Anda Seorang HRD? Pastikan Anda Tidak Terkecoh dengan 4 Hal Ini Dalam Proses Rekrutmen

tugas HRD

Image dari Google.com

HRD (Human Resources Development) merupakan salah satu bagian atau divisi di sebuah perusahaan yang akan bekerja untuk mengurus dan mengembangkan sumber daya manusia (pegawai) yang bekerja di perusahaan tersebut. Tentu saja untuk menjalankan pekerjaan ini dengan baik dan sukses, seorang HRD memiliki beban yang cukup besar dan berat.

Mengapa demikian? Sebab seorang HRD akan dituntut oleh perusahaan untuk bisa memilih dan mendapatkan seorang pegawai yang bermutu. Tidak hanya itu setelah pegawai masuk dan bekerja maka pihak HRD juga akan diberi tugas untuk bisa menumbuhkan dan mengembangkan para pegawai tersebut. Terkhusus pada saat seorang HRD menyeleksi para pelamar, maka ia harus jeli dan cermat untuk bisa mendapatkan pegawai yang kompeten untuk bekerja di perusahaan.

Tapi seiring dengan pengalaman dan pengetahuan masyarakat soal recruitment atau penyeleksian calon pegawai maka masyarakat mengetahui beberapa celah dan trik agar bisa lolos seleksi. Nah dari sinilah peran seorang HRD sangat penting untuk tidak tertipu atau terkecoh dengan hal-hal atau trik yang dilakukan pelamar. Berikut ulasannya.

1. Psikotes Bukan Segalanya

Hal pertama yang perlu diwaspadai seorang HRD agar tidak terkecoh adalah hasil psikotes. Mengapa harus waspada dengan hasil psikotes. Karena saat ini sudah banyak orang yang mengetahui teknik menyelesaikan soal-soal psikotes dengan baik dan sukses agar bisa diterima. Di banyak situs atau buku cara-cara menghadapi tes psikologi memang sudah banyak tersaji. Padahal psikotes sendiri bertujuan untuk mengetahui karakter sebenarnya dari calon pegawai.

Nah alih-alih Anda akan mendapatkan karakter calon pegawai yang sebenarnya, Anda justru mendapatkan orang yang penuh kepura-puraan. Ya, ketika calon pegawai mengerti cara atau rahasia menyelesaikan calon psikotes yang sebenarnya maka hasil psikotes yang didapat adalah bukan mencerminkan sikap atau karakter si pelamar.

Artikel lain: Ini 7 Tanda Karyawan Teladan, Pebisnis Wajib Baca!

Jadi masih mau mengandalkan hasil psikotes? Berpikirlah dengan cermat dulu. Sementara di sisi lain calon pegawai yang terbaik bisa saja tak terjaring karena pada saat psikotes kurang sedikit baik dengan orang yang telah mengetahui rahasia soal psikotes. Dari sinilah kemudian terjadi salah perekrutan atau salah pemilihan pegawai.

2. Penampilan Rupawan

Berikutnya hal yang perlu diwasapadai oleh seorang HRD dalam proses seleksi atau rekrutmen adalah penampilan rupawan. Kebanyakan orang yang akan datang dalam proses seleksi atau rekrutmen memang akan mencoba berpenampilan semenarik mungkin. Penampilan yang menarik memang bisa membantu seseorang untuk menarik orang lain, termasuk HRD.

Tapi pertanyaannya adalah apakah penampilan ini bisa mewakili segalanya, termasuk kinerja kerja yang  baik? Tentu saja tidak, sebab penampilan merupakan unsur yang berasal dari luar diri yang tidak bisa mewakili apa yang ada dalam dirinya. Tentu Anda masih ingat dengan pepatah yang menyatakan “don’t judge book by the cover”. Ya inilah pepatah yang seharusnya Anda gunakan dalam proses recruitment.

3. Kecakapan Menjawab

Dalam proses seleksi berupa wawancara maka seorang HRD akan memberikan beberapa pertanyaan untuk dijawab oleh calon pegawai. Nah dari sini Anda sebagai seorang HRD akan menjumpai beberapa cara menjawab dari pelamar, dari yang menjawab dengan penuh keraguan dan lambat sampai dengan menjawab dengan cepat dan penuh percaya diri.




Nah umumnya HRD akan terkesima dengan calon pelamar yang menjawab dengan cepat dan penuh percaya diri. Keyakinan dan kepercayaan diri memang hal yang penting dan mencerminkan sebuah gelora atau gairah bekerja. Tapi Anda perlu tahu bahwa tidak semua pegawai yang cakap dan bagus itu pandai berbicara.

Justru beberapa pegawai cakap dan bagus yang telah ada ini sedikit bicara dan banyak bekerja. Bukanlah pekerja seperti ini yang Anda cari dan banyak diperlukan perusahaan. Ya kecuali memang Anda sedang memilih calon publik speaker atau orang yang memang nantinya bekerja dengan kepandaian bicara.

Baca juga: Perhatikan Hal ini Ketika Menjadikan Teman Sebagai Karyawan Usaha Anda

4. Hubungan atau Relasi

Terakhir, hal yang perlu diwaspadai seorang HRD dalam proses recruitment atau seleksi adalah relasi. Saat ini tak jarang memang calon pegawai yang coba masuk perusahaan melalui hubungan pertemanan atau kekerabatan (relasi).

Jadi rekomendasi yang diberikan oleh karyawan perusahaan untuk mengisi lowongan pekerjaan yang kosong bisa diajukan pada pihak HRD. Namun Anda sebagai HRD tentunya tidak boleh terkecoh dengan adanya rekomendasi berdasarkan hubungan relasi ini. Tetaplah bekerja secara profesional dan memilih orang yang berkualitas.



2 total comments on this postSubmit yours
  1. entah kenapa saya bisa terdampar di sini .. padahal saya bukan HRD hehe

  2. yap benar sekali, seorang HRD harus mampu menyeleksi karyawan yang bernilai, memiliki potensi untuk berkembang dan memberikan kontribusi bagi perusahaan.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud