Mau Jadi Pemimpin yang Baik? Hindari 5 Kalimat yang Pantang Diucapkan Berikut ini

Image dari Cbsnews.com

Image dari Cbsnews.com

Pemimpin adalah sosok atau seseorang yang memiliki posisi atau kedudukan yang strategis pada sebuah lembaga atau organisasi yang sedang dipimpinnya. Karena memiliki posisi yang strategis inilah, maka seorang pemimpin yang baik tidak boleh bertindak sewenang-wenang atau seenak dirinya. Seorang pemimpin memang punya kuasa untuk melakukan dan memutuskan apapun dalam lembaga atau organisasi tersebut.

Tapi pemimpin yang baik juga harus paham bahwa di sekitar dirinya ada orang lain yang sedang memantau Anda bahkan tak jarang dari mereka sedang mengkoreksi dan menilai Anda. Maka dari itu sebagai pemimpin Anda sudah seharusnya menjaga sikap dan ucapan Anda. Terkait tentang ucapan ini lebih lanjut Anda juga harus mengerti beberapa kalimat yang sebaiknya pantang diucapkan oleh seorang pemimpin yang baik. Apa saja kalimat yang pantang diucapkan tersebut? Berikut ulasannya.

1. “Anda Membuat Saya Terlihat Buruk”

Ucapan pertama yang pantang untuk Anda ucapkan sebagai seorang pemimpin adalah “Anda membuat saya terllihat buruk”. Terlepas dari apapun kondisi dan latar belakang yang menyebabkan keluarnya ucapan ini, seorang pemimpin akan dinilai tidak profesional oleh bawahannya jika mengucapkan kalimat ini.

Pasalnya perkataan ini memang akan menampakkan seseorang yang sombong dan angkuh serta adanya rasa ingin diutamakan dalam perusahaan. Meski sangat simpel dan sederhana namun Anda harus hati-hati dengan ucapan ini karena keluhan ini bisa membuat reputasi Anda menjadi buruk di mata para bawahan Anda.

Artikel lain: Menilik 6 Bahasa Tubuh Seorang Pemimpin yang Kharismatik




2. “Itu Tak Bisa Diterima“

Anda sebagai pemimpin memang memiliki hak penuh atas pekerjaan yang telah dikerjakan oleh bawahan Anda. Tapi ingatlah bahwa tidak semua bawahan Anda bia menerima dengan perkataan atau ucapan saat Anda tidak menerima pekerjaannya.

Salah satu ucapan yang seringakali terdengar menyakitkan dan tidak bisa diterima oleh bawahan terkait hal ini adalah kalimat “itu tak bisa diterima”. Anda sebagai pemimpin memang dituntut untuk bisa meningkatkan kemampuan dan produktivitas bawahan Anda. Namun bukan berarti Anda harus mengggunakan kata-kata yang bisa menyinggung mereka karena pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginan Anda.

Dalam kenyataan memang tak jarang pemimpin yang mengatakan ucapan ini. Entah karena karakter atau tak sengaja, yang pasti Anda harus menghindarinya jika Anda ingin membuat bawahan Anda mau terus bekerja di lembaga atau perusahaan Anda.

3. “Siapa yang Mengatakan Itu Pada Anda?”

Seorang pemimpin memang bisa saja melakukan interogasi kepada bawahannya tentang sebuah kejadian atau kasus. Tapi apakah Anda harus membuat mereka terintimidasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang Anda ajukan. Tentu saja sebagai pemimpin yang baik, Anda harus bisa menentukan arah atau jalannya pembicaraan yang ada. Saat semua telah terang benderang, Anda sebaiknya tak perlu mengatakan “siapa yang mengatakan itu pada Anda?”.

Biasanya seseorang yang diberi pertanyaan seperti ini memang akan merasa tertekan dan terintimidasi. Maka dari itu cobalah untuk menghindari pertanyaan ini kepada bawahan saat menanyakan sebuah kasus atau kejadian.




4. “Itu Bukan Pilihan”

Sebagai pemimpin Anda akan terlihat sangat buruk jika Anda bersikap otoriter kepada bawahan Anda. Pernyataan “itu bukan pilihan” kepada bawahan Anda akan memang akan menciptakan citra otoriter dan pemimpin absolut kepada Anda.

Hal ini disebabkan saat pernyataan itu terlontar maka itu artinya Anda menciptakan kesan bahwa Anda mengekang kebebasan dan kreativitas bawahan untuk membuat alternatif-alternatif lain. Padahal para bawahan ini berhak untuk menyampaikan beberapa alternatif dan pilihan untuk disampaikan dan dijalankan oleh mereka di perusahaan.

Baca juga: 9 Kebiasaan Seorang Pemimpin Bisnis yang Persuasif

5. “Anda Tak Tahu Caranya Menjalankan Lembaga dan Perusahaan ini”

Terakhir kalimat atau ucapan yang pantang dilontarkan oleh seorang pemimpin yang baik adalah “Anda tak tahu caranya bagaimana hal ini bisa berjalan”. Anda sebagai pemimpin lembaga, organisasi atau perusahaan memang memiliki pengetahuan lebih besar bagaimana lembaga, organisasi atau perusahaan ini bergerak. Namun meski demikian saat ada bawahan yang sedang menyatakan pendapatnya atau membenarkan atau melakukan koreksi, Anda harus memberikannya keleluasaan terlebih dahulu.

Bukan berarti karena gengsi atau Anda tak mau terdesak, lantas Anda mengucapkan “Anda tak tahu caranya” kepada bawahan yang mengungkapkan pendapatnya tersebut. Jika Anda melakukannya dengan mengucapkan pernyataan tersebut, maka bersiplah untuk dinilai buruk oleh para bawahan Anda.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud