Merintis Usaha Sewa Kasur dengan Keuntungan Puluhan Juta Rupiah per Bulan

Usaha Sewa Kasur

Usaha sewa kasur, mungkin sekilas ada yang aneh dengan bisnis yang satu ini. Mengapa aneh? Sebab bisnis ini ORA UMUM (tidak umum) dan jarang ada orang yang mau menjalankannya karena dianggap tidak menguntungkan.

Namun, ternyata ada lho orang yang mau menjalankan bisnis penyewaan kasur. Pengusaha yang menjalankan bisnis ini yaitu Clara Almabella Bamanty, yang ternyata mendapat tantangan dan pandangan sebelah mata dari masyarakat karena dianggap aneh dan kurang prospektif.

Clara tidak menanggapi gunjingan yang menyepelekan bisnisnya. Ia tetap tancap gas dengan apa yang diyakininya sebagai potensi bisnis. Dengan keyakinan dan kerja kerasnya Clara akhirnya mampu membuktikan bahwa usaha sewa kasurnya bisa sukses.

Sekitar tahun 2015 – 2016 silam, usaha sewa kasur milik Clara mampu meraup omset hingga Rp 180 juta setiap bulannya, atau Rp 2,1 miliar per tahun dan membuka cabang usahanya di beberapa daerah lain.

Bagaimana perkembangan bisnis Clara di tahun 2022? Sayangnya tim Maxmanroe.com belum menemukan informasi yang valid tentang itu. Namun, yang pasti saat ini jasa persewaan kasur menjadi salah satu peluang bisnis yang menjanjikan.

Lalu bagaimana sih prospek bisnis jasa sewa kasur ini? Simak ulasan lengkapnya.

Prospek Usaha Sewa Kasur

Meskipun menganggapnya aneh dan tidak prospektif, ternyata bisnis penyewaan kasur cukup menjanjikan. Saya sebut menjanjikan bukan tanpa alasan. Berikut adalah beberapa hal yang membuat bisnis ini punya prospek bagus:

  1. Modal awal untuk memulainya tidak besar. Anda bahkan bisa memulai bisnis ini dengan 1 kasur.
  2. Target market bisnis ini cukup banyak, mulai dari perorangan hingga perusahaan.
  3. Jika pelanggan berasal dari perusahaan, misalnya tempat penginapan yang butuh ekstra bed, maka pendapatan akan lebih banyak.
  4. Harga sewa kasur termasuk cukup tinggi karena dihitung per jam dengan perhitungan yang jelas.
  5. Tarif jasa sewa kasur stabil sehingga analisis bisnisnya menjadi lebih mudah.
  6. Persaingan bisnis tergolong mudah karena tidak banyak yang mau menjalankannya sehingga minim pesaing.
  7. Potensi pendapatan bisnis ini besar pada peak season, misalnya musim libur.
  8. Bisnis ini bisa dikolaborasikan dengan jenis bisnis lainnya, misalnya jasa laundry.

Bisnis penyewaan kasur bisa bekerjasama dengan bisnis penginapan, kos-kosan, hotel, bahkan perorangan. Kerjasama tersebut akan win-win karena penginapan atau hotel bisa fokus pada bisnisnya tanpa harus repot merawat kasur saat low season.

Tantangan dan Risiko Bisnis Jasa Sewa Kasur

Setiap bisnis pasti punya tantangan tersendiri, termasuk bisnis penyewaan kasur. Berikut adalah beberapa tantangan dan risiko yang mungkin dihadapi:

  1. Pebisnis harus menyiapkan gudang yang bersih untuk tempat menyimpan kasur dan juga peralatan untuk merawat kasur.
  2. Cara pemasarannya harus unik dan menarik karena jasa ini masih cukup asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
  3. Mungkin akan menghadapi sentimen dari masyarakat karena anggapan kasur sewaan kurang berkualitas.
  4. Bisnis ini mungkin belum bisa diterapkan di semua lokasi di Indonesia.

Selain yang disebutkan di atas, mungkin masih ada tantangan dan risiko lain yang bisa dihadapi pelaku bisnis sewa kasur.

Analisis Bisnis Jasa Sewa Kasur

Tidak semua orang punya gambaran bagaimana memulai bisnis ini. Nah, berikut ini perhitungan rencana modal yang bisa Anda coba:

Modal Awal

Berikut adalah beberapa hal penting yang harus dipersiapkan dalam memulai bisnis penyewaan kasur:

  • Kasur Sprinbed 3 @ Rp 2.000.000 = Rp Rp 6.000.000,-
  • Kasur busa 3 @ Rp 750.000 = Rp Rp 2.250.000,-
  • Peralatan pembersih kasur Rp 1.000.000,-
  • Biaya lain-lain Rp 500.000,-

Jadi, total modal awal yang harus disiapkan untuk memulai bisnis ini yaitu sekitar Rp 9.750.000,-. Modal awal tersebut mungkin bisa berbeda jika Anda menggunakan jenis kasur yang berbeda atau harga kasur di tempat Anda berbeda.

Biaya Operasional per Bulan

Selain modal awal, kita juga harus mempersiapkan dana untuk operasional per bulan. Berikut beberapa pengeluaran bulanan yang harus disiapkan:

  • Menyewa tempat usaha atau gudang kasur Rp 500.000,-
  • Biaya transportasi Rp 500.000,-
  • Biaya perawatan kasur Rp 500.000,-
  • Gaji pegawai 2 @ Rp 1.000.000,- = Rp 2.000.000,-
  • Listrik dan pulsa Rp 200.000,-
  • Biaya pemasaran Rp 500.000,-
  • Biaya lain-lain Rp 200.000,-

Jadi dalam sebulan, biaya operasioanl yang harus dikeluarkan adalah sekitar Rp 4.400.000,-. Biaya operasional ini bisa berbeda, tergantung biaya yang diperlukan untuk setiap komponen yang diperlukan.

Estimasi Pendapatan

Bisnis ini harus dimulai dengan menerapkan tarif yang kompetitif, namun tidak sampai merugikan Anda. Biasanya jasa sewa kasur dibanderol dengan harga Rp 20.000,- hingga Rp 110.000,- per kasur selama 24 jam.

Harga tersebut tergantung jenis dan ukuran kasur yang disewa pelanggan.

Sebagai contoh, misalnya Anda menerapkan tarif Rp 50.000 per 24 jam untuk kasur busa. Dan tarif Rp 90.000,- per 24 jam untuk kasur spring bed.

Dengan asumsi kasur Anda laku tersewa semua setiap hari dalam satu bulan maka potensi pendapatan bulanan adalah:

3 x Rp 50.000,- x 30 = Rp 4.500.000,-

3 x Rp 90.000,- x 30 = Rp 8.100.000,-

Total omset per bulan adalah Rp 12.600.000,-

Laba bersih

Jadi, potensi laba bersih yang bisa didapatkan setiap bulan adalah Rp 12.600.000 – Rp 4.400.000 = Rp 8.200.000,-

Break Even Point

Dengan potensi keuntungan Rp 8.200.000,- per bulan maka titik impas atau balik modal bisnis ini adalah pada bulan ke dua.

Namun, tentu saja perhitungan analisis bisnis ini masih bisa berbeda jika setiap komponen yang disebutkan ternyata berbeda harganya di lokasi tempat Anda.

Selain itu, kondisi pasar juga sangat mempengaruhi bisnis ini. Sebagai contoh, pada saat pandemi Covid 19, permintaan sewa kasur menurun drastis karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Kisah Clara Almabella Bamanty dan SewaKasur.com

Bisnis sewa kasur
Clara Almabella Bamanty via Pinterest

Ide Clara mendirikan bisnis sewa kasur sendiri berasal dari hobinya menginap di hotel atau villa bersama keluarga di mana ia acapkali kesulitan mendapatkan kasur ekstra dari pengelola tempat penginapan.

Berawal dari sinilah perempuan kelahiran Yogyakarta, 26 juni 1992 ini kemudian membuka bisnis sewa kasur di tahun 2007. Dengan modal yang berasal dari tabungan pribadi sebesar Rp 200 ribu ia kemudian membeli satu lembar kasur busa.

Meski dengan modal terbatas dan masih belum berpengalaman karena saat itu Clara yang masih sekolah kelas satu SMA, Clara sangat yakin dan percaya diri.

Pemasaran Awal Usaha

Pada awal usahanya itu Clara menjalankan usaha bersama saudara sepupunya dengan cara lama yaitu word of mouth (pemasaran dari mulut ke mulut).

Targetnya saat itu tentu masih kalangan masyarakat menengah keatas di sekitar tempat tinggal mereka saja. Bahkan ketika ada order sewa di tempat yang jauh, Clara dan sepupunya acap kali mengantarkan kasur ke penyewanya itu dengan mengendarai sepeda motor.

Setelah terbilang cukup mengerti medan dan pasar, Clara kemudian memberanikan dirinya untuk menawarkan jasa ke pasar yang lebih besar yaitu korporat. Dalam hal ini Clara kemudian menawarkan jasanya ini ke pengelola hotel, instansi pemerintah dan juga tempat penginapan lainnya.

Meski langkah awalnya memasarkan sewa kasur ke pengelola hotel ini tidak berhasil, Clara tidak putus asa. Alih-alih menyerah, Clara malah makin gencar mempromosikan sewakasur.com melalui media online, baik itu via website, media sosial. Selain pemasaran online, Clara juga menjalankan marketing offline yaitu dengan menyebar pamphlet.

Dengan usahanya itu, perlahan bisnis sewa kasurnya meningkat. Dari satu hotel, bisnisnya cepat menyebar ke klien atau konsumen lain. Dari sinilah sewakasur.com akhirnya makin dikenal luas oleh masyarakat.

Untung yang dipadat dari usahanya saa itu sendiri Clara gunakan untuk menambah jumlah kasur untuk lebih memaksimalkan bisnisnya.

Jenis dan Tarif Kasur yang Ditawarkan

Jenis kasur yang ditawarkan untuk disewakan oleh Clara sendiri terdiri dari kasur busa dan kasur pegas (spring bed). Lalu berapa tarifnya? Menurut Clara tarif sewa kasurnya beragam, mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 110 ribu per kasur selama 24 jam, tergantung ukuran dan kualitas kasur yang pesan.

Harga sewa paling murah di sewakasur.com sendiri adalah kasur busa berukuran 90 x 1.200 cm yang dibanderol Rp 20 ribu per hari. Dalam menjalankan bisnisnya Clara membuat slogan untuk usahanya yang ber-title “Membantu Menjamu Tamu”.

Tantangan Usaha Bisnis Sewa Kasur

Meski menjadi bisnis perintis dalam persewaan kasur di Yogya, namun bukan berarti Clara menjalankan bisnis tanpa hambatan.

Menurut Clara, dalam menjalankan usaha sewakasur.com ini ia sering mendapat tantangan dalam menyakinkan konsumen mengenai kualitas kasurnya. Selain itu Clara juga sering mendapat kendala serta resiko usaha seperti pencurian atau kerusakan.

Meski demikian Clara tetap terus berjuang menghadapi tantangan-tantangan ini dengan berbagai cara. Pasalnya, konsumennya sendiri sudah banyak yang puas dengan pelayanan bisnis sewakasur.com dari Clara ini.

Agar tidak mengecewakan kepercayaan yang telah diberikan konsumennya, Clara terus berusaha mempertahankan kualitas dan pelayanan, serta memperluas jaringan bisnisnya.

Asep Irwan

Asep Irwan adalah content writer di Maxmanroe.com. Memiliki minat besar di dunia kepenulisan, blogging, dan media online.

3 thoughts on “Merintis Usaha Sewa Kasur dengan Keuntungan Puluhan Juta Rupiah per Bulan”

  1. benar2x semua itu ada jalanya klo kita mau berusaha. bnyak jlan menuju roma

    Reply

Leave a Comment