Adi Sutrisno ~ Mahasiswa Lampung Penemu Aplikasi Deteksi Jumlah Sel Darah Merah

Adi Sutrisno

Image dari Harga.web.id

Jika dibandingkan dengan generasi muda yang ada di luar negeri, dengan pasti bisa saya katakan bahwa sebenarnya generasi muda Indonesia mempunyai kualitas yang tidak kalah bahkan bisa dikatakan bersaing. Namun permasalahannya adalah, di Indonesia masih cukup minim fasilitas pendukung dan juga sarana prasarana yang bisa mendorong generasi muda untuk berprestasi.

Sebagai bukti bahwa generasi muda Indonesia juga mempunyai kemampuan besar untuk bersaing diajak global, belum lama ini prestasi ditorehkan oleh seorang mahasiswa dari Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya, Lampung, yang menemukan sebuah #aplikasi digital pendeteksi sekaligus penghitung jumlah sel darah merah dalam tubuh manusia. Temuannya tersebut tentu sangat sangat berguna utamanya bagi bidang kesehatan yang selama ini masih terkendala dalam teknologi penghitungan sel darah merah.

Berikut ini ulasan lengkap tentang prestasi Adi Sutrisno sang penemu aplikasi penghitung jumlah sel darah merah asal Lampung.

Menggunakan Teknologi Segmentasi Citra

Dalam sebuah kesempatan, Adi Sutrisno mahasiswa jurusan Teknik Informatika IBI Darmajaya Lampung menjelaskan bahwa aplikasi temuannya menggunakan metode segmentasi citra yang berasal dari gambar foto dan juga #teknologi canny untuk mengetahui serta melakukan penghitungan terhadap jumlah sel darah merah dalam tubuh pasien. Keunggulan dari teknologi temuan adi ini adalah dapat menghitung jumlah sel darah merah dalam tubuh pasien, baik jika jumlah sel darah merah tersebut normal maupun abnormal.

Seperti diketahui, saat ini teknologi yang dimiliki bidang kesehatan di Indonesia untuk menghitung jumlah sel darah merah masih sangat terbatas yakni hanya mengenali jika jumlah sel tersebut normal. Jika sel yang dilihat tersebut tidak normal, maka akan sedikit sulit untuk mengetahuinya. Dengan masuknya teknologi buatan mahasiswa Lampung ini, tentu dunia kesehatan Indonesia akan lebih terbantu karena prosesnya yang cepat dan lebih mudah.




Artikel lain: BloobIS ~ Startup Penghubung Pencari dan Penyedia Darah yang Mudah dan Efektif

Tidak hanya memiliki kelebihan dalam menentukan jumlah sel darah merah abnormal, teknologi ciptaan Adi juga mampu memberikan informasi mengenai sel darah merah abnormal tersebut serta variasi bentuk eritrosit. Kemampuan ini didapatkan karena proses pemetaan jumlah sel darah merah dilakukan secara mikroskopik lewat aplikasi digital. Dengan begitu ketepatan penghitungan dan juga informasi terkait dengan sel darah merah bisa diketahui lebih jelas dibanding teknologi yang sudah ada sebelumnya.

Metode Penggunaan Teknologi

Dalam keterangannya, si empu-nya teknologi juga menerangkan sedikit tentang bagaimana mesin ciptaannya bekerja. Pertama-tama tenaga medis akan mengambil sampel darah dari pasien. Dari sampel darah tersebut maka akan dilakukan foto mikroskopik dengan perbesaran 1000 kali untuk melihat citra sel darah merah.

Langkah berikutnya yakni foto yang dibuat dalam format jpg berukuran 448 x 336 piksel ini, akan dimasukkan pada perangkat lunak yang memproses citra sel darah merah tersebut. Hasil outputnya yakni citra hasil segmentasi, jumlah pixel citra yang diinputkan serta keterangan lain tentang sampel yang dapat mendiaknosis apakah si pasien termasuk kekurangan atau kelebihan sel darah merah.

Sedikit informasi, sel darah merah sendiri merupakan salah satu jenis sel darah yang memiliki peranan amat penting karena mengandung hemoglobin. Fungsinya untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, tentu dapat mempengaruhi kinerja dan baik tidaknya kondisi tubuh seseorang. Dan informasi yang banyak dicari yakni kondisi dimana sang pasien kelebihan sel darah merah apa yang biasa disebut polisitemia, atau kekurangan sel darah merah atau yang umum disebut anemia.




Baca juga: Relieve App ~ Aplikasi Anti Depresi Asli Buatan Anak Negeri

Pengembangan dan Harapan Ke Depan

Saat pertama kali mengembangkan aplikasi teknologi penghitung sel darah merah ini, Adi Sutrisno mendasarkan penelitian di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Lampung. Dari hasil penelitian tersebut akhirnya bisa di kembangkan teknologi yang saat ini mulai disebarkan ke beberapa instansi #kesehatan di seluruh Indonesia.

Hadi Sutrisno berharap, aplikasi buatannya nanti dapat memberikan manfaat yang besar tidak hanya dalam pengaplikasiannya secara langsung namun juga untuk mendorong penelitian lebih lanjut guna menyempurnakan teknologi temuannya.

“Diharapkan aplikasi ini nantinya dapat bermanfaat bagi pihak atau instansi kesehatan, karena selain mengefisiensikan waktu pengecekan sel darah merah normal dan abnormal, aplikasi ini juga memperkecil kesalahan diagnosa oleh manusia,” ujarnya.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud