4 Kelemahan Menjual Produk via Media Sosial Dibandingkan Toko Online

menjual produk di media sosial

Image dari Bluefountainmedia.com

Seiring semakin berkembangnya teknologi informasi, telah memungkinkan segala aktifitas dilakukan lebih cepat dan mudah. Segala bentuk kemudahan ini tidak terlepas dari orang-orang yang terus berinovasi di bidangnya. Sehingga dampaknya dapat dirasakan tidak hanya bagi sebagian orang saja melainkan telah merangkul berbagai kalangan, terutama yang mengambil peran sebagai pebisnis. Kebanyakan para pelaku usaha melakukan berbagai terobosan untuk memasarkan produk yang dijualnya agar bisa diterima dan dikenal oleh masyarakat luas.

Saat ini pebisnis memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk bisa memperkenalkan dan menjual barangnya kepada konsumen. Ini bertujuan selain mengikuti tren yang telah menjamur juga untuk menekan biaya promosi yang bisa dikatakan relatif tidak murah. Dengan begitu pelaku usaha dapat mengalokasikan biayanya untuk keperluan bersifat mendesak yang mungkin saja kelak akan datang di kemudian hari.

Misalnya saja biaya yang datang diluar prediksi, mau tidak mau pengeluaran tersebut harus dipenuhi supaya bisnis yang di jalani bisa terus eksis dan berkembang. Sebut saja aplikasi media sosial yang populer di kalangan pebisnis dan orang biasa ialah dan biasa digunakan untuk kegiatan mempromosikan barang antara lain Twitter, Facebook, Instagram.

Artikel lain: Akankah Ke Depan Media Sosial Jadi Platform Utama Ecommerce?

Tidak sedikit orang yang telah merasakan bisnis yang ditekuninya telah mengalami perkembangan yang pesat setelah melakukan cara ini. Akan tetapi jika menilik lebih jauh lagi masih terdapat kelemahan yang tidak disadari sebelumnya ketika kita hendak memasarkan produk yang akan dijual. Jika terjadi hal seperti ini apakah strategi menjual produk melalui #media sosial  itu bisa di bilang masih efektif ?

Untuk mengetahui lebih dalam lagi, pada kesempatan ini akan di bahas 4 kelemahan yang muncul ketika kita sebagai pelaku usaha menjual produk melalui media sosial. Apa saja kelemahan tersebut berikut ulasan lengkapnya.

1. Arus Informasi di Media Sosial yang Terlalu Cepat

Media sosial merupakan media pemberitaan dan pemasaran yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat luas. Dengan begitu ada banyak sekali update dan postingan yang dilakukan setiap harinya yang bisa mengakibatkan tenggelamnya update dan postingan yang dilakukan oleh anda sebelumnya diantara informasi-informasi lainnya. Bahkan bukan tidak mungkin postingan yang di buat dapat tersalip oleh pesaing anda.

Anda bisa saja bersaing dengan informasi yang lain dengan melakukan update setiap saat, tapi apakah benar anda punya waktu sebanyak itu ? untuk kurun waktu yang lama bisa jadi cara ini tidak akan berjalan lagi jika dilakukan terus menerus atau malah sebaliknya akan berakibat kemunduran bagi perkembangan bisnis anda ke depannya.

2. Kesulitan Memberikan Informasi Detail Kepada Konsumen

Di media sosial banyak dijumpai orang yang memposting produk jualannya, karena selain tempat untuk berkomunikasi media sosial juga memiliki fungsi untuk memperkenalkan dan menjual produk ke masyarakat luas. Dengan demikian tidak banyak hal yang bisa anda cantumkan dan sampaikan di sana. Oleh karena itu mungkin akan mengalami kesulitan untuk memberikan informasi secara detil dari setiap barang yang dijual atau layanan yang ditawarkan.

Bisa saja anda melakukan tanya jawab di media sosial untuk menjawab setiap pertanyaan dari pelanggan seputar barang yang dijual. Tapi benarkah anda sebagai pelaku bisnis yang notabene tidak hanya mengurusi itu saja mempunyai waktu banyak hanya untuk melakukan hal seperti itu, atau anda berani mengeluarkan biaya lebih untuk membayar pegawai khusus untuk menanganinya ?




Semua itu kembali kepada pribadi masing-masing, apakah dengan mengambil tindakan seperti itu tidak akan berakibat buruk nantinya terhadap bisnis anda. Dan resiko dari cara seperti itu sudah terpikirkan secara matang, maka dari itu sebelum melakukan tindakan apapun diluar yang telah direncanakan sebaiknya dianalisa terlebih dahulu sebelum dipraktekan terhadap bisnis anda.

3. Kebingunan dalam Mencari Bisnis Anda

Pada umumnya kebanyakan orang mencari produk atau layanan melalui mesin pencarian Google. Disamping bisa lebih menghemat waktu dan tenaga dibandingkan jika harus mencari satu persatu media sosial. Pihak pelanggan akan memasukan kata kunci yang berkaitan dengan apa yang mereka hendak cari di Google.

Seketika itu produk dan jasa yang di cari akan tersaji dihadapan anda. Kebanyakan yang muncul adalah berupa alamat website, bukan akun media sosial sebuah perusahaan tertentu yang menawarkan produk dan layanan terkait.

4. Lunturnya Rasa kepercayaan konsumen 

Kepercayaan merupakan elemen terpenting yang harus ada antara pihak pelaku bisnis dan konsumen. Karena jika rasa percaya itu sudah mulai berkurang apalagi tidak ada sama sekali maka akan menciptakan hubungan yang tidak harmonis diantara kedua belah pihak tersebut. Tidak mudah bagi seorang konsumen mempercayai suatu perusahaan yang menyediakan barang dan jasa yang mempromosikan barangnya lewat media sosial.

Baca juga: Mau Sukses Berjualan Online di Instagram? Coba Terapkan 6 Tips Berikut Ini

Berbanding terbalik misalnya saja jika pebisnis itu memiliki sebuah website #toko online yang komunikatif, profesional, dan memberikan segala informasinya secara jelas dengan begitu konsumen akan memiliki kepercayaan lebih terhadap perusahaan atau pebisnis tersebut sehingga pada akhirnya akan melakukan pembelian.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, anda sebagai pelaku usaha harus memikirkan cara yang tepat dan baik untuk mempromosikan produk anda. Jika anda memiliki anggaran biaya lebih untuk membuat sebuah usaha yang terintegrasi langsung dengan internet maka sebaiknya anda membangun sebuah website toko online. Sehingga segala informasi tentang produk yang dijual dan penawaran khusus yang diberikan bisa diakses langsung oleh calon pelanggan anda lebih jelas dan lengkap. Meskipun para pelanggan mengaksesnya melalui perangkat mobile mereka sekalipun.



1 comment on this postSubmit yours
  1. Setuju sekali.
    Walaupun saya memiliki modal yg sangat terbatas, tapi saya mengutamakan untuk memiliki website. Walaupun dominasi omset masih melalui Instagram, hehe.
    Slow but sure, sedikit-sedikit mengedukasi konsumen untuk berbelanja via website (maksudnya biar kita ga capek ngerekap manual :p)
    Males jika harus berpindah-pindah toko online mengikuti sosmed yang sedang trend :(

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud