Unikraf ~ Wadah Online Kreativitas Kerajinan Tangan Khas Jogjakarta

Image dari Tri.co.id

Yogyakarta dikenal sebagai salah satu kota di Indonesia yang memiliki keberagaman budaya serta pariwisata yang sangat menarik. Di kota tersebut pula, lahir berbagai produk kerajinan yang bahkan tidak ditemui di lokasi.

Potensi inilah yang coba dimanfaatkan oleh sekelompok mahasiswa dengan membentuk usaha kreatifitas kerajinan tangan khas Jogja bernama UniKraf. Mereka yang berada di balik upaya tersebut adalah Zaidil Firza, mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutam Universitas Gajah Mada (UGM), Talitha Fredlina Azali alumni Hubungan Internasional UGM dan Camilla Okdriana alumni Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana.

Menggabungkan visi serta misi, ketiganya perlahan mampu membangun wadah online untuk kerajinan tangan yang memiliki desain unik serta lain dari pada yang lain.

Lahirnya UniKraf

Zaidil Firza dan kawan kawan yang memang sudah lama tinggal di Jogjakarta untuk menempuh pendidikan, merasa bahwa ada potensi besar yang masih bisa dikembangkan dari kerajinan tangan khas Jogjakarta.

Potensi tersebut adalah, membuat kerajinan tangan custom yang bisa disesuaikan dengan minat atau keinginan konsumen. Di sisi lain, Jogjakarta juga menjadi gudangnya pengrajin handal yang mampu membuat beragam kerajinan tangan berkualitas tinggi.

Artikel lain: Industri Kreatif : Memulai Bisnis Kerajinan Tangan Berkonsep Craft Indie

“Kita mencoba menghidupkan kembali budaya Craftsmanship dari hulu hingga ke hilir. Konsumen bebas berimajinasi, merencanakan, dan mengkonsultasikan apa yang ingin diciptakan. Lalu kemudian kita hubungkan dengan sumberdaya manusia yang terhubung dengan kita,” ungkap Zaidil.

Awal mengembangkan usaha, mereka mulai membuat produk kerajinan tangan berbahan dasar limbah kayu. Namun kini berbagai bahan dasar mereka terima.

“Kini kami mulai berani menerima tantangan lebih besar. Apapun bahan dasarnya dan bagaimanapun bentuknya akan kami buatkan,” jelas Zaidil.

Hingga saat ini produk yang dihasilkan sudah sangat beragam mulai dari aksesoris kecil, peralatan tulis, oleh-oleh, perhiasan serta furniture dengan keunikannya masing-masing.

Terkait dengan nama UniKraf sendiri, tim pengembang mempunyai penjelasan makna dibalik nama tersebut. Kata Zaidil, UniKraf berasal dari Universe of (K)Craftsmanship atau semesta ketrampilan.




“Kraft dalam bahasa Jerman juga bermakna force, strength or energy as an attribute of physical action or movement,” jelasnya.

Sehingga UniKraf adalah wadah menjaring dan menghimpun koneksi ke para desainer, pengrajin, pembuat dan seniman yang ada di seluruh Yogyakarta dan sekitarnya. Dari situlah Unikraf lahir pada bulan Juni 2015 silam.

Mengandalkan Keunikan Produk

Salah satu yang mencari prinsip dasar dari usaha UniKraf adalah bagaimana bisa mewujudkan ide atau pun keinginan dari konsumen lewat barang kerajinan tangan.

“Prinsip kami sederhana, open innovation dan collaborative economy. Masyarakat merindukan kembali romantisme untuk menjadi terampil, menjadi unik, menjadi pengkriya,” jelas zaidil.

Selain itu, yang tidak kalah menarik adalah bagaimana teknik marketing yang dibawakan oleh tim. Mereka melakukan pendekatan dengan memberikan storytelling marketing. Cara seperti ini dirasa sangat efektif terutama untuk meningkatkan ketertarikan dan rasa penasaran konsumen pada produk kerajinan tangan.

“Misalnya, sebuah flashdrive berdesain ukiran batik, diberi cerita tentang ramainya kampus UGM Jogja dengan aneka perjuangan melawan dompet kering di akhir bulan, tugas-tugas yang menumpuk, UAS dan UTS serta cita-cita yang kandas. Ditutup dengan mari kita dedikasikan UniDrive ini untuk UGM dan jasanya selama beberapa dekade mencerdaskan anak bangsa.” ucap zaidil.

Di sisi para pengrajin sendiri, upaya yang dilakukan unikraft diharapkan mampu meningkatkan ke tertarik konsumen terhadap produk kerajinan tangan khas Jogja. Para pengrajin pun, juga mendapat perhatian khusus utamanya dalam hal pembagian keuntungan.

“Kami menghargai setiap desain yang lahir di tiap kolaborasi yang terjadi, dan menjadikannya fair untuk para penciptanya dengan cara mengarsipkannya dan memberi reward royalty pada pemilik prototype awal ketika kami mendapatkan kesempatan untuk produksi massal,” jelas Zaidil.

Baca juga: Qlapa ~ Startup Marketplace untuk Jual Beli Produk Kerajinan Tangan Unik Asli Indonesia

Hingga saat ini produk kerajinan tangan UniKraf sudah menyebar ke berbagai kota besar di Indonesia bahkan hingga menyentuh pasar asing seperti Singapura. Langkah berikutnya yang dilakukan Zaidil dan kawan-kawan adalah melakukan edukasi untuk masyarakat tentang seni kerajinan.

“Lambat laun, para konsumen atau masyarakat juga sadar akan esensi dan nilai dari produk yang akan atau rutin digunakannya. Masyarakat merindukan kembali romantisme untuk menjadi terampil, menjadi unik dan menjadi pengkriya,” ungkapnya.



1 comment on this postSubmit yours
  1. Weh… Makin banyak aja yak startup di Indonesia.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2017 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud