Taylor Rosenthal ~ Bocah 14 Tahun Tolak 399 Miliar Demi Ambisi Bisnis

Image dari Ziarelive.ro

Kita tidak bisa meremehkan seseorang hanya dengan melihat fisik ataupun hal lain yang melekat pada diri orang tersebut. Demikian juga dengan usia, saat ini sudah sangat banyak sekali terbukti bahwa mereka yang masih berusia belia sudah mampu menciptakan inovasi sekaligus memiliki prestasi yang luar biasa. Seperti yang akan kita bahas kali, yakni seorang remaja berusia 14 tahun bernama Taylor Rosenthal yang dengan tegas menolak uang sebesar Rp399 miliar demi memenuhi ambisi bisnisnya.

Kisah ini bermula saat Taylor Rosenthal mendirikan sebuah perusahaan #startup bernama RecMed. Startup yang bergerak di bidang bisnis teknologi kesehatan ini, akhirnya dilirik oleh sebuah perusahaan besar dengan tawaran akuisisi mencapai hampir Rp400 miliar. Namun karena ingin mengembangkan bisnis secara mandiri, di usianya yang masih sangat “hijau”, Taylor sudah mempunyai keteguhan untuk menentukan jalannya sendiri.

Bagaimana kisah selengkapnya tentang perjalanan Taylor Rosenthal mengembangkan bisnis RecMed? Berikut ulasannya.

Awal Mula Karir Taylor Rosenthal

Sebelum membahas tentang tawaran uang bernilai besar yang diperoleh Taylor Rosenthal, kita akan membahas terlebih dahulu tentang perjalanan Taylor ketika pertama kali mengembangkan startup bisnisnya. Dia menuturkan bahwa, ide mendirikan RecMed sendiri muncul pada waktu ia mendapat tugas prakarya sekolah untuk membuat ide usaha. Dari situlah yang mulai berfikir tentang ide usaha apa yang ingin dia kembangkan.

Taylor yang merupakan putra dari pasangan dokter tersebut kemudahan terinspirasi untuk membuka usaha di bidang #kesehatan. Ide dasarnya adalah, ia seringkali melihat banyak orang membutuhkan obat ataupun perlengkapan pertolongan pertama di beberapa lokasi keramaian seperti taman bermain ataupun lapangan olahraga. Permasalahannya, tentu tidak mudah untuk menemukan penjual obat dan peralatan pertolongan pertama di lokasi seperti itu.




“Pernahkah kalian pergi ke taman bermain dan jatuh? Pasti kalian harus pergi jauh untuk membeli plester,” katanya.

Artikel lain: Louis Barnett ~ Berawal Dari Kecintaan, Pemuda Ini Berhasil Jalankan Bisnis Cokelat yang Mendunia

Akhirnya ide pertama yang muncul dalam benak Taylor adalah, membuat sebuah toko kecil yang menjual obat ringan serta peralatan pertolongan pertama di lokasi keramaian. Namun setelah dipikirkan kembali, ternyata ide untuk membuat toko obat ternyata membutuhkan modal dan juga sumber daya yang cukup banyak. Akhirnya ia memutuskan untuk mengembangkan ide tersebut satu tahap lebih maju. Jika sebelumnya ingin membuat toko obat, Taylor kini mengembangkan konsep mesin vending (penjual otomatis) yang menawarkan obat serta paket P3K.

Kembangkan Bisnis Menjadi Startup

Dari ide tersebutlah, Taylor yang mendapat dukungan penuh dari orang tua kemudian membuat sebuah startup yang memproduksi mesin vending seperti yang telah ia desain sebelum. Dengan bendera startup RecMed, perlahan usahanya tersebut mulai dikenal bahkan menarik banyak perusahaan besar lain yang bergerak di bidang farmasi dan kesehatan. Dan puncaknya adalah, manakala RecMed besutan Taylor ditawar oleh sebuah perusahaan kesehatan ternama dengan nilai US$30 juta atau setara dengan Rp399 miliar.

Namun yang ajaib, meski masih berusia sangat belia, mental bisnis Taylor Rosenthal bisa dibilang sudah sangat matang. Alih-alih menerima penawaran yang sangat menggiurkan tersebut, ia justru menolaknya karena masih ingin mengembangkan Recmed di bawah kendalinya sendiri.




“Waktu itu kupikir deal itu tidak tepat. Aku merasa ingin menumbuhkan perusahaanku sendiri, sehingga membuatku menolaknya,” tutur Taylor.

Baca juga: Farrah Gray ~ Milioner Muda yang Penuh Dengan Kisah Inspiratif

Perkembangan Startup Recmed

Paska menolak tawaran akuisisi tersebut, nama Taylor Rosenthal justru kian berkembang. Dari situlah ia mulai mendapat pendanaan dari investor yang mencapai US$100.000. Dengan modal tersebut, ia bisa memulai proses produksi mesin vending produk kesehatan berlabel RecMed. Teknologi mesin vending produk kesehatan ini sendiri, sudah dipatenkan atas nama Taylor bahkan kini berhasil memikat sebuah pengembang taman bermain, Six Flags yang memesan sebanyak 100 mesin vending buatan RecMed.

Dengan harga setiap mesin mencapai US$5500, perkembangan bisnis yang dibangun oleh remaja inspiratif ini tentu mempunyai masa depan yang sangat cerah. Kita bisa belajar tentang bagaimana keberanian untuk terjun mengembangkan bisnis bahkan dari seseorang yang umumnya masih dipandang belum matang seperti Taylor Rosenthal. Namun dengan kerja keras dan keyakinan tinggi, terbukti bahwa kini Taylor berhasil membangun pondasi bagi kerajaan bisnisnya di masa mendatang.




1 comment on this postSubmit yours
  1. wah .. keren sekali, di usia muda sudah bisa membangun potensi di dalam dirinnya :D

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud