Anda Termasuk Pebisnis Pemula? Simak 5 Hal yang Menyebabkan Kegagalan Berikut Ini

kegagalan pebisnis pemula

Image dari Thetotalentrepreneurs.com

Bagi kebanyakan orang yang baru pertama terjun ke dunia bisnis, terkadang sulit untuk menerima kenyataan bahwa rencana yang telah disusun rapi di awal ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi yang diinginkan. Terkadang tidak jarang baru memulai untuk membangun sebuah usaha mendapat jegalan yaitu berupa kegagalan.

Mempunyai sikap demikian memang wajar, karena tidak mudah untuk langsung merasakan hasil manis dari apa yang telah dikerjakan. Semua itu pun harus melalui proses yang panjang dan berliku tidak semudah membalikan telapak tangan.

Sebagai seorang pengusaha sebuah kegagalan merupakan peristiwa yang harus kita jalani. Karena dengan adanya kegagalan tersebut maka kita akan senantiasa untuk terus belajar lebih baik lagi untuk mencapai segala sesuatunya. Ada pepatah mengatakan sebuah kegagalan merupakan suatu proses keberhasilan yang tertunda. Maka dari itu kita sebagai seorang pelaku usaha jangan pernah menghindari hal-hal yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Mungkin di balik itu semua akan menghasilkan sesuatu yang lebih besar yang tidak pernah terduga.

Langkah-langkah yang perlu diambil oleh seorang pebisnis pemula untuk memecahkan setiap persoalan yang ada adalah dengan menganalisa kembali apa yang menyebabkan sehingga terjadinya kegagalan tersebut. Dan mampu menyusun kembali strategi yang telah dipikirkan sebelumnya untuk mengatasi segala persoalan yang terjadi.

Artikel lain: Berani Saja Tidak Cukup Lho Buat Berwirausaha, Anda Harus Punya Ini Juga




Dengan demikian seorang pebisnis pemula tidak akan memiliki sifat gampang menyerah terhadap keadaan yang sudah terjadi. Tapi harus sebaliknya dijadikan sebuah pelajaran yang berharga untuk meraih sesuatu yang lebih besar lagi. Karena hasil yang diraih secara instan akan berbeda dengan hasil yang diraih dengan kerja keras disertai dengan do’a.

Di bawah ini akan dibahas 5 hal yang menyebabkan kegagalan bagi orang yang pertama terjun ke dunia bisnis atau yang sering kita sebut sebagai pebisnis pemula.

1. Kesalahan Pebisnis Pemula dalam Menentukan Tujuan

Kebanyakan pebisnis pemula memulai untuk melakukan sebuah usaha dengan memberikan alasan yang tidak tepat, contohnya memilih memulai usaha dengan alasan untuk menghindari rasa bosan atau frustasi karena selalu ditekan di tempat kerja.

Karena hanya dengan alasan begitu maka sebagai seorang pebisnis pemula tadi akan cepat sekali merasakan frustasi dan putus asa apabila dihadapkan pada permasalahan yang pelik. Tadinya bertujuan untuk memulai sebuah usaha adalah untuk menghindari dari kerja keras atau rasa bosan di tempat kerja sebelumnya, malah semakin berat halangan dan rintangan pada usaha yang dijalankan.

Kerja keras merupakan faktor yang paling penting untuk mencapai sebuah kesuksesan. Karena tanpa kerja keras jangan berharap anda akan mendapatkan hasil yang maksimal atau yang di harapkan sebelumnya. Bisa dikatakan mustahil untuk meraih sesuatu yang lebih besar tanpa adanya usaha.




Maka dari itu barengi segala yang kita lakukan dengan kerja keras dan usaha yang maksimal. Karena hasilpun tidak akan membohongi kita apabila dari diri sendiri memiliki #motivasi yang lebih untuk mencapai segala sesuatunya. Lakukan itu di kehidupan sehari-hari kita agar senantiasa terbiasa untuk melakukan usaha yang lebih kepada apa yang dilakukan.

Kebahagiaan itu akan senantiasa mendatangi kita baik saat menjadi pekerja atau ketika kita menjadi seorang pengusaha. Justru bagaimana untuk selalu menghadirkan rasa semangat dan kebahagiaan itu di hati kita, dalam situasi sesulit apapun di situ adalah tantangannya.

2. Tidak Berhasil Dalam Menarik Pelanggan

Euphoria yang berlebihan ketika kita mulai merintis sebuah usaha, seringkali membuat kita menjadi lupa diri dengan hal-hal yang bersifat prinsipil dalam menjalankan sebuah usaha. Kadangkala ketika dihadapkan untuk bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan dan menambahnya supaya menjadi lebih banyak. Di samping itu bagaimana menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara pihak pengusaha dan pelanggan.

Saking terlalu bersemangat untuk memulai sebuah usaha, kadang pelaku pebisnis pemula lupa untuk melakukan survei pasar, ini bertujuan untuk apakah produk yang diciptakannya atau yang di jualnya memiliki kebutuhan yang nyata di pasar yang menjadi sasarannya.

Produk yang luar biasa inovatif, kreatif, desainnya menarik tetap saja akan mengalami kegagalan apabila memang tidak disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang ada. Misalnya jika pasar sasaran kita sebelumnya para remaja atau ibu-ibu yang selalu bergaya up to date tentu produk yang cocok adalah yang selalu terbaru dan terupdate karena menyesuaikan dengan permintaan yang ada.

Dalam kejadian lain kita sudah menciptakan atau menyediakan produk yang inovatif dan luar biasa, dan memang di dukung dengan kebutuhan masyarakat akan produk tersebut. Akan tetapi kalau tidak dilakukan proses marketing yang baik maka berpotensi kegagalan juga. Karena suatu produk yang baik baru akan sukses di pasaran apabila sebelumnya telah dikomunikasikan terlebih dahulu kepada orang yang tepat dengan secara masal.

Baca juga: Ingin Memulai Bisnis? Cermati 4 Pilar Bisnis Berikut Ini

3. Biaya Operasional Tak Sebanding Dengan Biaya Pemasukan

Banyak pebisnis pemula yang gulung tikar, karena besar pasak daripada tiang yang artinya usaha sudah mendatangkan hasil yang baik, memiliki produk yang inovatif, pasar yang potensial dan dengan di dukung kebutuhan yang terdefinisikan dengan baik, #strategi pemasaran pun dapat dijalankan dengan baik. Namun apabila itu semua tidak berbanding lurus dengan pendapatan yang diterima bahkan cenderung lebih besar biaya produksi maka dalam kurun waktu yang tidak ditentukan usaha tersebut akan sulit untuk dilanjutkan.

Seringkali kejadin tersebut terjadi apabila terjebak akan kemewahan belaka. Segala hal yang sesungguhnya bila dikaji ulang tidak diperlukan sama sekali. Contohnya tempat usaha yang mewah sementara tidak pernah pelanggan yang perlu datang langsung ke tempat usaha kita. Perangkat pendukung yang serba canggih sementara kita jarang untuk menggunakannya dengan maksimal dan kendaraan yang serba mewah dan mahal sementara kita jarang untuk memakainya.

4. Manajemen Hutang yang Buruk

Karena terlalu terobsesi dalam melakukan usaha, seringkali pebisnis pemula melupakan prinsip dasar dalam melakukan hutang. Sering terjadi menggunakan hutang untuk hal-hal yang tidak perlu atau tidak terkait langsung untuk memperbesar hasil usaha anda. Akibatnya adalah jebakan hutang yang semakin membengkak dan mempengaruhi proses berjalannya usaha.

Tidak sedikit orang yang awal merintis usaha harus berakhir usahanya dengan kondisi terlilit hutang yang sudah sulit untuk diurai ujung pangkalnya. Boleh melakukan kegiatan berhutang asalkan bertujuan untuk memperbesar usaha yang tengah dijalani. Mengambil resiko mempunyai hutang adalah bertujuan untuk memperbesar usaha yang kita jalani dan dapat mendatangkan pendapatan memiliki keuntungan yang cukup yang dimaksudkan untuk menjadi sumber pengembalian hutang. Bukan karena semata-mata karena ada jaminan berupa harta yang bersifat tetap atau fixed asset.

Baca juga: Mengenal 3 Karakter Seseorang Ketika Memulai Sebuah Usaha

5. Hubungan Tim yang Tidak Solid Dan Sejalan

Tidak sedikit usaha yang tadinya berjalan dengan baik dan lancar kemudian pada akhirnya harus bubar karena tim yang ada di dalamnya tidak mempunyai pemikiran yang sejalan. Terlebih-lebih apabila usaha yang awal mulanya dirintis bersama-sama berpotensi ‘pecah kongsi’ itu juga hal yang dapat menimbulkan faktor sumber kegagalan.

Pada umunya terjadi karena tidak ada rasa saling percaya di antara satu anggota dengan anggota lainnya pada tim tersebut. Tidak ada rasa percaya itu muncul karena keinginan untuk dipercaya tetapi malah kita tidak mampu untuk membuktikan bahwa kita layak untuk dipercaya. Berawal dari kepercayaan semuanya akan berjalan dengan baik maka dari itu kita harus meraihnya. Dengan cara membuktikan pada diri sendiri dan orang lain bahwa kita mampu untuk dipercaya oleh siapapun.

Faktor lainnya yang menyebabkan terjadinya saling tidak percaya adalah satu pihak merasa paling unggul di antara yang lainnya dan paling berjasa. Tidak menyadari bahwa setiap orang mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing sikap seperti inilah yang akan menimbulkan perpecahan di dalm tim. Kalau memang sekiranya ingin membangun usaha bersama dengan partner maka toleransi pada kelemahan partner kita menjadi kata kuncinya.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud