Temukan “Tangan Kanan” Bisnis yang Sempurna Dengan Tips Berikut Ini

Image dari Connectionculture.com

Image dari Connectionculture.com

Dalam menjalankan sebuah bisnis, setiap orang tentu mempunyai batas kemampuan tertentu yang terkadang tidak bisa ditolak. Seperti keadaan sakit atau sedang tidak mempunyai waktu, merupakan contoh kecil bahwa kita terkadang mempunyai keterbatasan yang sama sekali sulit ditolerir. Padahal di lain sisi, bagi bisnis yang sudah berkembang pesat, sentuhan langsung dari sang pemilik tentu sangat diperlukan agar proses kinerja bisnis tetap berjalan dengan baik.

Lalu bagaimana solusinya jika memang masalah tersebut menimpa kita? Salah satu aternatifnya yakni dengan mempunyai tangan kanan alias orang kepercayaan yang dirasa mampu mewakili kita pada saat-saat tertentu. Namun kembali lagi, masalah terbesar dalam hal ini adalah bagaimana cara menemukan orang kepercayaan yang tepat bagi bisnis kita. Karena pada kenyataannya mencari orang yang bisa dipercaya saja sudah tidak mudah. Apa lagi yang bisa dipercaya plus mempunyai talenta lebih, tentu lebih sulit lagi bukan.

Artikel lain: Menilik 6 Bahasa Tubuh Seorang Pemimpin yang Kharismatik

Memang tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Nah, berikut adalah beberapa kriteria yang bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih kandidat tangan kanan bisnis yang tepat. Perhatikan dengan seksama dan carilah profil yang mendekati ciri-ciri berikut ini.

1. Kesamaan Idealisme

Kesamaan idealisme merupakan syarat mutlak sebelum kita menunjuk orang kepercayaan. Dengan mempunyai cara pandang, visi misi serta tujuan yang sama, maka arah bisnis yang kita miliki akan  tetap bisa diraih meski di jalankan oleh orang kepercayaan tersebut. Hal ini akan sangat nampak nantinya pada keputusan atau arahan yang mereka berikan. Jika idealismenya sama,  maka bisnis tidak akan berubah layaknya perahu dengan 2 orang nahkoda.




2. Ujian Loyalitas

Tak jarang mereka yang dipercaya menjadi tangan kanan seorang pemilik bisnis, umumnya mereka sudah lama bekerja dan banyak mengalami berbagai tantangan dari sang pemilik. Namun ini tidak lantas diartikan orang yang telah lama bekerja akan baik menjadi tangan kanan bisnis. Fokusnya adalah bagaimana mereka bertahan dan tetap menunjukkan kinerja maksimal meski dalam kondisi bisnis seperti apappun.

Ukuran loyalitas memang sangat beragam, namun yang pasti loyalitas bisa dilihat dari bagaimana orang tersebut merasa ikut bertanggung jawab dengan bisnis yang Anda kembangkan. Ketika sosok seperti ini sudah Anda dapatkan, jagalah dan proyeksikan untuk menjadi orang kepercayaan di masa mendatang.

3. Kemampuan yang Teruji

Selain aspek yang berhubungan dengan karakter, kemampuan atau skill sudah pasti menjadi bahan pertimbangan utama. Jangan sampai kemampuan orang tersebut jauh di bawah Anda dalam menjalankan bisnis tersebut. Paling tidak kemampuan orang tersebut harusnya mendekati diri Anda, tidak hanya dalam hal teknik namun juga manajemen bisnis. Jika hal ini tidak terpenuhi, akan berbahaya bagi perkembangan bisnis Anda sendiri.

4. Berani Berinisiatif

Dalam dunia bisnis, para pelakunya selalu dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan kondisi yang bisa berubah kapanpun. Alih-alih memilih orang yang terlalu fokus pada arahan, akan lebih baik kita mencari sosok yang berani untuk berinisatif. Namun harus diingat pula masih berhubungan dengan poin nomor 1, inisiatif dan keberanian tersebut harus tetap dalam koridor idealisme yang sama antara Anda dengan orang tersebut.

Baca juga: Mau Jadi Pemimpin yang Baik? Hindari 5 Kalimat yang Pantang Diucapkan Berikut ini




5. Mencintai Bisnis Anda

Seperti disampaikan pada poin kedua bahwa orang kepercayaan harus mempunyai rasa ikut miliki bisnis tersebut. Hal ini dalam artian, ia harus mencintai bisnis yang Anda jalankan. Rasa cinta ini menjadi wujud loyalitas tertinggi yang memang jarang dirasakan pegawai atau pekerja pada umumnya. Mereka yang sudah mencintai pekerjaannya, akan selalu fokus dan berusaha memberikan yang terbaik untuk bisnis Anda.

Contoh wujud loyalitas tersebut bisa diukur dari bagaimana mereka mengerjakan pekerjaan dengan beban yang lebih berat. Lalu bisa juga dilihat dari bagaimana reaksi kinerja mereka saat mendapatkan gaji atau imbalan yang terbatas. Jika memang cinta, sudah pasti hal tersebut tidak akan menjadi halangan untuk terus berkarya secara maksimal.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud