6 Pantangan Yang Wajib Dihindari Pemilik Hutang

6 Pantangan Yang Wajib Dihindari Pemilik Hutang

hutang

Kita tidak pernah bisa memprediksi kestabilan kondisi finansial di masa mendatang. Bila hari ini kita berada dalam kondisi finansial yang stabil, mungkin saja di hari esok kita mengalami musibah atau suatu hal yang membuat kita harus merogoh kocek dalam-dalam.

Tidak dapat dipungkiri kalau terkadang hutang adalah hal yang menyelamatkan kita dari kondisi finansial yang genting. Hutang tentu saja harus segera dilunasi supaya tidak mengganggu kondisi finansial kita di masa depan. Nah, supaya kita dapat mengelola #keuangan dan melunasi hutang dengan cepat, maka sebaiknya kita menghindari hal-hal ini saat kita punya hutang :

1. Memilih Hutang Baru dengan Bunga Lebih Tinggi

Gali lubang, tutup lubang. Saat kita sedang terbelit dengan kondisi hutang yang jatuh tempo, kadang kala kita mulai tergiur untuk mulai mengambil pinjaman baru dari pihak lain dengan bunga yang lebih tinggi. Kondisi seperti ini membuat kita semakin rugi karena harus melunasi pinjaman dengan bunga yang lebih tinggi.

Bukankah akan lebih baik kalau kita hanya memiliki kewajiban untuk membayar satu pinjaman saja daripada kembali berhutang dengan nilai bunga yang lebih mencekik leher?

Artikel lain: Mengenal 5 Tipe Orang yang Mudah Berhutang pada Orang Lain

2. Gaya Hidup Mewah

Gaya hidup mewah yang kita jalankan saat kita memiliki hutang hanya akan menimbulkan cibiran dari orang lain. Sebab pendapatan selalu cukup untuk membiayai hidup, tapi tidak untuk membiayai gaya hidup. Lebih baik hidup sederhana sambil berusaha melunasi hutang daripada hidup mewah namun memiliki banyak hutang.

Setelah gaya hidup sederhana membuat kita mampu melunasi hutang, maka mulailah dari awal dengan menata kondisi finansial yang lebih stabil lagi.

3. Hutang pada Kartu Kredit

Ketika sedang tidak memiliki uang tunai dan ingin membeli atau membayar sesuatu, biasanya kartu kredit kerap menjadi sarana andalan untuk berhutang. Kartu kredit memang mempermudah proses hutang, akan tetapi kita harus ingat untuk melunasi hutang kartu kredit secepatnya untuk mencegah pembengkakan hutang menjadi lebih besar lagi.

Saat kita memiliki cukup uang untuk membayar tagihan kartu kredit, usahakan agar tidak membayar biaya minimum. Karena membayar biaya minimum justru membuat hutang kita pada kartu kredit semakin besar dan menyulitkan kita di kemudian hari.

4. Membuat Kartu Kredit Baru

Kartu kredit baru biasaya dianggap sebagai penyelamat di kala kartu kredit yang lama sudah mencapai batas penggunaan maksimum. Padahal membuat kartu kredit baru sejatinya hanya akan menambah masalah keuangan karena berarti hutang yang harus kita lunasi akan semakin menumpuk.

Tidak masalah bila ingin memiliki 1 atau 2 kartu kredit, akan tetapi sebaiknya kita tidak menggantungkan kondisi keuangan pada kartu kredit tersebut.

5. Mengandalkan Teman atau Keluarga

Teman atau keluarga yang baik tentu akan meminjamkan uangnya untuk kita saat kita ingin berhutang. Akan tetapi hal ini malah justru bisa merusak hubungan baik yang selama ini terjalin. Saat kita kesulitan untuk membayar hutang, teman atau keluarga tentu merasa tidak enak hati untuk menagih. Padahal mungkin saja mereka juga membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan.

Hal ini yang seringkali menyebabkan kesalahpahaman dan berakhir dengan renggangnya hubungan kita dengan sahabat atau keluarga. Kalau ingin berhutang pada teman atau keluarga, pastikan kita bisa melunasinya dengan tepat waktu.

Baca juga: 5 Kesalahan Finansial Terburuk Yang Mungkin Pernah Anda Lakukan

6. Membuat Pernyataan Bankrut

Masalah yang terakhir mungkin lebih berkaitan dengan dunia bisnis profesional. Masih banyak kesempatan untuk memperbaiki kondisi finansial sebelum kita memilih untuk membuat pernyataan bankrut atau pailit.

Memilih untuk membuat pernyataan bankrut hanya akan berimbas pada reputasi dan nama baik kita. Selain itu, riwayat bankrut yang tercatat di bank akan membuat kita kesulitan untuk membuat pengajuan kredit di masa depan. Pikirkan kembali kerugian-kerugian yang akan kita alami saat kita sudah dinyatakan bankrut dan tidak mampu membayar hutang.

Belajar dari masa lalu ketika hutang kita menumpuk memang sangat baik. Karena kita bisa belajar untuk menepati janji dan melunasi hutang sebelum menata kondisi finansial yang lebih stabil. Karena kestabilan kondisi finansial bukan hanya untuk diri kita sendiri, namun juga untuk orang-orang yang kita cintai.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan