Wang Adi Wijaya ~ MeskiTelah Senja Namun Semangat Bekerja Terus Membara

Wang Adi Wijaya

Image dari Wowkeren.com

Bagi seorang yang memiliki akal sehat dan semangat kuat, usia bukanlah halangan berarti baginya untuk berhenti bekerja. Namun sebaliknya, usia senja merupakan kelebihan yang diberikan Tuhan yang harus disyukuri dengan terus melakukan kegiatan positif termasuk salah satunya adalah bekerja. Kali ini kita akan membahas mengenai cerita inspiratif tentang semangat kerja yang ada pada seorang tua renta bernama Wang Adi Wijaya.

Ya, dia adalah seorang tua renta yang berusia 78 tahun namun tetap bekerja dengan penuh semangat untuk menghidupi keluarganya. Pekerjaan yang dilakukan pun tidaklah ringan untuk orang seusia dia. Ia menjajakan pangsit buatannya di pinggir jalan kota Surabaya yang panas dan terik. Bagaimana perjuangan kakek tua ini, simak kisah selengkapnya di bawah ini.

Perjuangan Hidup Wang Adi Wijaya

Wang Wei Ying Adi Wijaya, begitu nama lengkapnya. Ia adalah seorang kakek tua renta yang tinggal di Surabaya yang dilahirkan pada tahun 1937. Meski nada bicaranya sudah tidak begitu jelas karena mungkin giginya sudah mulai keropos, namun pancaran semangat di wajahnya sangat kuat.

Kakek Wang ini tinggal berdua saja dengan istrinya, ia dan istrinya saling membantu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, kakek Wang berjualan setiap hari di pinggiran jalan raya kota Surabaya. Ia berjualan pangsit, roti dan juga siomay di pinggir jalan yang panas karena ia tidak mampu menyewa tempat untuk berjualan.

Meski kakek Wang hanya berjualan makanan dalam skala kecil dan hanya di jual di pinggir jalan, namun ia tetap memperhatikan kualitas makanan yang ia jual. Ia tidak mau membuat makanan dengan kualitas yang tidak bagus untuk konsumennya.

Artikel lain: Indar Pratiwi ~ Mahasiswi Inspiratif, Berhasil Lulus Kuliah “Dibiayai” Kambing

“Saya, selalu pakai bahan yang bagus. Daging ayam semua yang segar. Udang saya pakai yang abu-abu (kualitas bagus). Minyak selalu saya ganti setiap hari.” begitu ucapnya.

Setiap hari, kakek Wang bangun jam 2 pagi untuk menyiapkan dagangannya, kemudian berangkat berkeliling pada pukul 10 dan baru pulang ke rumah sekitar jam 9 malam. Sungguh perjuangan yang membutuhkan tekad dan semangat berlipat.

Tak Hanya Berjualan, Kakek Wang Juga Memberikan Bimbingan Belajar

Selain berjualan jajanan ringan, Wang Adi Wijaya ternyata juga melayani bimbingan belajar kepada siswa-siswa yang membutuhkan. Terutama dalam pelajaran bahasa, karena kakek Wang pandai bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Menurut pengakuannya, dulunya kakek Wang adalah seorang guru senior di sekolah Tionghoa pada sekitar tahun 1963-1966. Selama menjalani pekerjaan yang begitu berat, tak terbesit sedikitpun rasa gengsi ataupun malu karena usia yang sudah tua, namun yang terlihat adalah semangat bekerja kakek Wang yang luar biasa.

Semangat ini karena didasari karena kakek Wang tidak ingin hidup dengan belas kasihan orang lain. Bahkan kepada kedua anaknya sekalipun yang kini berada di Malaysia dan di Sampit, kakek Wang tidak pernah menuntut apa-apa.




“Saya bekas guru, daripada ngemis mending pasang muka tebal jualan di jalanan. Yang penting uang halal.” tegas kakek Wang.

Keinginan Kakek Wang Untuk Jualannya

Namanya juga orang berjualan di jalanan, tentu banyak sekali hambatan yang timbul. Paling sering adalah masalah cuaca, karena ketika dagangan kakek tua ini akan cepat rusak ketika lama dijajakan di ruang terbuka.

Selain itu, ketika hari diguyur hujan juga sangat rawan untuk makanan yang ia jual. Maka dari itu, ia memiliki harapan untuk mendapatkan modal atau setidaknya partner usaha untuk membantu bisnis makanannya. Yang sangat diperlukan saat ini menurutnya adalah stand atau warung untuk menjajakan makanan buatannya.

Baca juga: Angkie Yudistia, Wanita Tuna Rungu Inspiratif Pendobrak Keterbatasan

Selain itu, Wang Adi Wijaya juga menegaskan meski mungkin tidak ada modal untuk sewa stand atau tidak ada partner dalam menjalankan bisnis, ia akan tetap berjualan dan melanjutkan usahanya dengan jujur dan adil. Kakek Wang tidak akan berhenti bekerja keras untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik ke depan. Selama istrinya masih mau membantu bekerja, ia akan tetap mencari rezeki terus.

“Selama nyonya masih bisa bantu mau kerja, semoga Tuhan kasih panjang umur sedikit supaya saya bisa cari rejeki terus.” ujar kakek Wang pelan.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud