Tian kemudian melirik produk sepatu. Pria lulusan  jurusan Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini mencari produk sepatunya di kawasan Gedebage, Bandung. Sepatu yang ia pilih harus berkualitas baik, kuat, dan modelnya sesuai tren.

Sayangnya untuk produk sepatu ini Tian harus mengalami kerugian dengan berbisnis sepatu ini. Hal ini disebabkan permintaan akan sepatu tidaklah seramai produk pakaian. Jarangnya orang berganti sepatu dibading berganti pakaian inilah faktor yang diduga menjadi penyebab sepinya produk sepatu milik Tian.

Strategi Bisnis T-Shop Company

Dalam berbisnis daring yang diberi nama T-Shop Company ini Tian ternyata memiliki strategi. Salah satu strategi yang mumpuni untuk bisa mendapatkan untung adalah dengan mencari sejumlah pemasok yang menawarkan harga bersaing.

Tian sendiri saat ini telah menemukan perusahaan konveksi yang menjual celana dan jaket berbahan jeans berharga murah tapi berkualitas. Saat itulah Tian melakukan kerja sama untuk mendirikan toko daring pertamanya.Tian sendiri kemudian menawarkan produk celana dan jaket berbahan jeans berbagai ukuran dan model untuk laki-laki dan perempuan.

Ia mengaku memilih jeans sebagai bahan baku produk karena kebanyakan orang bisa memakainya dalam beragam kesempatan. Meski sudah memiliki toko daring, Tian tetap mengambil keuntungan Rp 20 ribu untuk setiap barang.

Baca juga: Alvin Paradiptya ~ Dokter Muda Sukses Jalankan Bisnis Peternakan Online

Melakukan Pencatatan yang Rapi

Bisnis toko daring, diakui Tian, dilakukannya dengan pencatatan yang sangat rapi dan konsisten. Dengan pencatatan itulah akhirnya saat ini Tian mampu mendapatkan omzet sekitar Rp 30 juta per bulan yang bisa melonjak jika Hari Raya Idul Fitri tiba.

Selain omzet yang besar, Tian juga telah memiliki tiga toko offline. Bagi Tian, toko offline memang sagat berguna sebagai tempat pajang (display) dan penyimpanan uang dalam bentuk barang. Selain itu, toko berguna menyimpan barang-barang gagal pesan yang tidak bisa dikembalikan ke pemasok.

Meski telah suskes, Tian masih memiliki harapan-harapan kedepan. Tian bercita-cita memperbanyak toko offline yang berfokus di kawasan Jawa. Tujuannya agar biaya ongkos kirim semakin ringan. Sebab, biasanya konsumen kerap keberatan menanggung ongkos kirim yang tinggi. Selain itu, Tian juga ingin memiliki produk sendiri dengan merilis merek Raden Tian atau Radent untuk produk kaus.

Asep Irwan

Asep Irwan adalah content writer di Maxmanroe.com. Memiliki minat besar di dunia kepenulisan, blogging, dan media online.

Leave a Comment