Sunny Gho ~ Komikus Asal Indonesia untuk Marvel Comics yang Ingin Selalu Kembangkan Komik Lokal Khas Indonesia

Sunny Gho

Image dari Ziliun.com

Jika kita bicara seorang komikus, maka memang kita akan menjumpai banyak nama. Tapi Bila Anda menunjuk komikus yang mampu menembus perusahaan buku komik asal Amerika Serikat Marvel Comics, maka kita hanya akan mendapatkan hanya beberapa nama. Dan salah satu orang Indonesia yang telah sukses mengerjakan beberapa proyek di Marvel Comics tersebut adalah Sunny Gho.

Dengan kecintaannya pada komik dan kesungguhannya belajar menggambar, pria kelahiran Jakarta, 18 Agustus 1982 ini pun akhirnya mampu mengekspresikan komik Indonesia menjadi sebuah prestasi membanggakan. Lalu seperti apakah kisah pendiri Stellar Labs ini? Berikut ulasannya.

Tak Menyerah dan Terus Berusaha

Meskipun merasa salah mengambil jurusan kuliah karena harapannya untuk mendapatkan ilmu menggambar di jurusan Desain Komunikasi Visual, Trisakti tak tercapai, namun Sunny tak mau menyerah. Ia terus berusaha agar ia bisa mencapai cita-citanya menjadi comic artist. Karena tak mendapatkan ilmu yang diharapkan di kampus, Sunny pun bergabung dengan klub Desain Comic Society di kampusnya. Dari sana, Sunny dan teman-temannya mengikuti pameran di Pekan Komik Nasional Universitas Petra Surabaya, tahun 2002.

Kecintaan Sunny Gho (33) pada komik tak menyurutkan langkahnya meski merasa salah mengambil jurusan kuliah. Berbagai cara dilakukannya untuk tetap bisa berkarya membuat komik, sampai kemudian mendirikan Stellar Labs dan menjadi salah satu penggagas festival budaya populer, Popcon Asia, di Jakarta.  “Aku memang suka komik dari kecil. Dengan harapan mendapat ilmu menggambar, aku memilih kuliah di Jurusan Desain Komunikasi Visual, Universitas Trisakti. Tapi, ternyata, di sana malah enggak diajarin menggambar, kecewa juga, sih,” kata Sunny mengisahkan permulaan perjalanan kariernya sebagai comic artist.

Artikel lain: Basuki Endah Priyanto ~ Meniti Karir Teknologi Cemerlang di Negeri Orang

Untuk mengasah kemampuannya, Sunny bergabung dengan klub Desain Comic Society di kampusnya.  Meski merasa tak bisa mengembangkan bakatnya lebih baik, Sunny bersama teman-temannya mengikuti pameran di Pekan Komik Nasional Universitas Petra Surabaya, tahun 2002. Di acara tersebut, Sunny bertemu dengan banyak komikus dari Solo, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Jakarta dan juga menemukan bakatnya di bidang calorist dan semangat suksesnya.

Bertahan Dengan Komik

Pada saat kuliah, Sunny bekerja di PT Elex Media Komputindo dengan mengerjakan komik-komiknya. Di sana, Sunny diharuskan mewarnai komik dengan komputer. Meski awalnya tak terlalu paham, namun secara bertahap Sunny mampu menguasai teknik mewarnai komik dengan komputer menggunakan stylus. Tapi karena keasyikan bekerja, Sunny harus menanggung akibatnya terlambat lulus kuliah.

Selepas lulus kuliah sendiri, Sunny sendiri terus bertahan dengan dunia komiknya dan tidak mau ikut teman-temannya yang bekerja di bidang advertising. Meski tak lagi mengerjakan komik Elex karena komik lokal terbitannya dihentikan, Sunny kemudian mendapat pekerjaan dari orang Jerman yang melihat karyanya di Devianart.

Mengerjakan Komik Marvel dan DC Comics

Pada tahun yang sama yaitu 2006, Sunny juga bergabung dengan studio komik Imaginary Friends Studio di Singapura. Dalam hal ini Imaginary Friends Studio ini menawarkan Sunny sebuah kerja sama dengan membangun cabang di Jakarta. Karena inilah kemudian membuat Sunny sebagai managing director harus mengumpulkan beberapa komikus guna mendirikan cabang studio komik Imaginary Friends Studio tersebut. Nah di cabang studio dari Singapura inilah, Sunny dan 30 komikus mengerjakan komik Marvel dan DC Comics.

Baca juga: Novi Wahyuningsih ~ Gadis “Ngapak” Yang Sukses Menjadi CEO Aplikasi Mobile Skala Dunia




Membangun Studio Komiknya Sendiri

Dari kemampuannya yang semakin meningkat, Sunny kemudian mengembangkan dirinya untuk membangun industri komik lokal dengan mendirikan Makko Publishing. Makko Publishing sendiri melayani penerbitan komik lokal di #internet seperti di majalah  Hai tahun 2010. Meski hanya berjalan satu tahun namun Makko sempat menorehkan prestasi dalam industri kreatif yaitu dengan memenangi Silver Award di 6th International Manga Award di Jepang dari komiknya yang berjudul “5 Menit Sebelum Tayang” karya Ockto Barimbing dan Muhammad Fathanatul Haq.

Pada tahun 2012, Sunny Gho memutuskan berhenti bekerjasama dengan Imaginary Friends Studio untuk mendirikan Stellar Labs. Dengan tetap mengerjakan beberapa komik dari luar negeri, Sunny terus berusaha mengembangkan komik lokal dengan konten khas Indonesia. Dari sinilah kemudian Sunny bersama Grace Kusnadi dan Marlin Sugama pada tahun 2012 menggagas festival budaya populer Popcon Asia. Setelah Stellar Labs berakhir di tahun 2014, kini Sunny sendiri menjabat sebagai executive Director Glitch Network dan juga CEO Kosmik Publishing (2015-sekarang).




1 comment on this postSubmit yours
  1. Keren banget ya… perjuangan yang tanpa akhir, akhirnya sekarang berbuah manis dan menjadi CEO di bidang komik…
    Salam sukses selalu buat Mas Sunny Gho… :D

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud